Archive for the 'Taiwan-Studi' Category

04
Mar
09

I hope you will be my TA again, huaaa…

Yah, judul di atas adalah kalimat Professor Yang, yang aku asisteni semester lalu. Aku bertemu dengannya di IIMBA Office ketika aku sedang mengurus regulasi untuk para Teaching Assistant di semester baru ini.

dsc00738Sebetulnya cerita berawal ketika aku akan pulang ke Indonesia kemaren, Professor Yang sempat berpesan agar aku bisa kembali secepatnya ke Taiwan dan menjadi Asisten beliau kembali di dua maka kuliah yang berbeda, yaitu Financial Pricing dan Investment. Aku hanya mengatakan bahwa aku tak berjanji, karena aku akan menikah dan mungkin agak lama berada di Indonesia, karena teoriku sudah habis, jadi hanya mengurus thesis saja (padahal sejujurnya jadi TA beliau berat boo, haha..). tampak di raut muka beliau terbersit sedikit kekecewaan, dan beliau bilang.. Semoga bisa kembali dengan cepat…

Seminggu sebelumnya aku bertemu dengan Advisor thesisku, Profesor Hsi-An Shih, yang juga tiba tiba memintaku menjadi Asisten beliau untuk mata kuliah Human Resource Management. Yah, mau apelagi Om, advisor yang minta… Mo nolak?? lebur!! hihi.

Setelah menyatakan OK kepada sang Professor perfeksionis ini, akupun apply kepada Office untuk menjadi Assistennya Professor Chen, untuk Mata Kuliah Business Ethics and Law, sesuai background Om, hehehe.. tapi kalimat yang muncul dari Zilvia (Staff IMBA).. Ok, but we have to waiting for the Professor decision, who will be his TA? You or other persons? Aku cuma menjawab, OK dan terima kasih…

Sebulan di Indonesia membuat aku harus kehilangan kontak dengan Taiwan, sejujurnya, aku hanya beberapa kali membuka email, yang salah satunya berasal dari Professor Yang yang meminta kesediaanku kembali menjadi Asisten beliau. Kuabaikan…

Setelah email dari Professor Yang itu, tiba-tiba muncul email baru lagi dari Zilvia yang menyebutkan kalau aku hanya mendapatkan satu kelas saja yaitu HRM, itupun karena Professor Hsi-An tidak menginginkan orang lain sebagai Asisten beliau di kelas, kalau tidak aku tidak menjadi TA semester ini. Sementara untuk Business Ethic and Law, harus kurelakan, karena Professor Chen ingin bertemu para calon Asistennya dan aku masih berada di Indonesia. Aku inget sekali kekhawatiranku waktu itu di depan istriku, akhirnya aku berkirim email kepada Zilvia, mengenai hal tersebut.

Besoknya kembali aku bersama istri mengecek email dan kebetulan Zilvia online, Alhamdulillah harapku… Zilvia memang tak membalas emailku, namun saat chatting dia mengatakan.. “Haha… its just surprise for you, Yordan!! We already assigned you as a Supervisor of Teaching Assistant, because you are the Best TA that we have in the last semester”. Whats!! Aku agak kaget juga dengan kalimat tersebut.. (Masih terbayang wajah istri yang sumringah melihat kebahagiaanku saat itu).

You have to prepare everything for the regulation and when you wanna come back Taiwan? tanya Zilvia, 23 Februari jawabku… “oke, 24 you have to come to the Office and talk to me”, tutup Zilvia.

Alhamdulillah, Allah Maha Besar!!!

24 Februari aku sudah berada di Taiwan dan menemui Zilvia, mulailah hari itu aku bergelut dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan Teaching Assistant. Mulai dari pembuatan regulasi dan deskripsi tentang tugas TA, meng-arrange skejul untuk meeting TA, membuat Classrom Log, TA Diary serta hal hal yang berhubungan agenda pertemuan rutin TA dan lain sebagainya.

Nah, tadi siang aku bertemu dengan Professo Yang, setengah berteriak dia bilang di tengah keramaian… Hi Yordan? How are you?? Congratulation? How is your wife? When did you come back here? I always send you email and looking for you? I hope you will be my TA again in this semester? Tuing… tuing.. tuing….

I just said: Office assigned me as a Supervisor of the TA in this semester, Professor.

Oh, good, you are the Best TA that I ever had, ya ya that position is very good for you, kata Professor Yang sambil mengucapkan Nice to see you, Yordan, hahahah….

Advertisements
16
Oct
08

Alhamdulillah saya jadi TA (3)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Jadi TA memang senang, sedih, bahagia, marah, sebel, haha.. Pokoknya nano nano deh rasanya.. Ini terjadi ketika Idul Fitri. Aku dengan sangat terpaksa harus menghilangkan keinginanku untuk mengikuti sholat Ied, karena harus “menemani” sang Professor tercinta di dalam kelas.

