Author Archive for Yordan Gunawan

04
Apr
09

Hackervocade atau Advohacker??

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Dua kata itu sering sekali kupasang di yahoo Messanger-ku ketika online, ada apakah gerangan?? hehehe.. Tepat tiga minggu yang lalu, istriku mengabarkan bahwa dia positif hamil, dan telah menginjak usia kehamilan selama tujuh minggu… Allahu Akbar, bahagia sekali rasanya mendengarnya.

st830037Subhanallah ya, Allah memberikan kami barokah yang tak henti-hentinya, mulai dari pernikahan yang dimudahkan, banyaknya tamu yang hadir, banyaknya teman-teman yang berkunjung dan mengucapkan selamat, meskipun tidak datang pada hari H, sampai dengan beberapa teman-teman mahasiswa di Taiwan yang dengan susah payah memberiku kado pernikahan, dan yang Subhanallah lagi, salah satu pemilik warung Indonesia terbesar di Taiwan juga memberiku ucapan sekaligus memberi… hmm, tak perlu disebut nominal ya?? hahaha ntar ngiri lagi, hihi..

Terakhir ini adalah calon hackervocade kami ini, kenapa sih hackervocade? atau kenapa sih Advohacker, sebenarnya lebih pada karena Ibunya ingin sekali anak kami nanti menjadi seorang hacker, sementara aku sendiri menginginkan dia menjadi ahli hukum, “yah sudahlah bagaimana kalau digabung aja?? Dia jadi hacker tapi sekaligus faham cyber law?? atau sebaliknya dia boleh menjadi advokat tapi juga menguasai dunia hacker, gimana??” begitulah gumamku kepada istriku, ketika kami sedang mengerjakan tugas harian kami (ber-ceting ria berdua, hahaha..) di siang itu??

Yah, itulah.. sekelumit kebahagiaan kami berdua, terlebih dengan akan hadirnya calon hackervocade kami ini.. Subhanallah.. Allahu Akbar!! Allahu Akbar!!

Barokallah ya istriku.. Surgamu menanti para Ibu yang senantiasa ikhlas dalam menjalankan tugas sucinya…

04
Mar
09

I hope you will be my TA again, huaaa…

Yah, judul di atas adalah kalimat Professor Yang, yang aku asisteni semester lalu. Aku bertemu dengannya di IIMBA Office ketika aku sedang mengurus regulasi untuk para Teaching Assistant di semester baru ini.

dsc00738Sebetulnya cerita berawal ketika aku akan pulang ke Indonesia kemaren, Professor Yang sempat berpesan agar aku bisa kembali secepatnya ke Taiwan dan menjadi Asisten beliau kembali di dua maka kuliah yang berbeda, yaitu Financial Pricing dan Investment. Aku hanya mengatakan bahwa aku tak berjanji, karena aku akan menikah dan mungkin agak lama berada di Indonesia, karena teoriku sudah habis, jadi hanya mengurus thesis saja (padahal sejujurnya jadi TA beliau berat boo, haha..). tampak di raut muka beliau terbersit sedikit kekecewaan, dan beliau bilang.. Semoga bisa kembali dengan cepat…

Seminggu sebelumnya aku bertemu dengan Advisor thesisku, Profesor Hsi-An Shih, yang juga tiba tiba memintaku menjadi Asisten beliau untuk mata kuliah Human Resource Management. Yah, mau apelagi Om, advisor yang minta… Mo nolak?? lebur!! hihi.

Setelah menyatakan OK kepada sang Professor perfeksionis ini, akupun apply kepada Office untuk menjadi Assistennya Professor Chen, untuk Mata Kuliah Business Ethics and Law, sesuai background Om, hehehe.. tapi kalimat yang muncul dari Zilvia (Staff IMBA).. Ok, but we have to waiting for the Professor decision, who will be his TA? You or other persons? Aku cuma menjawab, OK dan terima kasih…

Sebulan di Indonesia membuat aku harus kehilangan kontak dengan Taiwan, sejujurnya, aku hanya beberapa kali membuka email, yang salah satunya berasal dari Professor Yang yang meminta kesediaanku kembali menjadi Asisten beliau. Kuabaikan…

Setelah email dari Professor Yang itu, tiba-tiba muncul email baru lagi dari Zilvia yang menyebutkan kalau aku hanya mendapatkan satu kelas saja yaitu HRM, itupun karena Professor Hsi-An tidak menginginkan orang lain sebagai Asisten beliau di kelas, kalau tidak aku tidak menjadi TA semester ini. Sementara untuk Business Ethic and Law, harus kurelakan, karena Professor Chen ingin bertemu para calon Asistennya dan aku masih berada di Indonesia. Aku inget sekali kekhawatiranku waktu itu di depan istriku, akhirnya aku berkirim email kepada Zilvia, mengenai hal tersebut.

