Archive for the 'Taiwan-Islam' Category

07
Nov
08

Hari Hari Yang (Sebenarnya Tidak) Melelahkan…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Sebetulnya cerita ini sudah lama kubuat, sekitar 2 bulan yang lalu, tapi tersimpan rapi dalam tulisan yang belum diterbitkan.. tadi sore jadi gak sengaja ngebaca kalau Typhoon menyerang Jogja, meluluhlantakkan sekitar UGM, jadi inget sama artikel ini… fiuh..

Akh Yordan, kapan ke Kaohsiungnya?? Itulah pertanyaan yang berulangkali aku terima di YM-ku, pertanyaan itu berasal dari Pak Tya (Presiden FORMMIT). Aku jawab aja besok Sabtu, hehe… Yupe, Jum’at kemaren, memang kami, pasukan Ikhwan dari Tainan, Nantai dan juga Chia Yi bermaksud mengadakan iktikaf bareng di masjid Tainan. Alhamdulillah, setelah mengendarai sepeda berdua Iman, sampailah aku di masjid tepat jam 9 malam.

Sudah ada beberapa ikhwah yang ada di dalam masjid, baik dari Tainan, maupun yang lainnya. Semua berkumpul dalam ruangan masjid yang sejuk itu. Alhamdulillah, kita semua bisa berkumpul bersama sama untuk beriktikaf dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semalaman, sampai dengan sahur, sebagian dari teman teman ada yang sudah mulai tertidur, sementara aku masih terus berjaga sampai waktunya sahur tiba. Jam 3.30 waktunya kami sahur dan mulai menghabiskan semua makanan yang masing masing telah kami bawa.. Subhanallah, inilah ukhuwah, semua makanan itu dibagi bagi semua, yang tak membawa makananpun tak jadi soal, masjidpun mempersilahkan kami untuk memasak apapun bahan makanan yang ada di dapur masjid, jadi tak bakal ada yang kelaparan, hehe.. Alhamdulillah.. Allahu Akbar!!

Setelah Sholat Subuh, semua melanjutkan membaca Al-Qur’an masing masing dan untuk selanjutnya merebahkan diri di pojok masjid, tidur bertumpuk tumpuk dah, hehe..

Tapi anehnya sekuat aku memejamkan mata, sekuat itu pula, aku nggak bisa tidur.. Kulihat sahabat-sahabat yang lain sudah tertidur dengan pulasnya. Iman yang disebelahku saja, sudah lelap sekali tidurnya.. Subhanallah, kenikmatan tidurpun bahkan harus diyukuri bagi semua makhluk di dunia ini, terutama yang mengalami insomnia, hehe..

Tepat jam 8 pagi setelah membereskan segala sesuatunya, termasuk mematikan AC masjid, kamipun bergegas menuju kampus masing-masing. Aku, Iman dan Tsulusun harus mengendarai sepeda untuk menuju kampus yang jaraknya kira kira 45 menit melaju dengan sepeda.

Fiuh, sampe juga di kamar oi, setelah mandi aku pun bergegas mengaktifkan komputerku untuk mengecek email yang masuk, maklum.. Professor biasanya ngirim perintah inilah itulah, haha.. resiko jadi TA, Om.. Klik.. klik.. Bener khan.. Professor Yang meminta aku untuk mengikuti Training Belajar Mengajar yang akan diselenggarakan pada hari Selasa ini.. Sejak pukul 8 sampai dengan pukul 5 sore.. waaaaaaa…. Tapi ya Alhamdulillah, berarti kan bakal nambah ilmu, ya nggak seh, hehe…

Ternyata kalau soal email ke TA, nggak cuma Professor yang menuh menuhin… mahasiswa rameeeee banged yang tanyalah skejullah, yang mau drop lah, yang mau add lah, yang nggak liat link bahan paperlah, yang mau order buku lah.. pokoke ramai deh, hehehe.. Tapi ada banyak yang kalimat yang semuanya serempak dan satu suara.. “Please relpy my email, ASAP”, yaaaaaa…

Sampai juga waktunya Zuhur, setalah sholat Zuhur, Mbak DWW mulai ngebuzz… Dan, ayo neng KHH, piye tho?? Pak Tya ki bengang bengong neng Mesjid. Kujawab aja”, aku urung turu Mbak Yu, jam 2 ya??

