Archive for the 'Orang Yang Ada Dihati..' Category

04
Apr
09

Hackervocade atau Advohacker??

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Dua kata itu sering sekali kupasang di yahoo Messanger-ku ketika online, ada apakah gerangan?? hehehe.. Tepat tiga minggu yang lalu, istriku mengabarkan bahwa dia positif hamil, dan telah menginjak usia kehamilan selama tujuh minggu… Allahu Akbar, bahagia sekali rasanya mendengarnya.

st830037Subhanallah ya, Allah memberikan kami barokah yang tak henti-hentinya, mulai dari pernikahan yang dimudahkan, banyaknya tamu yang hadir, banyaknya teman-teman yang berkunjung dan mengucapkan selamat, meskipun tidak datang pada hari H, sampai dengan beberapa teman-teman mahasiswa di Taiwan yang dengan susah payah memberiku kado pernikahan, dan yang Subhanallah lagi, salah satu pemilik warung Indonesia terbesar di Taiwan juga memberiku ucapan sekaligus memberi… hmm, tak perlu disebut nominal ya?? hahaha ntar ngiri lagi, hihi..

Terakhir ini adalah calon hackervocade kami ini, kenapa sih hackervocade? atau kenapa sih Advohacker, sebenarnya lebih pada karena Ibunya ingin sekali anak kami nanti menjadi seorang hacker, sementara aku sendiri menginginkan dia menjadi ahli hukum, “yah sudahlah bagaimana kalau digabung aja?? Dia jadi hacker tapi sekaligus faham cyber law?? atau sebaliknya dia boleh menjadi advokat tapi juga menguasai dunia hacker, gimana??” begitulah gumamku kepada istriku, ketika kami sedang mengerjakan tugas harian kami (ber-ceting ria berdua, hahaha..) di siang itu??

Yah, itulah.. sekelumit kebahagiaan kami berdua, terlebih dengan akan hadirnya calon hackervocade kami ini.. Subhanallah.. Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!

Barokallah ya istriku.. Surgamu menanti para Ibu yang senantiasa ikhlas dalam menjalankan tugas sucinya…

Advertisements
14
Aug
08

Kangen Kos Kosan Tercinta…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

“Bang, semalem kita (aku, Doddy ama Danang) ke rumah Ibu lo??, Katanya kamu dua minggu yang lalu telfon Mbak Siti ama Bapak ya??”

Itulah sepenggal kalimat dalam cetinganku dengan Amri, Kamis siang kemaren. Amri salah seorang temanku pada saat di Jogja, tepatnya sih teman kos, hehehehe… Bercerita tentang kos, aku jadi kangen banged lo.. Aku ceritain ya?? Sebenarnya aku mulai kos sejak kakakku yang kedua menikah di tahun 2002, dulunya kami berempat tinggal disebuah rumah mungil di perbatasan Kota Jogjakarta. Terus terang aku bersyukur banged mendapatkan kamar kos yang menyimpan banyak kenanagn itu.

Kos milik Pak Abdul Azis ini memang luar biasa, selain lokasi yang dekat dengan kampus, sekitar 5 menit jalan kaki, kos kosan ini juga bersebelahan dengan masjid , yang sebenarnya sih memang bagian tanahnya Pak Kos sih, hehehehe.. Selain itu, keluarga Bapak kos juga sangat baik dan ramah terhadap para penghuni kos. Bapak memiliki 3 orang putri. Bapak tinggal di sebuah rumah utama bersama Ibu dan anak bungsu beliau yaitu Mbak Inung yang kelak kemudian hari menikah dengan salah satu penghuni kos.. Jreng.. Yang pasti bukan aku lah, hehehehehe…

Di belakang rumah Bapak ada sebuah rumah lagi yang ditinggali oleh anak pertama beliau, yaitu Mbak Siti, Mas Bani dan kedua putri mereka yaitu Tika dan Afi.. Nah, kos kami berada di samping rumahnya Mbak Siti.