Besoknya kembali aku bersama istri mengecek email dan kebetulan Zilvia online, Alhamdulillah harapku… Zilvia memang tak membalas emailku, namun saat chatting dia mengatakan.. “Haha… its just surprise for you, Yordan!! We already assigned you as a Supervisor of Teaching Assistant, because you are the Best TA that we have in the last semester”. Whats!! Aku agak kaget juga dengan kalimat tersebut.. (Masih terbayang wajah istri yang sumringah melihat kebahagiaanku saat itu).

You have to prepare everything for the regulation and when you wanna come back Taiwan? tanya Zilvia, 23 Februari jawabku… “oke, 24 you have to come to the Office and talk to me”, tutup Zilvia.

Alhamdulillah, Allah Maha Besar!!!

24 Februari aku sudah berada di Taiwan dan menemui Zilvia, mulailah hari itu aku bergelut dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan Teaching Assistant. Mulai dari pembuatan regulasi dan deskripsi tentang tugas TA, meng-arrange skejul untuk meeting TA, membuat Classrom Log, TA Diary serta hal hal yang berhubungan agenda pertemuan rutin TA dan lain sebagainya.

Nah, tadi siang aku bertemu dengan Professo Yang, setengah berteriak dia bilang di tengah keramaian… Hi Yordan? How are you?? Congratulation? How is your wife? When did you come back here? I always send you email and looking for you? I hope you will be my TA again in this semester? Tuing… tuing.. tuing….

I just said: Office assigned me as a Supervisor of the TA in this semester, Professor.

Oh, good, you are the Best TA that I ever had, ya ya that position is very good for you, kata Professor Yang sambil mengucapkan Nice to see you, Yordan, hahahah….

04
Mar
09

Alhamdulillah.. Bertemu kembali…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Setelah sekitar sebulan lebih blog ini ditinggal begitu saja, akhirnya berkat sapaan beberapa sahabat yang sering membaca nih blog, dirku diminta menulis walau di sela-sela kerjaan yang ruamenya luar biasa.. Mulai dari fiksasi regulasi Teaching Assistant, list students kelas Human Resource sampai dengan kuesioner thesis yang nggak kelar kelar, haha.. Nasib.. Nasib..

Yupe, Alhamdulillah setelah menikah ada perubahan mendasar dalam hidupku saat ini, ada rasa tanggungjawab lebih setelah menikah, terutama ketika harus meninggalkan istri di Indonesia (bulan depan diriku yang ditinggal istri, haha..)

Selama menikah, yang aku fahami memang ada perbedaan-perbedaan yang kami temukan, Alhamdulillah Allah memberikan kami kekuatan lebih untuk saling menerima dan menutupi kekurangan masing masing. Inget kata kata Pak Hendro kepada kamu berdua ketika menikah.. “Biasakanlah meminta dan memberi maaf”. Yupe, ternyata benar, setelah menjalani kehidupan rumah tangga, (ciye..) walaupun hanya 23 hari bersama istri di Indonesia, kami tak pernah sedikitpun merasakan marah, kesal, sebel atau bertengkar.. Malah kami merasa sangat bahagia bersama kian hari…

nikahIstrilah yang selalu membangunkan aku ketika tertidur pulas untuk sholat subuh, untuk tahajjud.. Subhanallah.. Dia juga yang paling sering menyinggungku jikalau lupa membaca Al Quran setelah sholat magrib.. Terngiang selalu kata kata yang manis, lembut, namun sangat mengena.. “Mas, pengen denger suara mas ngaji lo, sudah dua hari nggak denger Mas Tilawah…” atau singgungan yang ini “Mas dengerin Adek baca Al Quran ya, ntar mas yang baca terjemahannya..” Dieng!!!

Perpisahan di bandara Juanda dengan istri adalah hal yang paling berat dalam hidupku.. Yah, aku sempat menoleh kebelakang melihat istriku menangis.. Subhanallah… istriku yang begitu baik, lembut, tak banyak menuntut, taat dan menerima aku apa adanya… Alhamdulillah, Allah memberikan yang terbaik…

Setelah menikah hidup kami memang seperti petualangan yang tak habisnya. Mulai dari Malang dan beberapa kota di Jawa Timur lainnya, Jakarta, Jogja, sampai OKU Timur, SUMSEL kami jalani berdua.. Mulai dari naek pesawat sampe naek kapal juga kita jalani berdua, hehehe.. Subhanallah ya nikmat Allah…

cetak13Yang paling berkesan adalah ketika di Jogja kami diundang untuk mengisi TalkShow berdua, Talkshow dengan tema “Sharing pengalaman Belajar dan Dakwah di Luar Negeri” ini dihadiri sekitar 70 orang mahasiswa. Sejujurnya gugup juga sih bercerita di depan orang banyak mengenai dakwah, karena kami juga bukanlah pendakwah ulung yang mati matian menghabiskan hidupnya untuk pengabdian bagi agama Allah. Tapi memang kami menikah dulu dengan satu tujuan mengokohkan dakwah yang telah kami jalani berdua.