Setelah kurang puas tidur selama 45 menit, akupun segera berbenah mempersiapkan keberangkatan ke Masjid Kaohsiung, bersama Mustofa (Gambia) dan juga Azman, kami menumpang kereta lambat yang murah selama kurang lebih 45 menit dan dilanjutkan dengan membayar taksi sebesar NTD 180 (konversi dewe neng rupiah, ra sah tekon tekon, males jawabe, haha). Alhamdulillah, sampai juga di masjid, dan ternyata sampai di ruang sidang, Pak Tya, sang Presiden FORMMIT sedang memberikan tausiyah pembuka bagi para peserta rapat. Sudah ada Rizki, Jaya, Pak Zul, Om Ratno, Pak Yusuf, Alief, Chipta, Mbak DWW dan haduh lupa gua, sapa ya namanya Ketua Kemuslimahan tengah, haha.. anak ASIA U itu.. pokoknya itu lah, hehehe.. lupa oi..

sdc10388Baru saja rapat dimulai, buka bersamapun tiba.. Alhamdulillah, senangnya. Rizki yang di daulat jadi MC menyatakan bahwa acara akan dilanjutkan setelah Tarowih dan akan berbentuk komisi komisi kecil.

Setelah menikmati buka bersama dan dilanjutkan dengan Isya dan Tarowih, acara sidang yang luar biasa dan penuh kegembiraan.. Penuh tawa namun sangat serius. Sidang dilakukan sampai menjelang sahur, dan selanjutnya tepat jam 3, kamipun membantu para ahli ahli masak masjid yang sudah menyiapkan beranek ragam masakan yang wow luar biasa euii…

Nah, sahurpun dimulai, tapi ternyata setelah sahur, acara sidang berlanjut.. ya….. mati gua.. setelah mandi dan sholat subuh, aku pun bergegas kembali menuju ruang sidang yang sudah rame dengan gelak tawa, karena tak kuat menahan kantuk, akhirnya aku turun menuju basement dan di sana akupun langsung menuju ke kasur yang memang disediakan untuk beristirahat.. 1 jam berlalu.. Nikmatnya karunia tidur. Setelah itu, kembali aku menuju ke ruang sidang dan… sidang baru selesai tepat jam 11 siang. Allah, capeknya…

Tepat jam 3 kan aku janji untuk menghadiri buka bersama Forum Komunikasi Keluarga Besar Warga Indonesai di Taiwan (FKKBWIT) sekaligus menyampaikan ceramah pengantar buka puasa di kota Sanhua. Akhirnya, bertiga dengan Mbak DWW dan Mustofa, akupun sampai juga di Tainan.

Setelah Ashar, aku serta beberapa mahasiswa lainnya, harus berangkat ke Sanhua dengan kembali menggunakan kereta. Hari itu, Super Tyhpoon sedang mengunjungi kota kami, jadilah hujan badai sampai dengan angin ribut yang kencang menggoyang goyang tubuh kami, terasa seperti di tendang tendang orang dari belakang, hehe.. Wuih, kalau aja tau kondisinya di wilayah utara.. Typhoon ini betul betul meluluhlantakkan sebagian besar fasilitas umum, besi besi beterbangan, dan lain lain, pokoke rame deh, hehe… Tapi yang namanya buka bersama gretong dengan masakan ala Indonesia, yang namanya student ya tetep aja student, hahaha…

Jam 5 sore kami pun sampai di tujuan, tentunya dengan tetap berhujan hujan ria menggunakan mantel.. Payung?? Bisa patah mematah, Om.. Anginnya aja bisa menghantam badan sampe terasa babak belur, apalagi cuma sekedar payung, haha.. Ternyata lokasi yang disedikan panitia cukup lur biasa juga.. Semacam lapangan parkir, beratap, namun sudah diberi alas semacam plastik plastik jerigan besar yang cukup tinggi dari permukaan tanha, sehingga para peserta buka bersama tak kan kebasahan..

