Archive for March, 2009

04
Mar
09

I hope you will be my TA again, huaaa…

Yah, judul di atas adalah kalimat Professor Yang, yang aku asisteni semester lalu. Aku bertemu dengannya di IIMBA Office ketika aku sedang mengurus regulasi untuk para Teaching Assistant di semester baru ini.

dsc00738Sebetulnya cerita berawal ketika aku akan pulang ke Indonesia kemaren, Professor Yang sempat berpesan agar aku bisa kembali secepatnya ke Taiwan dan menjadi Asisten beliau kembali di dua maka kuliah yang berbeda, yaitu Financial Pricing dan Investment. Aku hanya mengatakan bahwa aku tak berjanji, karena aku akan menikah dan mungkin agak lama berada di Indonesia, karena teoriku sudah habis, jadi hanya mengurus thesis saja (padahal sejujurnya jadi TA beliau berat boo, haha..). tampak di raut muka beliau terbersit sedikit kekecewaan, dan beliau bilang.. Semoga bisa kembali dengan cepat…

Seminggu sebelumnya aku bertemu dengan Advisor thesisku, Profesor Hsi-An Shih, yang juga tiba tiba memintaku menjadi Asisten beliau untuk mata kuliah Human Resource Management. Yah, mau apelagi Om, advisor yang minta… Mo nolak?? lebur!! hihi.

Setelah menyatakan OK kepada sang Professor perfeksionis ini, akupun apply kepada Office untuk menjadi Assistennya Professor Chen, untuk Mata Kuliah Business Ethics and Law, sesuai background Om, hehehe.. tapi kalimat yang muncul dari Zilvia (Staff IMBA).. Ok, but we have to waiting for the Professor decision, who will be his TA? You or other persons? Aku cuma menjawab, OK dan terima kasih…

Sebulan di Indonesia membuat aku harus kehilangan kontak dengan Taiwan, sejujurnya, aku hanya beberapa kali membuka email, yang salah satunya berasal dari Professor Yang yang meminta kesediaanku kembali menjadi Asisten beliau. Kuabaikan…

Setelah email dari Professor Yang itu, tiba-tiba muncul email baru lagi dari Zilvia yang menyebutkan kalau aku hanya mendapatkan satu kelas saja yaitu HRM, itupun karena Professor Hsi-An tidak menginginkan orang lain sebagai Asisten beliau di kelas, kalau tidak aku tidak menjadi TA semester ini. Sementara untuk Business Ethic and Law, harus kurelakan, karena Professor Chen ingin bertemu para calon Asistennya dan aku masih berada di Indonesia. Aku inget sekali kekhawatiranku waktu itu di depan istriku, akhirnya aku berkirim email kepada Zilvia, mengenai hal tersebut.

Besoknya kembali aku bersama istri mengecek email dan kebetulan Zilvia online, Alhamdulillah harapku… Zilvia memang tak membalas emailku, namun saat chatting dia mengatakan.. “Haha… its just surprise for you, Yordan!! We already assigned you as a Supervisor of Teaching Assistant, because you are the Best TA that we have in the last semester”. Whats!! Aku agak kaget juga dengan kalimat tersebut.. (Masih terbayang wajah istri yang sumringah melihat kebahagiaanku saat itu).

You have to prepare everything for the regulation and when you wanna come back Taiwan? tanya Zilvia, 23 Februari jawabku… “oke, 24 you have to come to the Office and talk to me”, tutup Zilvia.

Alhamdulillah, Allah Maha Besar!!!

24 Februari aku sudah berada di Taiwan dan menemui Zilvia, mulailah hari itu aku bergelut dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan Teaching Assistant. Mulai dari pembuatan regulasi dan deskripsi tentang tugas TA, meng-arrange skejul untuk meeting TA, membuat Classrom Log, TA Diary serta hal hal yang berhubungan agenda pertemuan rutin TA dan lain sebagainya.

Nah, tadi siang aku bertemu dengan Professo Yang, setengah berteriak dia bilang di tengah keramaian… Hi Yordan? How are you?? Congratulation? How is your wife? When did you come back here? I always send you email and looking for you? I hope you will be my TA again in this semester? Tuing… tuing.. tuing….