Terima kasih, Alhamdulillah ya Allah… Engkau berikan yang terbaik kepadaku… ISTRIKU… Nur Aini Rakhmawati

Taiwan,

5 Maret 2009

07
Nov
08

Hari Hari Yang (Sebenarnya Tidak) Melelahkan…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Sebetulnya cerita ini sudah lama kubuat, sekitar 2 bulan yang lalu, tapi tersimpan rapi dalam tulisan yang belum diterbitkan.. tadi sore jadi gak sengaja ngebaca kalau Typhoon menyerang Jogja, meluluhlantakkan sekitar UGM, jadi inget sama artikel ini… fiuh..

Akh Yordan, kapan ke Kaohsiungnya?? Itulah pertanyaan yang berulangkali aku terima di YM-ku, pertanyaan itu berasal dari Pak Tya (Presiden FORMMIT). Aku jawab aja besok Sabtu, hehe… Yupe, Jum’at kemaren, memang kami, pasukan Ikhwan dari Tainan, Nantai dan juga Chia Yi bermaksud mengadakan iktikaf bareng di masjid Tainan. Alhamdulillah, setelah mengendarai sepeda berdua Iman, sampailah aku di masjid tepat jam 9 malam.

Sudah ada beberapa ikhwah yang ada di dalam masjid, baik dari Tainan, maupun yang lainnya. Semua berkumpul dalam ruangan masjid yang sejuk itu. Alhamdulillah, kita semua bisa berkumpul bersama sama untuk beriktikaf dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semalaman, sampai dengan sahur, sebagian dari teman teman ada yang sudah mulai tertidur, sementara aku masih terus berjaga sampai waktunya sahur tiba. Jam 3.30 waktunya kami sahur dan mulai menghabiskan semua makanan yang masing masing telah kami bawa.. Subhanallah, inilah ukhuwah, semua makanan itu dibagi bagi semua, yang tak membawa makananpun tak jadi soal, masjidpun mempersilahkan kami untuk memasak apapun bahan makanan yang ada di dapur masjid, jadi tak bakal ada yang kelaparan, hehe.. Alhamdulillah.. Allahu Akbar!!

Setelah Sholat Subuh, semua melanjutkan membaca Al-Qur’an masing masing dan untuk selanjutnya merebahkan diri di pojok masjid, tidur bertumpuk tumpuk dah, hehe..

Tapi anehnya sekuat aku memejamkan mata, sekuat itu pula, aku nggak bisa tidur.. Kulihat sahabat-sahabat yang lain sudah tertidur dengan pulasnya. Iman yang disebelahku saja, sudah lelap sekali tidurnya.. Subhanallah, kenikmatan tidurpun bahkan harus diyukuri bagi semua makhluk di dunia ini, terutama yang mengalami insomnia, hehe..

Tepat jam 8 pagi setelah membereskan segala sesuatunya, termasuk mematikan AC masjid, kamipun bergegas menuju kampus masing-masing. Aku, Iman dan Tsulusun harus mengendarai sepeda untuk menuju kampus yang jaraknya kira kira 45 menit melaju dengan sepeda.

Fiuh, sampe juga di kamar oi, setelah mandi aku pun bergegas mengaktifkan komputerku untuk mengecek email yang masuk, maklum.. Professor biasanya ngirim perintah inilah itulah, haha.. resiko jadi TA, Om.. Klik.. klik.. Bener khan.. Professor Yang meminta aku untuk mengikuti Training Belajar Mengajar yang akan diselenggarakan pada hari Selasa ini.. Sejak pukul 8 sampai dengan pukul 5 sore.. waaaaaaa…. Tapi ya Alhamdulillah, berarti kan bakal nambah ilmu, ya nggak seh, hehe…

Ternyata kalau soal email ke TA, nggak cuma Professor yang menuh menuhin… mahasiswa rameeeee banged yang tanyalah skejullah, yang mau drop lah, yang mau add lah, yang nggak liat link bahan paperlah, yang mau order buku lah.. pokoke ramai deh, hehehe.. Tapi ada banyak yang kalimat yang semuanya serempak dan satu suara.. “Please relpy my email, ASAP”, yaaaaaa…

Sampai juga waktunya Zuhur, setalah sholat Zuhur, Mbak DWW mulai ngebuzz… Dan, ayo neng KHH, piye tho?? Pak Tya ki bengang bengong neng Mesjid. Kujawab aja”, aku urung turu Mbak Yu, jam 2 ya??