Karena badai terus menghantam, akhirnya acara baru dibuka tepat jam 5.30 sore.. Sambutan sambutan, qasidahan.. makan waktu juga deh sampai dengan buka bersama.. AKhirnya panitia memutuskan, bahwa tausiyah akan disampaikan setelah sholat magrib, setelah sholat berjamaah dengan kondisi angin yang ruar biasa mengerikan.

st831162

Setelah sholat akupun dipersilahkan memberikan tausiyah kepada para TKI TKI yang luar biasa ini. Sekitar 70 orang TKI sudah menikmati hidangan makanan


Advertisements
02
Sep
08

Barokah Romadhon..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Jum’at yang lalu, ketika selesai melakukan sholat di masjid Tainan, seperti biasanya, kami para mahasiswa Muslim Indonesia berkumpul di ruang pertemuan di lantai 2 masjid. Tiba tiba kami di sapa oleh seorang yang sudah sangat kami kenal wajahnya.. Mr. Ali yang berasal dari Pakistan, beliau mengatakan bahwa akan ada buka bersama free, selama Romadhon di Rumah Makan Halal “Ali Baba” yang yang merupakan rumah makan milik salah seorang India Muslim yang telah bermukim di Taiwan ini. Please come to ALi Baba Restaurant, Brothers.. Ask at least 10 persons.. “.

Weks.. minimal 10 orang lo, hehehe.. Alhamdulillah…. boro boro mau makan di sono, kepikiran aja nggak.. Mahal oi.. makan satu porsi yang paling murah aja 60 rebu, belum nambahnya, hehehe…

Di hari pertama, ternyata Dika, dan tiga mahasiswa baru di STUT, yaitu: Edo (alumni ITB), Anas (alumni UNPAD) dan Slamet (alumni IPB) sudah merasakan servis dari RM itu, akhirnya di hari kedua Ramadhan tadi sore, aku bersama 9 teman teman NCKU lainnya akhirnya menginjakkan kaki juga di RM itu.. Jadilah pasukan bersepeda di kawal pasukan bermotor segera menuju ke RM yang berada sekitar 10 menit perjalanan dari kampus kami itu..

Waktu memarkir motor, aku tiba tiba di sapa seorang perempuan Taiwanese yang berbahasa Inggris dengan dialek China. Dia bertanya berapakah jumlah yang datang.. Kujawab saja ada 10 orang.. Aku agak gugup juga sih, jangan-jangan dia fikir kita mau beli nih, hehehe.. Dengan agak gugup aku bercerita kepadanya kalau kami diundang untuk berbuka gratis di Ali Baba oleh Mr. ALi, dan  gadis itupun tersenyum sambil mengatakan, I knew it!!!

Alhamdulillah, dia melayani kami dengan sangat baik, mulai dari menuangkan minuman, membagikan makanan, sampai dengan menunjukkan ruang sholat..

Alhamdulillah, barokah Romadhon.. Kalau nggak karena Romadhon, mana pernah aku dan teman teman makan di tempat semewah itu, cekak euii, hehehe…

Oiya, berikut foto foto urutan menu yang disediakan di RM ini.. Sebenarnya, masih ada lagi sih minuman jahe hangat yang disediakan setalah sholat magrib berjama’ah, tapi karena aku harus menuju ke IIMBA Office (guna mencari sepiring nasi dan sesendok emas, hehehe), Finally, aku harus ngabur duluan dari RM ini bersama Mas Ely..