Yah, nasib, hehehe.. Gak bisa kumpul-kumpul di masjid dan juga saudara saudara Muslim lainnya di masjid. awalnya si aku meminta Hoang, anak Ph.D dari Vietnam untuk menggantikan posisiku pada hari itu, karena Hoang adalah TA Professor Yang juga (untuk MK yang berbeda), tapi apa hendak dikata.. Hoang juga tak memilki waktu untuk itu dan lagi aku ingat pesannya Ustadz Ikhsan dan Pak Endrio yang pernah menasehatiku tahun lalu, sholat itu sunnah.. yang wajib itu kerja atau kuliah… Antum pilih kuliahlah!! Siap Ustadz, hehehe…

Setelah kuliah kelas Rabu pagi sampai dengan jam 12 siang, akhirnya aku bisa bebas mengirimkan SMS atau menelfon keluarga dan lain sebagianya di kamar asrama, kebetulan memang roomateku, Pak Fery sedang pulang ke indonesia, menengok keluarga. Jadi bebas deh, nelfon Emak, nelfon kakak, ponakan, mertua (weitsss, sapa pula ini, entah mertua dari mana ya??, haha..)

Aje gile, SMS di ponsel yang masuk hari itu luar biasa banyak, sampe sampe diinbox tertulis 408, seneng seneng aja sih nerima SMS ucapan segitu, artinya banyak yang perhatin ama orang ganteng ini (glekkkk…). Yang jadi masalah adalah KAGAK ADA PULSA BUAT NGEBALASNYA????, hua… nasib nasib…

Selanjutnya, di kelas Kamis malam, aku kembali menduduki tahta TA yang berada di pojok kelas itu, persentasipun di mulai… kali ini materinya adalah tentang “Determinant of bank efficiency during unstable macroeconmics environtment: Empirical evidence from Malaysia” dan presenternya adalah John Qubti yang merupakan warga Canada berdarah Mesir. dalam presentasinya John Q (panggilan akrabnya) memeparkan tentang adanya future research dari article yang di presentasikannya, yaitu mengenai adanya perbandingan Islamic Syariah Banking dengan Sistem Konvensional yang saat ini berlaku di seluruh dunia.

Beberapa orang tampak kebingungan dengan masalah Islamic Banking System ini, aku yang sedang duduk memperhatkan diskuisi tiba tiba dikagetkan dengan kalimat Professor Yang, “TA do you have any opinion?? or.. would you like to explain about the Islamic Banking System and how is the situation in your country??”

Wawawawa, ini mah bukan kerjaan mudah Om.. menjelaskan Islamic banking System.. Untunglah, sejak kuliah dan bekerja di UMY, aku selalu mendapatkan materi tentang Syariah Banking and Law. Kalo mau urusan yang beginian, Doktor Ikhsan ahlinya oi… belum lagi berbagai pelatihan pelatihan yang aku terima, sejak kuliah dulu, bahkan aku pernah menjadi Liasion Officer untuk seorang Professor dari Bangladesh yang menjadi pembicara dalam International Seminar in Islamic Banking…

Setelah sekitar 15 menit menjelaskan, aku fikir selesai… Ternyata… oh… Semua angkat tangan, semua mahasiswa bertanya… wawawawa… Mulai dari kenapa bunga bank haram, apa itu bagi hasil, bagaimana regulasinya… haha.. Kalo itu mah masih bisa dijawab jawab dikit, tapi waktu ada yang tanya apa itu murobahah, mudharobah, nah lo… rupanya si mahasiswa ini langsung mencari tentang Islamic Banking System di internet, ketika pembahasan masalah itu.. Alhamdulillah, semua lancar lancar saja ketika ku jelaskan dan mereka tampak memahami apa yang ku kemukakan.

Masalahnya adalah, bukan si John lagi yang presentasi, tapi 45 menit, semua pandangan ditujukan kepada TA yang berhati baik ini (haha, ge er mode on)…

21.30 tepat kelas berakhir, tapi ada satu mahasiswa yang sejak tadi belom keluar keluar juga seh, arep bali Om, wis malem.. Eh tiba tiba, Vito, mahasiswa asal US itu mendekati dan bertanya mengenai Islam.. semua hal ditanyakannya sampai dengan hal hal terkecil, terutama mengenai Syariah Law.

Vito sampe berucap, “oh.. beda ya dengan yang kudengar selama ini..” Alhamdulillah sekitar 1 jam kami berbincang bincang mengenai Islam, dia tampak kagum sekali dengan system yang memang luar biasa itu.

Kesimpulannya… jadi TA kali ini sedihnya tak bisa ikut sholat Ied, tapi gembiranya jauh berlipat lipat, karena bisa menjelaskan keindahan agama Islam…

Alhamdulillah.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

25
Sep
08

Alhamdulillah, saya jadi TA (bagian 2)

Assalamu’alaikum waRohmatullahi waBarokatuh,

Ini lanjutan kisah “Alhamdulillah, saya jadi TA” yang pertama sodara sodara, hehe..