Setelah kurang puas tidur selama 45 menit, akupun segera berbenah mempersiapkan keberangkatan ke Masjid Kaohsiung, bersama Mustofa (Gambia) dan juga Azman, kami menumpang kereta lambat yang murah selama kurang lebih 45 menit dan dilanjutkan dengan membayar taksi sebesar NTD 180 (konversi dewe neng rupiah, ra sah tekon tekon, males jawabe, haha). Alhamdulillah, sampai juga di masjid, dan ternyata sampai di ruang sidang, Pak Tya, sang Presiden FORMMIT sedang memberikan tausiyah pembuka bagi para peserta rapat. Sudah ada Rizki, Jaya, Pak Zul, Om Ratno, Pak Yusuf, Alief, Chipta, Mbak DWW dan haduh lupa gua, sapa ya namanya Ketua Kemuslimahan tengah, haha.. anak ASIA U itu.. pokoknya itu lah, hehehe.. lupa oi..

sdc10388Baru saja rapat dimulai, buka bersamapun tiba.. Alhamdulillah, senangnya. Rizki yang di daulat jadi MC menyatakan bahwa acara akan dilanjutkan setelah Tarowih dan akan berbentuk komisi komisi kecil.

Setelah menikmati buka bersama dan dilanjutkan dengan Isya dan Tarowih, acara sidang yang luar biasa dan penuh kegembiraan.. Penuh tawa namun sangat serius. Sidang dilakukan sampai menjelang sahur, dan selanjutnya tepat jam 3, kamipun membantu para ahli ahli masak masjid yang sudah menyiapkan beranek ragam masakan yang wow luar biasa euii…

Nah, sahurpun dimulai, tapi ternyata setelah sahur, acara sidang berlanjut.. ya….. mati gua.. setelah mandi dan sholat subuh, aku pun bergegas kembali menuju ruang sidang yang sudah rame dengan gelak tawa, karena tak kuat menahan kantuk, akhirnya aku turun menuju basement dan di sana akupun langsung menuju ke kasur yang memang disediakan untuk beristirahat.. 1 jam berlalu.. Nikmatnya karunia tidur. Setelah itu, kembali aku menuju ke ruang sidang dan… sidang baru selesai tepat jam 11 siang. Allah, capeknya…

Tepat jam 3 kan aku janji untuk menghadiri buka bersama Forum Komunikasi Keluarga Besar Warga Indonesai di Taiwan (FKKBWIT) sekaligus menyampaikan ceramah pengantar buka puasa di kota Sanhua. Akhirnya, bertiga dengan Mbak DWW dan Mustofa, akupun sampai juga di Tainan.

Setelah Ashar, aku serta beberapa mahasiswa lainnya, harus berangkat ke Sanhua dengan kembali menggunakan kereta. Hari itu, Super Tyhpoon sedang mengunjungi kota kami, jadilah hujan badai sampai dengan angin ribut yang kencang menggoyang goyang tubuh kami, terasa seperti di tendang tendang orang dari belakang, hehe.. Wuih, kalau aja tau kondisinya di wilayah utara.. Typhoon ini betul betul meluluhlantakkan sebagian besar fasilitas umum, besi besi beterbangan, dan lain lain, pokoke rame deh, hehe… Tapi yang namanya buka bersama gretong dengan masakan ala Indonesia, yang namanya student ya tetep aja student, hahaha…

Jam 5 sore kami pun sampai di tujuan, tentunya dengan tetap berhujan hujan ria menggunakan mantel.. Payung?? Bisa patah mematah, Om.. Anginnya aja bisa menghantam badan sampe terasa babak belur, apalagi cuma sekedar payung, haha.. Ternyata lokasi yang disedikan panitia cukup lur biasa juga.. Semacam lapangan parkir, beratap, namun sudah diberi alas semacam plastik plastik jerigan besar yang cukup tinggi dari permukaan tanha, sehingga para peserta buka bersama tak kan kebasahan..

Karena badai terus menghantam, akhirnya acara baru dibuka tepat jam 5.30 sore.. Sambutan sambutan, qasidahan.. makan waktu juga deh sampai dengan buka bersama.. AKhirnya panitia memutuskan, bahwa tausiyah akan disampaikan setelah sholat magrib, setelah sholat berjamaah dengan kondisi angin yang ruar biasa mengerikan.

st831162

Setelah sholat akupun dipersilahkan memberikan tausiyah kepada para TKI TKI yang luar biasa ini. Sekitar 70 orang TKI sudah menikmati hidangan makanan


16
Oct
08

Alhamdulillah saya jadi TA (3)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Jadi TA memang senang, sedih, bahagia, marah, sebel, haha.. Pokoknya nano nano deh rasanya.. Ini terjadi ketika Idul Fitri. Aku dengan sangat terpaksa harus menghilangkan keinginanku untuk mengikuti sholat Ied, karena harus “menemani” sang Professor tercinta di dalam kelas.