02
Sep
08

Ramadhan Kedua di Taiwan

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban.. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.. Itulah kata yang ingin kuungkapkan guna menyambut bulan suci penuh barokah dan maghfiroh ini…

Diawali dengan rencana dari panitia kecil di bawah bendera FORMMIT Selatan, aku dan beberapa teman-teman mahasiswa di NCKU, STUT, dan NCYU menginisiasi acara Ramadhan Ceria yang insya Allah akan kami semarakkan dengan berbagai kegiatan, antara lain: Buka, sahur dan Tarowih bersama yang akan diselenggarakan di Dormitory Sheng Li 6 NCKU…

Ramadhan kali ini adalah Ramadhan keduaku di negeri orang (halah gayane, hehehe..). Ramadhan di Taiwan memang beda.. Di sela sela kesibukan kuliah, ngelab dan ujian, kami juga menyiapkan fisik dan jiwa kami untuk bertemu dengan bulan yang penuh rahmat dan magfiroh ini.

Cerita dimulai dari seminggu yang lalu, menuju ke Final Exam-nya mata kuliah Managerial Accounting, yang akan di laksanakan pada tanggal 31 Agustus 2008. Kami, saya dan Azman setiap hari harus berjibaku dengan buku MA yang tebalnya tak kurang dari seribu lembar itu. 15 bab oi.. gimana nggak puyeng tewas, hehehe.. disamping itu kami berdua sama sama tidak memiliki background ekonomi, jadi ya?? Pasrah pada nasib, hehehehe..

Di hari Rabu sampai dengan Sabtu malam, kami berdua selalu belajar di Research Room sampai menjelang subuh, setelah sholat subuh lalu kami melanjutkan tidur. Lokasinya?? berbagilah… kalau kursi sofa panjang empuk dibagian depan itu bagianku, sementara Azman lebih suka tidur di musholla yang berada di bagian belakang research room.

Pernah deh ada kejadian memalukan.. Setelah sholat subuh, aku dan Azman kan menempati peraduan masing masing (halah opo iki), trus tau tau waktu aku bangun, kulihat.. maaak, jam 10 pagi?? suasana reseach room sudah rame, kayaknya pada mulai belajar untuk persiapan exam accounting… Waktu bangun dari sang sofa, semua pada ngeliatin aja, trus senyum.. hmm, aku cuma meringis, setelah nyawa ngumpul semua.. aku mikir, apa tadi tidur aku ngorok ya?? hahahaha.. wis, lupakan lah, cuek bebek.. Setelah ke toilet untuk mencuci muka, akupun pulang ke kamar..

Begitulah sampai dengan hari ahad tanggal 31 pagi, kami terus belajar dan Alhamdulillah ketika ujian, lancar lancar saja.. Malamnya, tepat jam 21.30 kami, sekitar 10 mahasiswa Muslim Indonesia sudah mulai mengerjakan sholat tarowih berjamaah, Imam dan kultum dipimpin oleh Azman, sebagai Ketua FORMMIT Selatan. Banyak nasehat yang dia berikan menjelang hari pertama puasa kali ini.

Tepat malamnya, aku tidur sekitar jam 2 pagi dan kuhidupkan alarm tepat jam 3 pagi, jam 3 pagi. aku mulai masak keperluan sahur, karena kebetulan aku, Azman dan Mas Ely secara guyub (opo meneh iki, hehehehe) masak bersama dan akulah chef-nya, haha..

Setelah sholat subuh berjamaah, kamipun melanjutkan ritual selanjutnya… Apaan tuh?? TIDUR!!! hehehehe..

Saatnya mengarungi Lautan Impian di kasur tercinta…

Jia You!!!