Malamnya, kukirimkan email kepada para mahasiswa International Finance, baik yang pagi maupun malam, sebagai berikut (ini contoh untuk kelas malam aja yakz??):

Hi Every body,

I am Yordan Gunawan, the TA of International Finance course. I would like to inform you regarding the new regulation of IIMBA and special directions by the Professor for this class:

1. The class will be started on 6.30pm, please come on time. Professor only give you 15 minutes late tolerance. Hence, if you are late more than 15 minutes ( at 6.45pm), you can not join the class. However,  please let me know, If you will late or can not come to the class with the special case, or you can sent the email to Professor directly.

2. Start from next week we would like to use the NCKU Email (instead of your personal email) to sent everything regarding the courses. So, for the senior student, please write down your NCKU Email only on the list that I will provide in the class, next week.

3. For the student who has no the NCKU Email yet, Please sign up to the NCKU Computer Center. If you still use your personal email, next week, we will ignore your email and dont want to sent everything for you.

4. Please bring your name tag, which provides by the IIMBA Office every week and put it on the table. For juniors you can ask the IIMBA Office. I am sure seniors already have it, because Office already distributed it, last year.

5. For the Juniors of IIMBA and Students from other Departments, please sent your passport picture to me by email before October 23rd, 2008.

6. For the text book, I already order for the 27 students who wrote their name on the list that I provided in the last class. For those who have not order the book, let me know before October 24, 2008. The original price is NTD 1,246, but if we order it together, the NCKU book store will consider to give us a special discount (around 15-20 percent)

7. For the students who moved to the “Thursday Night Class” from “Wednesday Morning Class” or vise versa, please report to the IIMBA office immediately.

8. Please sign on your name only on the attandance list. The TA will check it, every hours (3 times).

Thank you very much. Good Luck and Enjoy the Class!! Jia You!!

Regards,

Yordan Gunawan.

Diluar dugaan, yang membalas dan bertanya lewat emailku ternyata ruame buanget oi.. haha, terpaksalah aku harus membalas email tersebut satu demi satu, hiks..  nasib nasib, haha..

Minggu keduapun hadir, Professor tiba tiba menelfonku dan memintaku mencari academic journal dengan tema yang sudah ditentukan, masing masing minimal 10 jurnal dan ada sekitar 10 tema, Dieng!!! mateng aku, haha.. malam itu aku harus ngubek ubek E-Resource-nya Library NCKU dan mulai mencari jurnal terbaik sesuai tema.. Finally, setelah nggak tidur dua hari, terkumpullah sekitar 75 jurnal. Lumayan deh, gua baik hati, haha.. Semua artikel itu kukirimkan kepada Professor disela sela aku mempersiapkan materi Kajian Ba’da Tarowih Radio FORMMIT, jam 11.00 sampai dengan jam 12.30 malam.

Oiya, sabtu malam itu aku bersama teman teman Muslim Tainan, berada di Kaohsiung guna mengikuti iktikaf di masjid Kaohsiung sampai dengan Ahad pagi, tapi karena besoknya aku sendiri harus kembali mengisi kajian TKI sebelum berbuka, jadilah aku tinggal di masjid sampai dengan jam 10 malam, sementara teman teman yang lain sudah meninggalkan masjid jam 7 pagi.

Senin pagi, Professor membalas emailku dan menyuruhku datang ke kantornya dan tepat jam 2 akupun segera menuju ruangan beliau, dan ada sekitar 30 journals was chosen by her and she told me that I have to make APA Format for all those journals.. Haiyah..

Ku kopi semua jurnal tersbut di flash disk ku, dan.. setelah di kamar.. nggak bisa dibuka semua, huaa….. padahal akan digunakan besok.. mati aku, akhirnya akupun mengirimkan email ke Professor yang menyatakan semua artikel tersebut tak bisa dibuka, tapi tak ada balasan. Ah, mungkin belum diperlukan kali ya, heheh.. itu fikirku..

Nah, akhirnya tibalah pertemuan kedua kelas pagi, setelah menyiapkan segala sesuatunya, aku menemui Professor dan beliau bilang.. gimana kalau ntar setelah break, kamu kopi kembali semua filenya dan buat APA Format-nya??? Wa…. 30 jurnal?? APA Format?? 30 menit?? Bukan kerjaan mudah maaak…

Setengah gontai kulakukan juga tu kerjaan.. lah, mau apa lagi?? Mo makan batu kalo dipecat?? haha.. Alhamdulillah, semua kukerjakan dalam waktu setengah jam saja, entah kekuatan mana yang membutakan mampu mengerjakan semuanya hanya dalam waktu 30 menit sodara sodara.. Hmm… pura pura bodoh, pasti kekuatan Allah-lah.. jawabnya: Ya iyalah.. masak ya iya dong?? hahaha..

Selesai, akupun segera menuju kelas kembali di lantai 4, dan Professorpun langsung memberikan list jurnal tersebut kepada mahasiswa dan akupun berjanji akan meng-upload semua jurnal yang berbentuk PDF itu ke dalam personal website.. Finish deh, hehe..