Yah, nasib, hehehe.. Gak bisa kumpul-kumpul di masjid dan juga saudara saudara Muslim lainnya di masjid. awalnya si aku meminta Hoang, anak Ph.D dari Vietnam untuk menggantikan posisiku pada hari itu, karena Hoang adalah TA Professor Yang juga (untuk MK yang berbeda), tapi apa hendak dikata.. Hoang juga tak memilki waktu untuk itu dan lagi aku ingat pesannya Ustadz Ikhsan dan Pak Endrio yang pernah menasehatiku tahun lalu, sholat itu sunnah.. yang wajib itu kerja atau kuliah… Antum pilih kuliahlah!! Siap Ustadz, hehehe…

Setelah kuliah kelas Rabu pagi sampai dengan jam 12 siang, akhirnya aku bisa bebas mengirimkan SMS atau menelfon keluarga dan lain sebagianya di kamar asrama, kebetulan memang roomateku, Pak Fery sedang pulang ke indonesia, menengok keluarga. Jadi bebas deh, nelfon Emak, nelfon kakak, ponakan, mertua (weitsss, sapa pula ini, entah mertua dari mana ya??, haha..)

Aje gile, SMS di ponsel yang masuk hari itu luar biasa banyak, sampe sampe diinbox tertulis 408, seneng seneng aja sih nerima SMS ucapan segitu, artinya banyak yang perhatin ama orang ganteng ini (glekkkk…). Yang jadi masalah adalah KAGAK ADA PULSA BUAT NGEBALASNYA????, hua… nasib nasib…

Selanjutnya, di kelas Kamis malam, aku kembali menduduki tahta TA yang berada di pojok kelas itu, persentasipun di mulai… kali ini materinya adalah tentang “Determinant of bank efficiency during unstable macroeconmics environtment: Empirical evidence from Malaysia” dan presenternya adalah John Qubti yang merupakan warga Canada berdarah Mesir. dalam presentasinya John Q (panggilan akrabnya) memeparkan tentang adanya future research dari article yang di presentasikannya, yaitu mengenai adanya perbandingan Islamic Syariah Banking dengan Sistem Konvensional yang saat ini berlaku di seluruh dunia.

Beberapa orang tampak kebingungan dengan masalah Islamic Banking System ini, aku yang sedang duduk memperhatkan diskuisi tiba tiba dikagetkan dengan kalimat Professor Yang, “TA do you have any opinion?? or.. would you like to explain about the Islamic Banking System and how is the situation in your country??”

Wawawawa, ini mah bukan kerjaan mudah Om.. menjelaskan Islamic banking System.. Untunglah, sejak kuliah dan bekerja di UMY, aku selalu mendapatkan materi tentang Syariah Banking and Law. Kalo mau urusan yang beginian, Doktor Ikhsan ahlinya oi… belum lagi berbagai pelatihan pelatihan yang aku terima, sejak kuliah dulu, bahkan aku pernah menjadi Liasion Officer untuk seorang Professor dari Bangladesh yang menjadi pembicara dalam International Seminar in Islamic Banking…

Setelah sekitar 15 menit menjelaskan, aku fikir selesai… Ternyata… oh… Semua angkat tangan, semua mahasiswa bertanya… wawawawa… Mulai dari kenapa bunga bank haram, apa itu bagi hasil, bagaimana regulasinya… haha.. Kalo itu mah masih bisa dijawab jawab dikit, tapi waktu ada yang tanya apa itu murobahah, mudharobah, nah lo… rupanya si mahasiswa ini langsung mencari tentang Islamic Banking System di internet, ketika pembahasan masalah itu.. Alhamdulillah, semua lancar lancar saja ketika ku jelaskan dan mereka tampak memahami apa yang ku kemukakan.

Masalahnya adalah, bukan si John lagi yang presentasi, tapi 45 menit, semua pandangan ditujukan kepada TA yang berhati baik ini (haha, ge er mode on)…

21.30 tepat kelas berakhir, tapi ada satu mahasiswa yang sejak tadi belom keluar keluar juga seh, arep bali Om, wis malem.. Eh tiba tiba, Vito, mahasiswa asal US itu mendekati dan bertanya mengenai Islam.. semua hal ditanyakannya sampai dengan hal hal terkecil, terutama mengenai Syariah Law.

Vito sampe berucap, “oh.. beda ya dengan yang kudengar selama ini..” Alhamdulillah sekitar 1 jam kami berbincang bincang mengenai Islam, dia tampak kagum sekali dengan system yang memang luar biasa itu.