28
Aug
08

Servis…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Selasa kemaren, aku kembali menemui Miss Lin, ingat kan siapa beliau, di serial insiden keselelo, hehehe.. Aku kembali menemui sang Resident Counselor ini, karena ada mahasiswa Muslimah tahun kedua yang meminta kepadaku agar mengusahakan dipindah ke kamar lainnya, karena merasa tak nyaman ketika beribadah, hal ini disebabkan oleh perbedaan agama dengan dua orang roomate-nya. Yah, begitulah kalau hidap di negeri Muslim minoritas, harus berjuang dan berjuang untuk tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Sabar ya Ukhti..

Kuangkat gagang telfon kamarku, kuhubungi nomor ekstensi ruangan Miss Lin.. Can I speak with Miss Lin?? Itulah kalimat yang kuajaukan ketika ada petugas di office yang bertanya tentang keperluanku.. Setelah berbicara dan meminta waktu akhirnya aku menuju ke Lantai 3, Gedung Yunping itu.

Miss Lin dengan sigap menyediakan kursi bagiku untuk duduk dan membantu beliau dalam meng-arrange kamar bagai mahasiswa Internasional. Bayangkan oi, dormitory yang jumlahnya sekitar 10 gedung, tiap gedung 10 tingkat, setiap lantai berisi 11 kamar, semua berada di data basenya Miss Lin. Aku bisa sangat berempati dengan beliau, ketika tahun lalu aku yang baru saja datang ke NCKU, tiba tiba di masukkan di kamar yang telah dihuni oleh orang India. To be honest, ada beberapa hal yang membuat aku akhirnya memaksa Miss Lin untuk memindahkan aku dari kamar itu.. Baunya uei.. hehehe.. tapi Miss Lin waktu itu bersikeras, untuk tetap tidak memindahkanku dari kamar itu…

Alhamdulillah, Pak Mungki yang dulunya tinggal di kamar sebelah, saat itu berada di apartemen beserta istrinya, sehingga kamar beliau kosong… Selama beberapa bulan, aku berada di kamar beliau, hehehe.. Jazakallah Pak Mungki.

kembali ke Miss Lin, beliau bertanya… kenapa dia mau pindah Dan?? Akupun sedikit bercerita, bahwa flat tersebut seringkali dimasuki oleh laki laki, sehingga sang Muslimah ini, merasa sangat tidak nyaman. Miss Lin lalu bertanya tentang mengapa Muslimah harus menggunakan jilbab, kujelaskan satu persatu alasannya dengan beliau. Beliau mengangguk anggukan kepalanya. Tapi ada satu pertanyaan yang membuat aku sedikit tertawa.. Miss Lin berkata begini, “Saya heran, dan.. kalau tidur susah ya Muslimah itu?? Ntar kalo kepala atau mukanya kena jarum dijilbabnya gimana??” hihihihi.. Kujelaskan kembali kepada beliau mengenai hal tersebut.

Sekitar 30 menit, kami mengurusi masalah data base mahasiswa Muslim Indonesia, terutama kamar untuk sang Muslimah ini. “Ada tiga alternatif kamar, dua kamar di lantai 10 dan satu kamar di lantai 8, tepatnya 809“, ujar Miss Lin. “Tapi, kamar itu sebenarnya saya siapkan untuk transit mahasiswa baru yang kemalaman sampe di dormnya, mungkin akhir September baru bisa ditempati“, lanjut Miss Lin. Hmm.. oke, nanti aku bicarakan dulu kepada anak anaknya.. Belum selesai aku menjelaskan maksudku…Tiba-tiba ada seorang mahasiswa lokal, sepertinya undergraduate, yang datang dan mendekati Miss Lin, aku lihat dia menggunakan alat bantu pendengaran. Miss Lin berucap, “sebentar ya Dan??” Akupun mengangguk tanda setuju.