Aku ingat sekali sejak awal aku berada di kos itu, semua orang menyambut baik sekali.. Ada Mas Ewin, Doddy, Eliyus, Anton, Sugeng, Danang, Amri dan Ferdy. Semua teman teman yang baik dan menyenangkan. Tahun berganti, satu demi satu mulai meninggalkan kos. Dimulai dari Eliyus yang memutuskan pindah ke tempat saudaranya, kemudian Mas Ewin yang menikah, disusul oleh Mas Sugeng yang juga menikah (disinilah serunya nanti, hehehhe..) serta Ferdy yang mendirikan usaha kursus anak Islami.

Begitulah suka duka bersama dalam kos kosan… Yang paling menyenangkan adalah bentuk perhatian keluarga Bapak dan Ibu yang luar biasa kepadaku dan teman teman. Dimulai dari ulang tahunku yang setiap tahunnya pasti dirayakan dengan dibuatin kue tart besar oleh Mbak Siti… Allah, betapa menyenangkannya hari hari itu… (Sekarang daku tanya?? Ada nggak pemilik kos kosan yang mau ngerayain ultah penghuninya?? hehehe.. Jarang-jarang kan?? Tapi kayaknya memang aku adalah anak kesayangan Pak kos sih, hahaha.. Soalnya yang paling sering dibuatin aku je.. PEDE mode on..)

Atau jadi inget juga waktu aku wisuda, Ibu membuat bancakan, berupa nasi tumpang lengkap dengan semua lauk pauk dan beliau mengundang semua keluargaku dan juga orang orang sekitar untuk menikmati makan bersama demi merayakan wisudaku itu… Subhanallah ya… ada orang sebaik keluarga mereka ini??

Oiya, jadi inget kalo Ibu sedang panen buah.. Biasanya Ibu pasti ketok pintu kamar.. “Mas Yordan, ini ada sirsak lo?? atau Mas Yordan, ada Matoa tempatnya Mbak Siti.. “ atau “Ikan di kolam itu udah besar besar Mas Bani, diambil saja, biar dibakar anak anak“…. Satu lagi, kalau ada ronda malam, kami sengaja tidur malam semua, karena pastilah Ibu akan menawarkan kue buatan beliau yang sedianya untuk yang ronda, namun kebanyakan. Nah, kamilah yang menghabiskan sisa kue yang memang sengaja dibuat banyak, hahaha.. Dasar anak kos tak tau diri!!!

Khusus Ramadhan.. Wah, Subhanallah.. Ibu kos kami yang juga seorang guru SD ini, pasti menyediakan sahur dan buka gratis di awal awal Ramadhan.. Hemat deh, hehehe… Kalau Idul Adha, kami para anak kos pasti bakal menikmati tradisi panggang sate bersama, weleh.. enaknya…

Btw, mengingat-ingat tentang teman teman kos, aku bisa ceritain siapa deh mereka deh:

1. Mas Ewin, nama lengkapnya sih Erwin Saleh. Beliau lulusan HI FISIPOL UMY. Beliau ini yang tertua pada saat aku berada di kos. Mas Ewin adalah Direktur salah satu Baitulmattamwil yang cukup terkenal dan sangat berkembang di Jogjakarta, BMT Tamzis namanya (Promosi dikit lah.. dikasih royalti gak ni Pak?? hehehe). Suami dari Mbak Ana, yang menurut cucu Pak kos mirip Ferdy Hasan ini sangat sibuk bekerja. Mulai jam 7 pagi beliau sudah berangkat sampai dengan jam 5 sore. Selanjutnya baru deh, kam bisa ketemu atawa berkumpul di depan kamarnya yang memang disediakan kursi bambu dan kayu. Saat ini Mas Ewin sudah menikah dan memiliki seorang putri cantik. Beliau tinggal di Gamping, Sleman dan Alhamdulillah kayanya usaha beliau makin maju deh..

2. Elyus Dwi Rohmanu, itulah nama lengkapnya. Sarjana HI FISIPOL ini satu angkatan denganku, sangat aktif beraktifitas dibidang sosial kemasyarakatan. Asli Cilacap dan kayaknya masih sibuk aja deh di LSM-nya.