Kesimpulannya… jadi TA kali ini sedihnya tak bisa ikut sholat Ied, tapi gembiranya jauh berlipat lipat, karena bisa menjelaskan keindahan agama Islam…

Alhamdulillah.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

25
Sep
08

Alhamdulillah, saya jadi TA (bagian 2)

Assalamu’alaikum waRohmatullahi waBarokatuh,

Ini lanjutan kisah “Alhamdulillah, saya jadi TA” yang pertama sodara sodara, hehe..

Malamnya, kukirimkan email kepada para mahasiswa International Finance, baik yang pagi maupun malam, sebagai berikut (ini contoh untuk kelas malam aja yakz??):

Hi Every body,

I am Yordan Gunawan, the TA of International Finance course. I would like to inform you regarding the new regulation of IIMBA and special directions by the Professor for this class:

1. The class will be started on 6.30pm, please come on time. Professor only give you 15 minutes late tolerance. Hence, if you are late more than 15 minutes ( at 6.45pm), you can not join the class. However,  please let me know, If you will late or can not come to the class with the special case, or you can sent the email to Professor directly.

2. Start from next week we would like to use the NCKU Email (instead of your personal email) to sent everything regarding the courses. So, for the senior student, please write down your NCKU Email only on the list that I will provide in the class, next week.

3. For the student who has no the NCKU Email yet, Please sign up to the NCKU Computer Center. If you still use your personal email, next week, we will ignore your email and dont want to sent everything for you.

4. Please bring your name tag, which provides by the IIMBA Office every week and put it on the table. For juniors you can ask the IIMBA Office. I am sure seniors already have it, because Office already distributed it, last year.

5. For the Juniors of IIMBA and Students from other Departments, please sent your passport picture to me by email before October 23rd, 2008.

6. For the text book, I already order for the 27 students who wrote their name on the list that I provided in the last class. For those who have not order the book, let me know before October 24, 2008. The original price is NTD 1,246, but if we order it together, the NCKU book store will consider to give us a special discount (around 15-20 percent)

7. For the students who moved to the “Thursday Night Class” from “Wednesday Morning Class” or vise versa, please report to the IIMBA office immediately.

8. Please sign on your name only on the attandance list. The TA will check it, every hours (3 times).

Thank you very much. Good Luck and Enjoy the Class!! Jia You!!

Regards,

Yordan Gunawan.

Diluar dugaan, yang membalas dan bertanya lewat emailku ternyata ruame buanget oi.. haha, terpaksalah aku harus membalas email tersebut satu demi satu, hiks..  nasib nasib, haha..

Minggu keduapun hadir, Professor tiba tiba menelfonku dan memintaku mencari academic journal dengan tema yang sudah ditentukan, masing masing minimal 10 jurnal dan ada sekitar 10 tema, Dieng!!! mateng aku, haha.. malam itu aku harus ngubek ubek E-Resource-nya Library NCKU dan mulai mencari jurnal terbaik sesuai tema.. Finally, setelah nggak tidur dua hari, terkumpullah sekitar 75 jurnal. Lumayan deh, gua baik hati, haha.. Semua artikel itu kukirimkan kepada Professor disela sela aku mempersiapkan materi Kajian Ba’da Tarowih Radio FORMMIT, jam 11.00 sampai dengan jam 12.30 malam.

Oiya, sabtu malam itu aku bersama teman teman Muslim Tainan, berada di Kaohsiung guna mengikuti iktikaf di masjid Kaohsiung sampai dengan Ahad pagi, tapi karena besoknya aku sendiri harus kembali mengisi kajian TKI sebelum berbuka, jadilah aku tinggal di masjid sampai dengan jam 10 malam, sementara teman teman yang lain sudah meninggalkan masjid jam 7 pagi.

Senin pagi, Professor membalas emailku dan menyuruhku datang ke kantornya dan tepat jam 2 akupun segera menuju ruangan beliau, dan ada sekitar 30 journals was chosen by her and she told me that I have to make APA Format for all those journals.. Haiyah..

Ku kopi semua jurnal tersbut di flash disk ku, dan.. setelah di kamar.. nggak bisa dibuka semua, huaa….. padahal akan digunakan besok.. mati aku, akhirnya akupun mengirimkan email ke Professor yang menyatakan semua artikel tersebut tak bisa dibuka, tapi tak ada balasan. Ah, mungkin belum diperlukan kali ya, heheh.. itu fikirku..

Nah, akhirnya tibalah pertemuan kedua kelas pagi, setelah menyiapkan segala sesuatunya, aku menemui Professor dan beliau bilang.. gimana kalau ntar setelah break, kamu kopi kembali semua filenya dan buat APA Format-nya??? Wa…. 30 jurnal?? APA Format?? 30 menit?? Bukan kerjaan mudah maaak…

Setengah gontai kulakukan juga tu kerjaan.. lah, mau apa lagi?? Mo makan batu kalo dipecat?? haha.. Alhamdulillah, semua kukerjakan dalam waktu setengah jam saja, entah kekuatan mana yang membutakan mampu mengerjakan semuanya hanya dalam waktu 30 menit sodara sodara.. Hmm… pura pura bodoh, pasti kekuatan Allah-lah.. jawabnya: Ya iyalah.. masak ya iya dong?? hahaha..