Miss Lin pun bertanya dengan sangat ramah dengan anak tersebut, dan ternyata anak tersebut membawa secarik kertas yang sudah ditulis mengenai keinginannya. Miss Linpun menjawab, namun sepertinya si anak ini sulit sekali menangkap suara… Miss Lin mengambil secarik kertas dan menuliskan jawabannya, lalu sang mahasiswa kembali menuliskan kalimatnya di kertas, terkadang sang mahasiswa bertanya langsung, dan kembali.. Miss Lin dengan sangat sabar menorehkan kalimat demi kalimat di kertas tersebut dan itu berulang ulang terjadi selama hampir setengah jam… Lalu setelah selesai, si Anak tadi keluar dengan muka yang kelihatan gembira sekali.

Luar biasa fikirku, kalau aku jadi Miss Lin belum tentu sesabar itu… Ketika kutanyakan beliau menjawab, “menservis mahasiswa itu adalah bagian dari keungggulan sebuah universitas, Dan..” Aku sedikit terkagum juga dengan kalimat beliau ini.

Belum selesai kami berbincang, datang lagi Sanchita Panja, classmate ku yang berasal dari India. Karena baru saja operasi maka Sanchita meminta kepada beliau untuk dicarikan kamar khusus baginya. Lagi lagi Miss Lin melayani dengan tersenyum. Baru saja Sanchita keluar, seorang mahasiswa asal Inggris, tiba tiba masuk dan meminta bantuan beliau. Dan beliaupun segera menyelesaikan masalah cewek berambut pirang tersebut.

Hebat!!! gumamku dalam hati. Begitu besar perhatian mereka akan arti kata servis. masih ingat juga dikepalaku, ketika beberapa hari yang lalu, aku membantu Mbak Dini, mahasiswa baru di jurusan Teknik Lingkungan, untuk mencarikan data Professor di jurusannya. Kemudian ku ajak dia ke IMBA Office, untuk meminjam telefon guna menghubungi jurusan yang dia tuju tersebut. Baru saja masuk ke ruangan IMBA, Tiffany yang melihat Mbak Dini langsung berujar, “Yordan, would you like to make a cup of tea for your friend?”, aku agak kaget juga, aku kan belum memperkenalkan Mbak Dini, gumamku dalam hati, tapi langsung aja aku buatkan secangkir teh panas buat Mbak Dini, hehehe…

Kembali ke ruangan Miss Lin, selagi Miss Lin melayani tiga orang tadi, sebenarnya aku melihat lihat data base yang aad di komputer beliau. Setelah melihat lihat ada beberapa mahasiswa Muslim yang belum tercantum di raungan yang diinginkan, akupun langsung meminta beliau memasukkan nama-nama mahasiswa baru Muslim untuk ditempatkan di kamar para mahasiswa Indonesia lainnya, terutama yang satu agama. Tercatat nama Mas Ely, Mas Bayu dan beberapa mahasiswa Muslim lainnya belum ada dalam data base beliau dan ditempatkan di sembarangan kamar….

Alhamdulillah selesai juga.. Diakhir.. Tiba-tiba tiba Miss Lin bilang.. “Dan, boleh tanya?? kamu dibayar berapa sih ngurusin yang beginian, kog mau susah ngurusin orang lain??” Akupun hanya tersenyum dan mengatakan… “Inilah hebatnya agama Islam Miss Lin?? Jikalau saya tau bahwa seseorang itu Muslim, dia akui Allah sebagai tuhannya, maka dia adalah saudara saya?? dan saya wajib membantu saudara saya yang memang mebutuhkan bantuan, diminta ataupun tidak diminta..” Beliau berujar..“wow.. interesting.. how wonderfull your religion, Islam!! There is no religion like yours…” Yeah, like that, gumamku..