3. Sugeng Budi Upoyo atau yang sering kami panggil SBU. Sang pencuri hati Mbak Inung, anak bungsunya Pak kos. Dulunya sering ejek-ejekan sih, untung setelah dia menikah kami semua sudah pada melarikan diri, kalo nggak?? tamatlah riwayat kami di tangan landlord baru yang satu ini, hehehehe.. Mas Sugeng asli Banyumas. Jadi kalau mau belajar ngapak?? Hmm, he is the expert, hehehehe.. Sarjana Pendidikan Islam ini sekarang beserta istri menjadi guru di kampung kelahirannya.

4. Anton Ediyanto. Wonosobo punya deh, hobinya menghilang, pulang pulang pasti bercerita tentang praktikumnya yang gagal. Mulai dari pohonnya yang patah, akar yang tercerabut, pohon membusuk, weleh weleh.. Maklumlah dia memang Sarjana Pertanian sih, hehehehe.. Tapi ada satu hobinya yang luar biasa, tapi jangan ditiru ya?? Kalo mandi, Anton ini bisa ngabisin waktu 1 jam euiii.. untung kamar mandi kos ada dua.. Kalo nggak??? Satu lagu, Anton ini pecinta semua yang barbau klasik.. Mulai dari baju, sepatu ampe lagu… Tanya deh ama dia semua lagu jaman jebot… NYARIS HAFAL SEMUA…

5. Ferdian Adi Prasetyo. Mantan Ketua SKIF ISIPOL ini, luar biasa juga. Teman satu angkatan yang sangat fluent berbahasa Inggris ini sangat istiqomah sama kuliahnya (karena sampe sekarang aja belom kelar kelar juga skripsinya, kekeke, jangan marah ya Akhi…). Eits, tu nggu dulu ya.. jangan salah, dia orang yang sangat bertanggungjawab dan pekerja keras lo, sejak mahasiswa dia mendirikan lembaga kursus bahasa Inggris khusus bagai anak anak Muslim. Hasilnya, just see in the Bugisan Road. Salute for you, Akhi….

6. Doddy Arief Rochman. Penghuni kos paling ganteng, tiada duanya deh kata cewek-cewek, hehehehe.. Penyandang double degree, yaitu: Sarjana Komputer sekaligus Sarjana Komunikasi yang menurut banyak orang seganteng bahkan lebih ganteng dari Rio Febrian ini adalah penghuni kos paling trendy, paling gawul, paling keren, pokok e fisik top markotob deh, hehehe… Kalau mau tau trend terbaru.. Dialah Makhluk Tuhan Yang Paling Up to Date, haha.. Doddy, yang juga gape maen basket ini adalah salah satu temanku yang terakrab di kos, selain anaknya baik, juga sering membantu. Tapi kalo dah maen, udah deh.. lupa ama waktu. jadilah aku orang yang hobi ngamuk-ngamuk kalo dia main terus ama teman temannya. Saat ini Doddy bekerja di PT. Yamaha Jogjakarta.

7. Danang Aji Nugraha. Putra Wonosobo juga. Nah, Danang ini adalah yang super dekat denganku. Sangat luar biasa baiknya. Sudah kuanggap seperti adik sendiri. Cita citanya sih dulu waktu pertama kali kenal adalah “mau mengalahkan Abank” begitulah katanya, hehehe (Alhamdulillah tercapai dan me mang dia jauh lebih hebat). Anak yang satu ini pekerja keras, pendiem tapi sangat peduli dengan sekitarnya. Dia juga orang yang sarat dengan cita cita serta merupakan anak kesayangan Pak Tumino. Beasiswa dan Lomba Karya Tulis atau Penelitian jadi makanan sehari hari, jadi wajarlah kalo duitnya banyak, proyek juga dimana mana sih, hehehe.. Sebelum lulus Danang sudah banyak menangani projek, mulai dari hibah di jurusan, bekerja sebagai wartawan, hingga sebagai asisten jurnal di Jurusan Akuntansi. Disamping itu dia juga sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi di UMY. . Oiya, Danang ini baru saja pindah tugas, yang sebelumnya di Kalimantan, sekarang kembali lagi ke tanah Jogja… Jadi inget.. kalo sedang ada masalah di Taiwan aku paling sering SMS dia dan 5 menit kemudian HP berbunyi.. Paling sebentar 1 jam deh dia bakal nelfon aku?? Subhanallah, baik banged ya?? Lupa.. ada yang belum kusebut.. Danang ini lulus dengan predikat terbaik, dan saat ini lebih banyak mengurusi masalah auditing keuangan pemerintah daerah dibawah payung BPK RI.