Setelah kelas berakhir aku bertanya kepada Professor mengenai apa yang harus kukerjakan minggu depan.. Di depan beberapa mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengan beliau, beliaupun mengatakan kepadku “Yordan.. Yordan.. You work so hard for me, but I need the TA like you. Smart, fast, taft and nice.. may be you don’t wanna be my TA anymore, in the next semester”… Ku jawab.. hanya dengan senyum dan lirih.. Thanks Professor..Thanks-nya untuk yang mana.. tebak sendiri lah, haha..

24
Sep
08

Alhamdulillah, saya jadi TA (Bagian 1)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Teaching Assistant.. hmmm, dua kata yang cukup menyeramkan sebenarnya buatku. Di awal semester yang lalu Jay dan Silvia, memintaku untuk menjadi Teaching Assistant Mata Kuliah Financial Management, bersama Professor Chang, Sao-Chi. Weks, bukannya diriku paling bodoh di bidang ini, haha.. Tapi Alhmadulillah, waktu semester satu, justru nilai hasil ujianku mencapai 84 kog. Professor Chang adalah seorang pengajar yang sangat cerdas, atraktif dan menginspirasi mahasiswa. Ph.D lulusan State University of New York Buffalo, USA itu seringkali menyatakan “welcome to the jungle”, ketika kami sedang dalam keadaan bingung menghadapi perkuliahan.

Kontan saja, para mahasisa gerrr mendengar beliau mengatakan hal tersebut. Sebagai seorang yang terus ingin berkarya di dunia akademisi, aku ingin sekali belajar banyak dengan beliau mengenai teaching style. Asli, semua mahasiswa senang dengan kepribadian dan cara mengajar Pak Chang ini, beliaupun tak segan mengakui kesalahan ataupun menyatakan tidak tau, jikalau memang tidak faham mengenai sesuatu hal yang ditanyakan oleh mahasiswa. Dengan kata lain sih, nggak maksa tau, padahal nggak tau.. HEBAT!!

Dua hari setelah itu, akupun berkirim email kepada beliau, tapi kog nggak dibalas balas ya?? hehehe.. sabar euiii... Jam 7 malam, tepatnya setelah buka berasama warga Muslim Tainan, ponselku berbunyi.. Hi, Yordan, this is Silvia.. itu kalimat yang pertama aku denger. “Aku minta maaf nih, karena ternyata Professor Chang sudah menunjuk student lain sejak semester yang lalu, untuk menjadi TA-nya.. Dieng!!! Kaget banged aku. (Kecewa tujuh turunan rasanya, haha.. berlebihan.. berlebihan.. ).

Silvia kemudian mengatakan bahwa ada seorang Professor baru, yaitu Professor Yang, Ann Shawing, yang baru saja bergabung dengan IIMBA NCKU sedang mencari beberapa TA untuk beberapa Mata Kuliah. Nasib.. nasib.. nggak jauh jauh deh hidup dari finance yang tak kusukai ini (tapi yakin nih, pasti cara ini diberikan Allah agar aku faham mengenai finance itu sendiri). Silvia menyuruhku untuk datang besoknya untuk di interview oleh sang professor yang mengajar dua Mata Kuliah ini, yaitu: Theory of Finance dan International Finance. Malamnya, kucari informasi tentang si Professor yang ternyata ternyata cewek, masih muda dan… biasanya sih kalau kayak gini.. hmmm, satu kata deh.. she is perfectionist. Halah, malah nebak kemana mana, hihihihi…

Besok siangnya, tepat setelah sholat Zuhur aku bergegas menuju kampus.. Di depan gedung IIMBA, kuparkir sepedaku.. baru mengunci sepeda, ponselku berbunyi.. Hallo Yordan, this is Yang.. Professor Yang, would you like to come to my office. I wanna interview you regarding the the TA of my courses.

Kujawab, bahwa aku sudah berada di depan gedung dan 1 menit kemudian, aku sudah berada di depan ruangan beliau. take a sit, itu kalimat pertama Ph,D. lulusan Institut d’Etudes Politiques de Paris, Perancis ini.

Dan mulailah pertanyaan bertubi tubi diajukan kepada diriku, mulai dari nationality, berapa nilai Financial Management-ku, siapa advisor thesis, aktifitas sejak S1, kenapa milih dia, mau Ph.D atau nggak.. rame dah, termasuk pertanyaan tentang pengalaman bersentuhan dengan dunia akademik, kalau dihitung hitung, ada deh 1 jam tuh Professor nanayain aku selengkap lengkapnya.. Kayak interview kerja aje ya Om..

Fiuh, dua kali aku diwawancarai seperti ini di NCKU ini, setelah beberapa bulan yang lalu Professor Hsi-An Shih menginterviewku untuk jadi advisee-nya. Agak sulit memang untuk menjadi advisee Doktor lulusan Bradford, UK itu. Tapi Alhamdulillah, dari sejumlah mahasiwa yang apply, aku termasuk yang lucky diterima beliau sebagai advisee.. Thanks Professor Hsi-An.