“Oke Miss Lin, Thank you very much“, ujarku beranjak dari kursi.. “wait.. Wait Yordan!! “This is for you, what is that??“, kataku cepat.. Ini Sun Moon Cake, khusus saya kasih untukmu lah, karena kamu sudah membantu saya dalam menangani masalah kamar yang complicated ini, seharusnya tiap negara punya perwakilan seperti kamu yang mau berjuang demi teman temannya, take it.. Akhirnya, kuambil juga tu kue.. lumayan eui.. di toko toko mah mahal, Alhamdulillah… Di kamar kumakan tu kue dan huuuuu, uenaaaakkk rekkk…

Nah.. dari cerita di atas.. Ibroh yang bisa kuambil hari Selasa kemaren adalah “Servise”, itulah memang kata kunci yang aku pelajari selama kuliah di Taiwan ini. Orang-orang Taiwan ini benar benar menservis mahasiswa dengan sangat baik, mereka juga berusaha menampilkan image yang berkesan bagi para mahasiswa Internasional.

Professor di tempatku kuliah juga sangatlah sederhana dan akrab dengan para mahasiswanya. Padahal mereka semua adalah Ph.D lulusan USA san UK, tapi mereka benar benar menjaga kedekatan dengan para mahasiswanya, Masih kuingat ketika pulang kuliah Managerial Accounting, aku langsung menuju ke parkiran sepeda, aku menengok disebelahku, Professor Wu Tsing-Tzai, sedang membuka gembok sepedanya.

Ph.D lulusan USA yang punya segambreng gelar sertifikasi dunia dalam bidang akunting itu (mulai dari CPA, CMA, CIA, CBA, CFSA dan teman temannya, haha,.. Kepanjanganne cari dewe yo?? Males, hehehe…), dengan santainya berucap..“See you every body” sambil mengayuh sepeda beliau.. hoohh… Serasa terbang!!!! Padahalkan biasa aja kale, hehehe… Iya sih, kalau di sapa Professor mah biasa disini, tapi kalau di sapa Professor sambil naek sepeda?? Jarang jarang ueii, haha… Keramahan seorang Professor kan bagian dari servis universitas juga, Bung??

Aku sempat berfikir, kalau prinsip getok tular di jawa kan luar biasa untuk menarik minat konsumen. Nah, mungkin prinsip itu jugalah yang dilakukan oleh Miss Lin dan officer di Taiwan ini untuk mendapatkan simpati dari para konsumen internasionalnya, yaitu kami para mahasiswa internasional dari 33 negara….

SERVIS…

04
Aug
08

Surat Hari ini (Al-Anfaal..)

Surat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al Anfaal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat Ibnu Abbas r.a. surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.Pokok-pokok isinya:

  1. Keimanan: Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman dan melindungi mereka; menentukan hukum-hukum agama itu hanyalah hak Allah; jaminan Allah terhadap kemenangan umat yang beriman; ‘inayat Allah terhadap orang-orang yang bertawakkal; hanyalah Allah yang dapat mempersatukan hati orang yang beriman; tindakan-tindakan dan hukum-hukum Allah didasarkan atas kepentingan umat manusia; adanya malaikat yang menolong kaum muslimin dalam perang Badar; adanya gangguan-gangguan syaitan pada orang-orang mukmin dan tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin; syirik adalah dosa berat.
  2. Hukum-hukum: Aturan pembahagian harta rampasan perang; kebolehan memakan harta rampasan perang; larangan lari/mundur dalam peperangan; hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam; kewajipan taat kepada pimpinan dalam perang; keharusan mengusahakan perdamaian; kewajiban mempersiapkan diri dengan segala alat perlengkapan perang; ketahanan mental, sabar dan tawakkal serta mengingat Allah dalam peperangan; tujuan perang dalam Islam; larangan kianat kepada Allah dan Rasul serta amanatnya; larangan mengkianati perjanjian.
  3. Kisah-kisah: Keengganan beberapa orang Islam mengikuti perang Badar, suasana kaum muslimin pada waktu perang Badar, sebelumnya, sesudahnya dan waktu perang berlangsung; keadaan Nabi Muhammad SAW sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau; orang yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad s.a.w.; kisah keadaan orang kafir musyrikin dan Ahli Kitab serta keburukan orang-orang munafik.
  4. Dan lain lain: Pengertian iman, tanda-tandanya dan sifat-sifat orang yang beriman; sunnatullah pada seseorang dan masyarakat.