Selesai, akupun segera menuju kelas kembali di lantai 4, dan Professorpun langsung memberikan list jurnal tersebut kepada mahasiswa dan akupun berjanji akan meng-upload semua jurnal yang berbentuk PDF itu ke dalam personal website.. Finish deh, hehe..

Setelah kelas berakhir aku bertanya kepada Professor mengenai apa yang harus kukerjakan minggu depan.. Di depan beberapa mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengan beliau, beliaupun mengatakan kepadku “Yordan.. Yordan.. You work so hard for me, but I need the TA like you. Smart, fast, taft and nice.. may be you don’t wanna be my TA anymore, in the next semester”… Ku jawab.. hanya dengan senyum dan lirih.. Thanks Professor..Thanks-nya untuk yang mana.. tebak sendiri lah, haha..

24
Sep
08

Alhamdulillah, saya jadi TA (Bagian 1)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Teaching Assistant.. hmmm, dua kata yang cukup menyeramkan sebenarnya buatku. Di awal semester yang lalu Jay dan Silvia, memintaku untuk menjadi Teaching Assistant Mata Kuliah Financial Management, bersama Professor Chang, Sao-Chi. Weks, bukannya diriku paling bodoh di bidang ini, haha.. Tapi Alhmadulillah, waktu semester satu, justru nilai hasil ujianku mencapai 84 kog. Professor Chang adalah seorang pengajar yang sangat cerdas, atraktif dan menginspirasi mahasiswa. Ph.D lulusan State University of New York Buffalo, USA itu seringkali menyatakan “welcome to the jungle”, ketika kami sedang dalam keadaan bingung menghadapi perkuliahan.

Kontan saja, para mahasisa gerrr mendengar beliau mengatakan hal tersebut. Sebagai seorang yang terus ingin berkarya di dunia akademisi, aku ingin sekali belajar banyak dengan beliau mengenai teaching style. Asli, semua mahasiswa senang dengan kepribadian dan cara mengajar Pak Chang ini, beliaupun tak segan mengakui kesalahan ataupun menyatakan tidak tau, jikalau memang tidak faham mengenai sesuatu hal yang ditanyakan oleh mahasiswa. Dengan kata lain sih, nggak maksa tau, padahal nggak tau.. HEBAT!!

Dua hari setelah itu, akupun berkirim email kepada beliau, tapi kog nggak dibalas balas ya?? hehehe.. sabar euiii... Jam 7 malam, tepatnya setelah buka berasama warga Muslim Tainan, ponselku berbunyi.. Hi, Yordan, this is Silvia.. itu kalimat yang pertama aku denger. “Aku minta maaf nih, karena ternyata Professor Chang sudah menunjuk student lain sejak semester yang lalu, untuk menjadi TA-nya.. Dieng!!! Kaget banged aku. (Kecewa tujuh turunan rasanya, haha.. berlebihan.. berlebihan.. ).

Silvia kemudian mengatakan bahwa ada seorang Professor baru, yaitu Professor Yang, Ann Shawing, yang baru saja bergabung dengan IIMBA NCKU sedang mencari beberapa TA untuk beberapa Mata Kuliah. Nasib.. nasib.. nggak jauh jauh deh hidup dari finance yang tak kusukai ini (tapi yakin nih, pasti cara ini diberikan Allah agar aku faham mengenai finance itu sendiri). Silvia menyuruhku untuk datang besoknya untuk di interview oleh sang professor yang mengajar dua Mata Kuliah ini, yaitu: Theory of Finance dan International Finance. Malamnya, kucari informasi tentang si Professor yang ternyata ternyata cewek, masih muda dan… biasanya sih kalau kayak gini.. hmmm, satu kata deh.. she is perfectionist. Halah, malah nebak kemana mana, hihihihi…

Besok siangnya, tepat setelah sholat Zuhur aku bergegas menuju kampus.. Di depan gedung IIMBA, kuparkir sepedaku.. baru mengunci sepeda, ponselku berbunyi.. Hallo Yordan, this is Yang.. Professor Yang, would you like to come to my office. I wanna interview you regarding the the TA of my courses.

Kujawab, bahwa aku sudah berada di depan gedung dan 1 menit kemudian, aku sudah berada di depan ruangan beliau. take a sit, itu kalimat pertama Ph,D. lulusan Institut d’Etudes Politiques de Paris, Perancis ini.