Kembali ke Professor Yang, Alhamdulillah dia menyatakan menerimaku menjadi TA di Mata Kuliah International Finance, untuk dua kelas, yaitu kelas pagi dan malam, tentunya setelah beliau membaca biodata dan menginterviewku, sedangkan Hoang, mahasiswa Ph,D. asal Vietnam, yang sejak awal sudah berada di ruangan beliau, harus menunggu kabar dari beliau, karena masih ada satu mahasiswa lagi yang harus diinterview guan menentukan siapakah TA untuk Theory of Finance. Alhamdulillah, diriku malah dipermudah, ya Allah…

Professor Yang, langsung menelfon Advisorku, Professor Hsi-An Shih, untuk izin “menggunakan” aku sebagai TA-nya. Setelah itu mulai deh, pekerjaaan di kasih. Mulai dari nyusun syllabus, membuat presensi menggunakan passport foto, sampe dengan regulasi khusus dari sang Professor dibahas tuntas, hehehe.. ada deh 3 jam aku nyatet apa yang harus ku kerjakan. Dan.. diakhir, kutanyakan pengalaman pendidikan beliau,.. Wow, rupanya dia diploma lulusan USA, sedangkan Master dan Ph. D-nya lulusan Perancis oi.. dan setengah bercanda aku bertanya… Professor, kenal sama Anggun nggak?? Weks, gua emang rada gila tanya yang gini ginian yak??

Eh, di luar dugaan lo.. beliau jawab.. o.. Indoensian-French itu katanya, orangnya hitam, rambut panjang, singer with nice voice.. Wow, beliau ternyata selama sibuk Ph.D, sempat sempatnya ya mengamati artis atau memang Anggun yang sudah kadung tenar di negeri mode itu ya?? Halah, kog malah ngomongin Anggun sih, hehe.. Tapi emang aku salut dengan perjuangan hidup pelantun “Snow on the Sahara” itu.. Oke.. lupakan si Tua Tua Keladi..

Hari, masuk kelas pertama tiba, ciye… aku rapi amat hari itu, mulai dari kemeja M2, celana panjang hitam, sepatu formal yang disemir mengkilap plus rambut spyke, blue emotions kemana mana baunya deh, hehehehe…. Kelas di mulai jam 9 pagi, tapi aku sudah menuju IMBA Office jam 8. maklum, harus ngurusin banyak hal yang sebenarnya sudah aku siapkan sih sehari sebelumnya, mulai dari setting kelas, student name tag, komputer, LCD, AC, teh panas, air putih, presensi dan lain lain dah.. Ribet kalau ditulis, haha..

Sekitar pukul 8.45, mahasiswa sudah banyak yang berdatangan.. banyak diantara mereka yang tanya.. rapi amat?? ada pesta.. Aje gile.. belom tau dia kalo aku di Indonesia, hehe.. Mereka akhirnya tau kalau aku adalah TA untuk kelas itu. Tepat pukul 9, Professor sudah masuk kelas, dan berkenalan dengan mahasiswa. Weh, ternyata beliau luar biasa deh striknya, mulai dari kehadiran sampe dengan presentasi, benar benar deh, diurusin sedetail detailnya. Telat 10 menit!! Out lah, nggak usah masuk.. weks.. setelah dua jam bereksplorasi dengan para mahasiswa, hehe.. Sang Professorpun menyerahkan kepadaku dan akupun mengumumkan semua hal yang berhubungan dengan kelas, regulasi baru IIMBA sampai dengan special requirement dari beliau tentang MK ini di depan kelas yang mahasiswa berasal dari 20 negara ini. Kesian juga tuh mahasiswa, haha.. EGP!!

Nah, akhirnya kelas berakhir juga euii.. tapi jangan salah.. Masih ada kelas satunya dan persiapan yang harus aku lakukan juga tidak lebih sederhana dari kelas pagi, tewas dah gua!!

27
Jul
08

I can not change your score!!!!!

Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

“I can not change your score”… Itulah kalimat terakhir yang tertulis di email yang di kirim oleh Professor Chen, aggrgrgrgrgrgrg… rasanya gimana gitu… Aku ngerasa kecewa sekali, tapi yah sudahlah.. “Sabar.. Sabar, kamu kan dah usaha, Dan..” Itulah kalimat yang muncul dari bibir semua teman-teman yang aku ajak diskusi tentang masalahku ini. Yupe, mereka benar.. harus SABAR!!!