8. Amri Wibowo sang Putra Purworejo, hehehe.. Kenapa jadi keren namanya ya?? Amri ini kukira dulu adalah anak Sumatera. Dari nama aja dah Sumatera banged deh.. Mirip nama guru silatku jaman jebot, hehehe… Amri iniadalah pindahan dari Akuntansi UNISBA, jadi dia hanya meninggalkan beberapa mata kuliah saja. Nah, semenjak kedatangan dia nih, orang ganteng di kos semakin banyak saingan, hahaha… Maklum dia nih menurut Ibu kos, saingannya si Doddy, sayang badannya nggak begitu tinggi dibanding yang lain. Pemilik lapangan badminton yang tak bisa bermain badminton (aneh nggak sih?? Punya lapangan eh.. dia malah jago banged renang) ini sederhana tapi sangat rapi kalau berpakaian. Cuma wuiihh, kebiasannya itu lo, nggak nahan.. Tiap minggu pasti balik ke rumahnya?? Padahal setahu kami waktu jalan jalan ke Purworejo, Ibunya pesen.. “Mbok gak usah pulang pulang sebelum selesai“, hehe… Amri juga temen deket yang sering menemai aku muter muter keliling Jogja. Tapi.. jangan ngajak dia deh, kalau dia sedang bete.. wuihhh, pengen nabok aja rasanya, hehehe… Piss Ri… Selain sibuk menjadi asisten jurnal, Amri juga adalah penyiar di RRI Pro 2 Jogja…

Oke deh.. Kapan kita reunian nih Mas Ewin, Mas Sugeng. Akh Ferdy, Anton, Eliyus, Danang, Doddy and Amri?? Miss you all..

Buat keluarga besar Pak Abdul Azis: Bapak, Ibu Sri, Mas Bani, Mbak Siti, Mbak Atim dan suami, Mbak Inung, Tika, Afi.. Terima kasih telah membuat aku serasa memiliki keluarga baru.. Kebaikan kalian insya Allah dibalas Allha dengan yang jauh lebih baik…. Amin..

Tainan, 15 Agustus 2008

Pukul 4 pagi, dikala menjelang subuh

11
Apr
08

Papa Ion..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Beberapa hari yang lalu seorang teman protes kepadaku.. “Kog, kamu dipanggil Papa sih Dan, sama keponakanmu??” Aku cuma tersenyum kecil aja. Jujur nih, ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya yang pernah kuterima, kira-kira ini adalah yang ke seribu tujuh ratus enam puluh dua (saking seringnya kale…).

Yupe, Papa Ion memang adalah panggilan semua keponakanku kepadaku. Sebetulnya ide menggunakan panggilan Papa dan Mama di keluarga kami oleh para keponakan kepada kami para paman dan bibi alias om dan tante mereka, terjadi sekitar tahun 1997, ketika keponakan pertamaku, Azka “Dewa” Rizky Gunawan dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kami sekeluarga bersepakat untuk menggunakan panggilan Mama dan Papa bagi Dewa. Jadilah mulai hari itu terminologi, Mama Era, Mama Imel, Papa Zul dan Papa Ion mulai santer terdengar di keluarga kami hingga hari ini, hehehe…

Kalau ada pertanyaan kenapa harus menggunakan sebutan-sebutan tersebut.. Sebetulnya sederhana sekali, karena kami menginginkan tidak ada jarak sama sekali diantara keluarga kami. Misalnya, jikalau Dewa menginginkan sesuatu, maka ia tak perlu harus memanggil kedua orang tuanya, tapi cukup meminta kepada kami para Papa dan Mama-nya saja.