26
Jul
08

Ya Robbi…


Kusut dalam Hening

Mencari Titik Temu

Bersujud Tengadah

Pasrah di Ketakberdayaanku

Perlahan KAU hadir

Menggeletarkan sukmaku

Yang Menangis, Hampa dan Semu…

Bahagia Terjawabkan ya Allah..

Ya Robbi…

Aku tak kuasa meminta apa

KAU-lah Maha Tau segala

Kejujuran Hidup..

Kedamaian Kekal abadi…

Robb.. Izinkan Aku Menjadi HambaMU yang Sesungguhnya…

Continue reading ‘Ya Robbi…’

24
Jul
08

Tablig Akbar Bersama Neno Warisman…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Malam 12 Juli 2008, aku dikontak oleh Bu Dewi, salah seorang mahasiswa NCKU yang kebetulan mengurusi aktifitas Dawkah di wilayah Selatan Taiwan. Bu Dewi memintaku untuk membawakan sebuah acara Tablig Akbar yang akan diselenggarakan oleh Ikatan Warga Muslim di Taiwan atau yang lebih dikenal dengan IWAMIT Kaohsiung dan kali ini mereka menghadirkan Ustadzah Neno Warisman.

Agak kaget juga karena dipasangkan dengan Rizki Ramadhani, alumni UI yang saat ini juga sedang melajutkan studinya di Universitas paling bergengsi di ROC ini. Hmmm, kenapa cowok semua ya?? Alasannya, karena Imam Masjid Kaohsiung sendiri tidak mengizinkan jikalau pembawa acara di masjid berbeda jenis kelamin. Jadilah akhirnya kami berdua yang diminta teman-teman IWAMIT.

Pagi jam 6 Waktu Taiwan, aku berangkat menuju Kaohsiung bersama Azman. Ceritanya aku kayak asistennya Ketua Formit Selatan nih, hehehe..

Jam 7.30 kami sampai di Main Station kota Kaohsiung setelah kurang lebih 45 menit berada di kereta dari kota Tainan. Wuihh, inilah kereta termurah yang pernah kunaiki di Taiwan ini, tapi jangan tanya deh fasilitas dan kenyamanannya (see the picture).. weleh, kog malah ngomongin kereta..

Lanjut!!!! Nah, kamipun seterusnya naik bis menuju Masjid Kaohsiung, dengan membayar hanya NTD 12, kami pun melenggang menaiki bis yang berjudul “88” ini, hehe.. weits, sampe depan masjid kami siap siap turun, tapi kog malah nggak berenti berenti juga, eh udah agak jauh dari masjid, kamipun kamipun langsung menuju pintu bis, dan si sopir membuka pintu yang otomatis itu sambil bicara yang kira kira artinya begini “kalau mau berenti seharusnya pencet bel dong“, hehehehe.. “Dasar  emang katro ni kita berdua, rutukku dalam hati..”.

Sampe juga deh di masjid, panitia sudah mulai berkumpul, begitu juga para tamu undangan sudah ramai memenuhi masjid dan pelatarannya. Setelah melalui banyak acara dan sambutan, akhirnya sampai juga giliranku dan Rizki membawakan acara. Alhamdulillah, chemistry-nya cepat sekali dapat dengan Rizki, mungkin karena dia udah biasa ceting denganku ya?? hehehe..

Bu Neno Warisman, Subhanallah, beliau luar biasa sekali dalam memberikan tausiyah kepada kami semua, mahasiswa dan para pekerja Indonesia di Taiwan.

Akhirnya, tepat pukul 5 sore, acarapun berakhir. Alhamdulillah, Barokallah Mas Taufik dan teman-teman IWAMIT, atas kesuksesan acaranya..

Allahu Akbar!!!




Blog Stats

  • 177,304 hits
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tentang Aku..

  • None