Cerita ini sebenarnya bermula dari Spring Semester yang lalu, ketika aku “nekad” mengambil 5 Mata Kuliah, disela sela menemukan topik riset untuk thesisku nanti. Kenapa “nekad“? Karena rata-rata mahasiswa hanya kuat dengan maksimal 4 Mata Kuliah saja.. Nah, salah satu mata kuliah yang kuambil adalah Business Ethics and Information Security (BEIS), sebuah mata kuliah yang sangat menarik, karena membahas masalah Etika berbisnis dan juga teknologi informasi…

Mata kuliah ini diinstrukturi oleh Professor Victor Chen, yang merupakan Ph.D lulusan Hawaii, USA. Terus terang, aku sangat tertarik dengan mata kuliah  ini, aku selalu menampakkan mukaku dalam kelas, berdiskusi di dalam kelas dan semua tugas kukerjakan dengan sangat baik, karena memang persyaratan untuk mendapatkan nilai baik dari mata kuliah ini adalah Proposal riset, presentasi proposal, presensi dan aktifitas kelas serta presentasi hasil riset. Research project kukerjakan dengan baik  bersama Pablo (Bolivia), Fili (Israel) dan Khan (Vietnam).

Dalam bayanganku, minimal aku akan mendapatkan nilai di atas rata-rata, karena insya Allah semua prasyarat sudah kulalui dengan sangat baik, minimal 85-an keatas lah.. Itu yang muncul dalam otakku…

Dua minggu yang lalu, aku tanpa sengaja sedang mengurus sesuatu di IMBA Office, dan mataku tertuju pada sebuah pengumuman nilai… BEIS, hmmm.. langsung aja kucari nomor mahasiswaku.. Whats??? Cuma dapet dibawah 80???? Kulihat lagi satu persatu nilai yang lain… hmmm, ini nggak fair.. seruku dalam hati.. lulus sih lulus Bung (catatan: syarat lulus di IMBA minimal mendapatkan score 70), tapi… banyak mahasiswa senior yang nampakin batang hidungnya aja nggak pernah, bisa dapet nilai di atas 83?? bahkan ada yang cuma dateng, diem, duduk manis, senyam senyum, trus minggat waktu break, juga dapet 85??? hmmm…

Akupun langsung menuju ruangan Professor Chen di lantai 4, di gedung yang berbeda.. Kuketok pintunya sampe beberapa kali, tapi tak ada jawaban…

Akhirnya aku meninggalkan ruangan tersebut dengan rasa “gondok” luar biasa.. Astagfirullahal’adzim… Saking keselnya, hehe… (kesel kog, haha hehe, ya??)

Akupun menuju Research Room yang ternyata sedang rame sekali, ada Pak Badri, Pak Mungki, Mbak Dita, Mbak Ana serta kedua putra dan putri pasangan tersebut. Akupun bercerita mengenai masalahku tersebut dan merekapun hanya memberikan saran hal apa sebaiknya yang sebaiknya aku lakukan..

Siang itu juga kukirim email protes kepada sang Professor sebanyak dua kali dan aku minta untuk bertemu beliau, tapi sampe besok pagi belum juga ada jawabannya. Akhirnya, kuforward semua emailku itu kepada Silvia, IMBA Office Assistant yang biasa membantu mahasiswa untuk bertemu dengan Professor.. Alhamdulillah , Silvia banyak membantu dan akhirnya akupun bisa bertemu dengan sang Professor…

Take a sit.. Itulah kalimat pertama beliau kepadaku.. Kemudian Professor ini langsung mengambil lembar nilai dan menunjukkan kepadaku semua kriteria penilaian.. “Semua nilaimu sangat baik, namun ada hal yang membuatnya berkurang signifikan..” kuperhatikan satu persatu, kolom kolom penilaian itu.. Professor Chen pun menyambung pembicaraan dengan kalimat “presensimu nggak penuh”… tapi kemudian akupun langsung menyangkal bahwa aku selalu hadir di kelas dan selalu mengikuti diskusi“, tapi Professor bersikeras  bahwa ia hanya berpatokan pada laporan yang diberikan oleh Teaching Assistant, walaupun di belakang kalimatnya, dia  pun mengatakan.. “aku kenal siapa kau, kau sangat aktif di kelas, tapi faktanya..” atau mungkin kau lupa untuk sign attandance…” May be, Professor”, jawabku lirih…

Aku bertanya pada sang Professor, apakah jikalau aku mendapatkan bukti dari TA bahwa aku hadir dalam setiap pertemuan, maka Professor akan merubah nilaiku?? Dengan sigap si Professor ini menjawab: “tidak bisa!!! karena sudah diumukan dan telah masuk dalam data base penilaian universitas, dan regulasi di universitas, sekali nilai keluar pantang untuk diubah…”

To be honest, aku sangat kecewa, karena sebetulnya, kalau saja presensi itu lengkap, maka nilaiku akan mencapai 91.. Astagfirullah… Dengan gontai.. aku menuju keluar ruangan, dan mengucapkan terima kasih pada Professor Chen…

Keluar ruangan, aku langsung bertemu Iman, saudaraku yang akrab kupanggil Aam, yang kebetulan sejak tadi menungguiku di depan lift.. Aku cuma bilang.. “I really really don’t understand… So dissapointed, Am..” sembari menceritakan hasil pertemuanku dengan Professor itu…