Masih inget kalo Dewa meminta sesuatu kepadaku lewat telfon: “Pa, Dewa minta dibeliin buku Ensiklopedia Islam yang terbaru ya??” trus apalagi ya?? RPUL juga ya Pa, jangan lupa…” Makasih Papa…”

atau kalimatnya Daffa, keponakanku yang ketiga dengan lidahnya yang masih sedikit pelo; “BU.. Daffa mandinya sama Papa aja ya??”…. Hayooo, gimana rasanya?? Kayak anak kandung kan??

atau masih inged sekali, bagaimana di hari Sabtu (di UMY biasanya Sabtu nggak ada jam kantor dan aktifitas akademik) aku harus rapat dengan Dekan dan beberapa dosen lainnya, sembari menggendong Arya yang tak mau lepas dan akhirnya tertidur di bahuku, karena kebetulan Kakakku ada tamu penting di jurusannya…

Alhamdulillah, semua memang berjalan sebagaimana yang kita inginkan… Saat ini aku memiliki 4 orang keponakan, lelaki semua (kapan ya punya ponakan perempuan, hehehe..), yaitu: Azka Dewa Rizky Gunawan, Azka Rajawaly Gunawan, Muhammad Aryabhima Bagaskhara dan Muhammad Daffa Aulia Riezky Onielda.

Semua sangat akrab dengan kami, semua menganggap bahwa paman dan bibi adalah juga orang tua kandung mereka, jadi tak perlu repot repot teriak.. Ayah.. Ibu atau Papi.. Mami.. untuk meminta sesuatu, jikalau sudah ada kami, para Papa dan Mama di dekat mereka.

Sebagai wujud rasa sayang, kami selalu menyebut keponakan kami dengan sebutan “Nak”, mau tak mau.. semua anak insya Allah sangat merasa nyaman dengan sebutan itu… Oiya, buat yang juga pernah protes kalo aku sering sekali memanggil anak-anak Indonesia kecil di Taiwan ini dengan sebutan “Nak” (hehehehehe…), semata-mata juga karena aku merasa seperti paman mereka sendiri…

Untuk yang pernah bertanya atau bahkan mungkin protes kepadaku.. itulah jawaban lengkapnya. Nah, khusus untuk yang siap jadi pendampingku (amin… segerakan ya Allah…) siap-siap deh dipanggil Mama, hehehehehe….

Salam sayang buat Dewa, Raja, Arya dan Daffa..

03
Mar
08

My Vacation.. (Jakarta to Palembang)

Assalamu’alaikum warohamtullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah setelah liburan di Indonesia, selama 1 bulan lebih empat hari, akhirnya aku kembali menginjakkan kaki di negeri Formosa ini, hehehe.. Melalui perjuangan yang cukup berat dan lumayan membuat shock, aku bisa juga kembali ke “kabupaten” Tainan ini.. ehm.. mungkin aku bisa berbagi cerita sedikit ya mengenai kepulanganku ke Indonesia kemaren dan aktifitas apa saja yang aku lakukan..

Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta, pada tanggal 18 Januari 2008, tepatnya pukul 20.30 WIB, aku langsung bergerak cepat mencari bis Damri yang akan mengantarkan ku ke kediaman kakakku di daerah Kemanggisan Raya, Jakarta Barat, padahal barang yang ku bawa lumayan berat nih, mulai dari tas punggung, travel bag besar sampe tas jinjing, pokoknya ada 4 tas deh yang harus aku bawa dengan segenap kekuatan tanganku ini, hehehe.. Kebetulan kakakku nggak bisa menjemput, karena suaminya, Mas Joni sedang dinas luar, jadi ya?? willy nilly aku harus berusaha sendirian… taksi?? Ah.. jauh dari otakku deh untuk coba-coba naik taksi, 120 ribu kan lumayan juga untuk mahasiswa seperti aku yang sangat butuh duit ini, hehehe..Sementara jika aku naik Damri hanya bayar 15.000, trus naik ojek butuh 10.000,- so mendingan bersusah-susah dikit dong, ketimbang kehilangan 75.000 (hahaha.. mental mahasiswa banged ya sekarang ini)..