I just said: Office assigned me as a Supervisor of the TA in this semester, Professor.

Oh, good, you are the Best TA that I ever had, ya ya that position is very good for you, kata Professor Yang sambil mengucapkan Nice to see you, Yordan, hahahah….

Advertisements
04
Mar
09

Alhamdulillah.. Bertemu kembali…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Setelah sekitar sebulan lebih blog ini ditinggal begitu saja, akhirnya berkat sapaan beberapa sahabat yang sering membaca nih blog, dirku diminta menulis walau di sela-sela kerjaan yang ruamenya luar biasa.. Mulai dari fiksasi regulasi Teaching Assistant, list students kelas Human Resource sampai dengan kuesioner thesis yang nggak kelar kelar, haha.. Nasib.. Nasib..

Yupe, Alhamdulillah setelah menikah ada perubahan mendasar dalam hidupku saat ini, ada rasa tanggungjawab lebih setelah menikah, terutama ketika harus meninggalkan istri di Indonesia (bulan depan diriku yang ditinggal istri, haha..)

Selama menikah, yang aku fahami memang ada perbedaan-perbedaan yang kami temukan, Alhamdulillah Allah memberikan kami kekuatan lebih untuk saling menerima dan menutupi kekurangan masing masing. Inget kata kata Pak Hendro kepada kamu berdua ketika menikah.. “Biasakanlah meminta dan memberi maaf”. Yupe, ternyata benar, setelah menjalani kehidupan rumah tangga, (ciye..) walaupun hanya 23 hari bersama istri di Indonesia, kami tak pernah sedikitpun merasakan marah, kesal, sebel atau bertengkar.. Malah kami merasa sangat bahagia bersama kian hari…

nikahIstrilah yang selalu membangunkan aku ketika tertidur pulas untuk sholat subuh, untuk tahajjud.. Subhanallah.. Dia juga yang paling sering menyinggungku jikalau lupa membaca Al Quran setelah sholat magrib.. Terngiang selalu kata kata yang manis, lembut, namun sangat mengena.. “Mas, pengen denger suara mas ngaji lo, sudah dua hari nggak denger Mas Tilawah…” atau singgungan yang ini “Mas dengerin Adek baca Al Quran ya, ntar mas yang baca terjemahannya..” Dieng!!!

Perpisahan di bandara Juanda dengan istri adalah hal yang paling berat dalam hidupku.. Yah, aku sempat menoleh kebelakang melihat istriku menangis.. Subhanallah… istriku yang begitu baik, lembut, tak banyak menuntut, taat dan menerima aku apa adanya… Alhamdulillah, Allah memberikan yang terbaik…

Setelah menikah hidup kami memang seperti petualangan yang tak habisnya. Mulai dari Malang dan beberapa kota di Jawa Timur lainnya, Jakarta, Jogja, sampai OKU Timur, SUMSEL kami jalani berdua.. Mulai dari naek pesawat sampe naek kapal juga kita jalani berdua, hehehe.. Subhanallah ya nikmat Allah…

cetak13Yang paling berkesan adalah ketika di Jogja kami diundang untuk mengisi TalkShow berdua, Talkshow dengan tema “Sharing pengalaman Belajar dan Dakwah di Luar Negeri” ini dihadiri sekitar 70 orang mahasiswa. Sejujurnya gugup juga sih bercerita di depan orang banyak mengenai dakwah, karena kami juga bukanlah pendakwah ulung yang mati matian menghabiskan hidupnya untuk pengabdian bagi agama Allah. Tapi memang kami menikah dulu dengan satu tujuan mengokohkan dakwah yang telah kami jalani berdua.

Terima kasih, Alhamdulillah ya Allah… Engkau berikan yang terbaik kepadaku… ISTRIKU… Nur Aini Rakhmawati

Taiwan,

5 Maret 2009




Blog Stats

  • 177,304 hits
March 2009
M T W T F S S
« Nov   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tentang Aku..

  • None