Diperjalanan menuju dorm.. Wait.. aku tiba tiba teringat, kalau ada Professor yang diprotes oleh para students, karena tidak meluluskan lebih dari setengah kelas.. Yah, Professor Yang Yungnane, beliau mengajar Organizational  Behavior alias OB dan lebih dari setengah kelas tak lulus, kemudian beliau dipanggil Direktur Program untuk menjelaskan semuanya… Yang aku dengar sih, akan ada pertimbangan lain dari beliau untuk merubah nilai para students yang failed itu (walau kabar terakhir yang tersiar, permintaan untuk mengubah nilai itu, ditolak universitas).. hmmm, setelah sampai di kamar, secepat kilat aku menuliskan email kepada Pak Badri guna minta pertimbangan.. Alhamdulillah, responnya cukup baik dan ada beberapa saran yang bisa aku pertimbangkan..

Lalu kukirim juga email untuk Silvia dan menjelaskan segala sesuatunya.. dan Silvia menjanjikan untuk berdiskusi dengan professor Wu, yang juga adalah Direktur Program.. dan hasilnya.. No!!!! OB is so different case, Yordan..

Langkah terakhir… Kukirim kembali email untuk Professor Chen.. dan jawaban akhirnya adalah judul dari kisah ini… hoohhh!!! Beginilah kalau kuliah di luar negeri, tak ada tawar menawarnya… Regulasi.. ya regulasi… hehehee… Yaw dah, ngapain sedih… dah terjadi!!! Mending lupakan dan kerjakan tugas lainnya…

Benar kata Aam, “sudahlah Bang, kita ini calon orang tua, calon suami, calon pemimpin rumah tangga… MASAK KARENA BEGINIAN HARUS SEDIH.. KITA HARUS SABAR MENJALANI APAPUN, SEMUA PASTI ADA HIKMAHNYA…”

LAST SENTENCE: JAZAKALLAH FOR THE ADVISE, BRO…

11
Jul
08

Azman!!! Yordan!!!

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Hi Yorman, itulah kata yang muncul ketika Silvia membalas emailku… Kenapa Yorman sih?? Sebenarnya semua berawal dari banyak sekali orang di NCKU ini yang salah memanggil kami berdua. Azman dipanggil Yordan. Yordan dipanggil Azman.. Jelas jelas beda gito loh (ntar liat aja foto kita berdua dan bandingkan).

Kalau hanya sekali dua kali, manggil salah.. itu bukan masalah.. tapi kalau berkali kali dan banyak orang.. kan mboseni, hehehe.. Inilah daftar-daftar makhluk (yang kuingat) diantara sekian banyak yang memanggilku dengan sebutan Mantan Ketua BEM UI itu:

1. Jason, classmate dari USA.. Dia dengan tenangnya tiba tiba menyapa.. Hi, Azman how are you, long time no see?? (Lokasi di parkiran Dorm IMBA NCKU)

2. Silvia, Officernya IMBA NCKU, tiba-tiba teriak di officeAzman, Professor Wu already signed your course exemption application” (LOkasi: Office IMBA NCKU)

3. Boogie, Senior dari Mongolia, “Hi, Azman.. would you like to help me??” (Lokasi: Fitness Centre)

4. Garret, Classmate dari Ireland, Hi Azman.. (Lokasi Lantai I IIMBA NCKU)

5. Phuong, Senior dari Vietnam.. dia ceting dengan Azman tapi dia mengira itu aku.. dia bertanya.. what is the full name of IRD Professor?? Padahal yang ikut MK itu kan diriku dan dia grupmateku, kakaka.. (Lokasi dunia maya, halah opo iki)

6. Jeremy, Classmate dari Kanada.. Hi Azman.. whats up?? Sambil melambaikan tangannya kepadaku.. Maksud?? (Lokasi Kelas HRM)

7. Paola, Senior from Bolivia.. Azman, do you know him?? [sambil nunjukin kertas yang bertuliskan nama salah seorang Guru Besar salah satu PTN di Indonesia] (Lokasi IIMBA Office)

8. Ivan, Staff IIMBA Office… Azman, do you know where is the key of Harvard Room?? Gua cuma ngeliatin ni orang, dan rasanya pengen tak terkam mukanya, huahahaha… (Lokasi IIMBA Office)

9. Alvaro, Junior dari Panama.. Dengan sok akrabnya tiba tiba dia bertanya kepada Azman, Hi Man, where is the picture? Please sent to me? Do you take our picture when we were presenting yesterday, rite??” Padahal yang ngambil foto dia kan.. diriku… fiuh.. (Lokasi Research Room)

10. Trinh, Ph.D Student dari Vietnam… Azman, I got it, Nicholas teach me how to do that?? Lah, yang diajak ngomong kan aku, Azman aja duduknya jauh dibelakang..  (Lokasi Ruang 62201, Kelas Communication Network)

Pokoknya masih banyak yang lainnya. Agak sebel juga sih.. Nah, pertanyannya emang kita berdua semirip apa sih?? Perasaan gak ada dikit aja miripnya… Dan sebetulnya kan nama Yordan lebih mudah dari Azman.. terutama bagi teman teman western.. Tapi kenapa salah terus??? fiuh..