Dan mulailah pertanyaan bertubi tubi diajukan kepada diriku, mulai dari nationality, berapa nilai Financial Management-ku, siapa advisor thesis, aktifitas sejak S1, kenapa milih dia, mau Ph.D atau nggak.. rame dah, termasuk pertanyaan tentang pengalaman bersentuhan dengan dunia akademik, kalau dihitung hitung, ada deh 1 jam tuh Professor nanayain aku selengkap lengkapnya.. Kayak interview kerja aje ya Om..

Fiuh, dua kali aku diwawancarai seperti ini di NCKU ini, setelah beberapa bulan yang lalu Professor Hsi-An Shih menginterviewku untuk jadi advisee-nya. Agak sulit memang untuk menjadi advisee Doktor lulusan Bradford, UK itu. Tapi Alhamdulillah, dari sejumlah mahasiwa yang apply, aku termasuk yang lucky diterima beliau sebagai advisee.. Thanks Professor Hsi-An.

Kembali ke Professor Yang, Alhamdulillah dia menyatakan menerimaku menjadi TA di Mata Kuliah International Finance, untuk dua kelas, yaitu kelas pagi dan malam, tentunya setelah beliau membaca biodata dan menginterviewku, sedangkan Hoang, mahasiswa Ph,D. asal Vietnam, yang sejak awal sudah berada di ruangan beliau, harus menunggu kabar dari beliau, karena masih ada satu mahasiswa lagi yang harus diinterview guan menentukan siapakah TA untuk Theory of Finance. Alhamdulillah, diriku malah dipermudah, ya Allah…

Professor Yang, langsung menelfon Advisorku, Professor Hsi-An Shih, untuk izin “menggunakan” aku sebagai TA-nya. Setelah itu mulai deh, pekerjaaan di kasih. Mulai dari nyusun syllabus, membuat presensi menggunakan passport foto, sampe dengan regulasi khusus dari sang Professor dibahas tuntas, hehehe.. ada deh 3 jam aku nyatet apa yang harus ku kerjakan. Dan.. diakhir, kutanyakan pengalaman pendidikan beliau,.. Wow, rupanya dia diploma lulusan USA, sedangkan Master dan Ph. D-nya lulusan Perancis oi.. dan setengah bercanda aku bertanya… Professor, kenal sama Anggun nggak?? Weks, gua emang rada gila tanya yang gini ginian yak??

Eh, di luar dugaan lo.. beliau jawab.. o.. Indoensian-French itu katanya, orangnya hitam, rambut panjang, singer with nice voice.. Wow, beliau ternyata selama sibuk Ph.D, sempat sempatnya ya mengamati artis atau memang Anggun yang sudah kadung tenar di negeri mode itu ya?? Halah, kog malah ngomongin Anggun sih, hehe.. Tapi emang aku salut dengan perjuangan hidup pelantun “Snow on the Sahara” itu.. Oke.. lupakan si Tua Tua Keladi..

Hari, masuk kelas pertama tiba, ciye… aku rapi amat hari itu, mulai dari kemeja M2, celana panjang hitam, sepatu formal yang disemir mengkilap plus rambut spyke, blue emotions kemana mana baunya deh, hehehehe…. Kelas di mulai jam 9 pagi, tapi aku sudah menuju IMBA Office jam 8. maklum, harus ngurusin banyak hal yang sebenarnya sudah aku siapkan sih sehari sebelumnya, mulai dari setting kelas, student name tag, komputer, LCD, AC, teh panas, air putih, presensi dan lain lain dah.. Ribet kalau ditulis, haha..

Sekitar pukul 8.45, mahasiswa sudah banyak yang berdatangan.. banyak diantara mereka yang tanya.. rapi amat?? ada pesta.. Aje gile.. belom tau dia kalo aku di Indonesia, hehe.. Mereka akhirnya tau kalau aku adalah TA untuk kelas itu. Tepat pukul 9, Professor sudah masuk kelas, dan berkenalan dengan mahasiswa. Weh, ternyata beliau luar biasa deh striknya, mulai dari kehadiran sampe dengan presentasi, benar benar deh, diurusin sedetail detailnya. Telat 10 menit!! Out lah, nggak usah masuk.. weks.. setelah dua jam bereksplorasi dengan para mahasiswa, hehe.. Sang Professorpun menyerahkan kepadaku dan akupun mengumumkan semua hal yang berhubungan dengan kelas, regulasi baru IIMBA sampai dengan special requirement dari beliau tentang MK ini di depan kelas yang mahasiswa berasal dari 20 negara ini. Kesian juga tuh mahasiswa, haha.. EGP!!

Nah, akhirnya kelas berakhir juga euii.. tapi jangan salah.. Masih ada kelas satunya dan persiapan yang harus aku lakukan juga tidak lebih sederhana dari kelas pagi, tewas dah gua!!