Alhamdulillah, bisnya datang juga, kuletakkan semua tas-tasku sembari merebahkan tubuh di kursi, benar-benar gembira rasanya bisa menghirup udara Jakarta.. Sekitar pukul 22.00, kuhentikan bis tepat di depan komplek pertokoan Slipi Jaya… Setelah menurunkan semua barang, kucari salah satu ojek yang mangkal di sana… “Kemanggisan Bang” ujarku… 15 menit kemudian aku sudah muncul di depan rumah kakakku…

Ehm.. kog sepi ya?? ku ketuk pintu beberapa kali, tampaknya Kak Imel dan Daffa (keponakanku) sudah tidur semua.. Ku panggil nomor HP Kak Imel, Alhamdulillah dia pun segera bergegas membukakan pintu…

Kusambut tanggannya dan kamipun cipika cipiki (eits, bukan porno lho?? Tapi ini memang sudah jadi adat keluarga, jikalau bertemu saudara sekandung pasti cipika-cipiki, hehehe)

Setelah mandi, aku langsung menikmati masakan Kak Imel.. ehm.. Indonesia banged rasanya.. uenak reeekkkkk… perlu diketahui ni, Kak Imel ini memiliki bakat masak yang turun dari Mamiku.. ditangannya, semua masakan pasti enak.. itulah makanya Mas Joni kesengsem dengan dia, hahahaha..

Sekitar jam 1 aku masuk kamar pengen liat keponakanku tercinta Daffa, yang saat ini sudah menginjak usia 2 tahun 5 bulan.. Subhanallah, ternyata dia udah gede dan tinggi banged, keturunan Ayahnya ni?? Mas Joni memang perawakannya tinggi, makanya dia jadi atlit voli dulunya.. eh, sampe sekarang deng.. (piss deh mas kalo baca, hehehe)

Yeeeehhh… karena denger suara-suara ribut-ribut, Daffa akhirya terbangun juga, tapi dia nggak mau membuka matanya, ketika aku tanyapun dia masih nggak mau bicara, akhirnya aku kebelakang untuk ambil wudhu, sayup-sayup ketika melewati kamar aku denger Daffa bilang, “Bu Papa Ion ke kamar mandi ya?? (catatan: papa Ion adalah panggilan semua keponakanku kepadaku, panggilan ini sengaja dibuat, agar semua keponakanku merasa aku juga adalah bapaknya mereka).. Segera aku masuk ke kamar, tapi dia langsung menutup matanya dan menoleh ketempat lain, hehehehe.. aku tau Daffa sekarang sudah mengerti arti rasa malu.. oke lah ku maklumi saja. Aku yakin besok pagi dia sudah bergelayutan di badanku, hehehehe…

Kurebahkan badan, akupun tertidur… Alhamdulillah, udara pagi benar-benar mennyejukkan… Pagi ini, akupun harus segera meuju bandara, karena hari ini, Mami akan mendarat di Soekarno Hatta, beliau baru saja dari pulang dari Tanah Suci, menunaikan rukun Islam yang kelima, kebetulan beliau mendapatkan embarkasi Sulawesi Selatan, karena memang yang mengurusi keberangkatan beliau adalah Kak Ian, kakku yang pertama..

Setelah sampai di bandara jam 9.00 pagi, aku menunggu di bagian kedatangan.. Alhamdulillah, pesawat Mami mendarat juga.. Sekitar 30 menit kemudian, kulihat Mami berjalan menuju pintu keluar, ku peluk dan kucium wanita berusia 64 tahun yang sudah melahirkan dan membesarkan ku dengan segenap kasih sayang ini.. sedih, bahagia, haru.. setelah sekian lama aku nggak bertemu beliau..

pict0086.jpg

Continue reading ‘My Vacation.. (Jakarta to Palembang)’