NB: Komentar ini akan terus bertambah, seiring berjalannya waktu, hehehe..


01
Apr
08

Cerita Sedih dan Bahagia Muktamar Formmit..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Mukatamar Formmit kali ini banyak sekali menyisakan kenangan manis buatku… Kerinduan akan semua saudara seagama terasa begitu terobati.. Bisa bermain dengan keponakan-keponakan yang lucu.. Tapi sekaligus juga harus kehilangan orang yang dihormati dan dikagumi.. Mulai dari Ikhsan dan Aisyah Hasymi, Aya Rahadian, Muadz Kusumawardhana, Pak Hendro dan Pak Tya, sampe Pak Agus Muntohar..

Namanya Ikhsan, Putra Pak Zulhendri Hasymi dan Bu Yessi.. Subhanallah anak ini akrab sekali denganku ketika berada di Muktamar.. Anaknya mudah lengket dengan orang lain, cerdas dan ganteng, hehehe.. Jadi pengen punya anak (halah Dan.. calon emaknya aja belom dapet, hihiihii jadi malu…). Ikhsan kuanggap selayaknya keponakanku sendiri selama di Mukatamar. Sebetulnya putri Pak Zul juga yang bernama Aisyah akrab denganku.. wuuhhh, gemesnya liat anak itu, cantik dan periang.. bahagia banged deket mereka..

img_2374.jpg

Aya.. aya wae.. Itulah panggilan putri Taiwan buah cinta Pak Mungky dan Bu Anna ini, sebetulnya sih, sudah sangat akrab denganku, karena sering ku gendong ketika bertemu, terutama kalo sedang sholat Jum’at di Masjid, pasti rebutan ma anak-anak yang lain, yeee.. maunya ama Om Yordan ya nak??. Aya juga punya sifat mudah akrab dengan orang lain.. so.. aku anggap kayak anakku juga.. Persis seperti aku menyayangi 4 keponakanku di Indonesia; Dewa, Raja, Arya dan Daffa..

sl370317.jpg

Nah, yang selanjutnya adalah Muadz, anaknya Mas Irdham Kusumawardhana. Wah, kalo yang ini udah kugendong.. Abi sama Uminya pun bakal ditolak, hahaha.. Muadz sangatlah aktif, ceria dan selalu ingin beraktifitas.. Gemes, kalo udah diajak jalan, trus duduk.. eh dia malah marah dan minta jalan lagi.. Muadz.. Muadz.. Capek, nak, hehehe…

100_2484.jpg

Selain bertemu anak-anak yang lucu, aku juga betemu dengan dua Presiden yang juga lucu-lucu (hehehe.. piss Bapak-Bapak) tapi yakin deh, kapabilitas dan kapasitas beliau berdua dalam keilmuan dan dalam menjalankan amanah.. hm.. jangan di ragukan sodara-sodara.. Pak Hendro Nurhadi, sang Dosen ITS.. (coba aja di lawan.. bakal dimarahin pake bahasa Jerman lo, hehehe..) dan Pak Setyabudi Indartono, sang Dosen UNY (Mo nyoba ngerjain?? bakal mati ketawa, karna balik dikerjain, hehehehe)

sl371124.jpg

Yang terakhir ini.. Pak Agus Setyo Muntohar, Ph. D. Dosen Jurusan Teknik Sipil UMY yang sangat baik.. Kampus beliau memang jauh dari kotaku saat ini, tapi beliau sangat memperhatikan perkembanganku, masih inget ketika beliau bilang.. “Bu Mutia pesan kepada saya untuk menjaga the Promising Scholar (antum)“.. Subhanallah, beliau tidak hanya sekedar punya perhatian, tapi juga punya jasa besar mengharumkan nama Indonesia, nama Islam, dan terutama nama UMY dengan lulus Doktor hanya dalam waktu 2,4 tahun.. dan penelitian beliau mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Republic of China.. Masih lekang di kepalaku, ketika semua media massa di Taiwan memuat foto ujian terbuka beliau untuk mempertahankan gelar Ph. D…

Tak hanya ini sebenarnya achievement yang beliau miliki, karena sesungguhnya beliau adalah salah seorang pendiri FORMMIT dan juga sekaligus pencetus ide PPI di Taiwan… Kemaren, ketika di Muktamar Formmit, beliau memberikan statemen perpisahan untuk kami semua, karena beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan program Post Doctoralnya dan akan segera meninggalkan negeri Formosa ini untuk kembali ke Indonesia.. Selamat Pak Agus.. Saya adalah salah seorang yang kehilangan sosok panutan seperti Pak Agus..

img_4084.jpg

dsc05965.jpg



Blog Stats

  • 177,304 hits
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tentang Aku..

  • None