07
Nov
08

Hari Hari Yang (Sebenarnya Tidak) Melelahkan…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Sebetulnya cerita ini sudah lama kubuat, sekitar 2 bulan yang lalu, tapi tersimpan rapi dalam tulisan yang belum diterbitkan.. tadi sore jadi gak sengaja ngebaca kalau Typhoon menyerang Jogja, meluluhlantakkan sekitar UGM, jadi inget sama artikel ini… fiuh..

Akh Yordan, kapan ke Kaohsiungnya?? Itulah pertanyaan yang berulangkali aku terima di YM-ku, pertanyaan itu berasal dari Pak Tya (Presiden FORMMIT). Aku jawab aja besok Sabtu, hehe… Yupe, Jum’at kemaren, memang kami, pasukan Ikhwan dari Tainan, Nantai dan juga Chia Yi bermaksud mengadakan iktikaf bareng di masjid Tainan. Alhamdulillah, setelah mengendarai sepeda berdua Iman, sampailah aku di masjid tepat jam 9 malam.

Sudah ada beberapa ikhwah yang ada di dalam masjid, baik dari Tainan, maupun yang lainnya. Semua berkumpul dalam ruangan masjid yang sejuk itu. Alhamdulillah, kita semua bisa berkumpul bersama sama untuk beriktikaf dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Semalaman, sampai dengan sahur, sebagian dari teman teman ada yang sudah mulai tertidur, sementara aku masih terus berjaga sampai waktunya sahur tiba. Jam 3.30 waktunya kami sahur dan mulai menghabiskan semua makanan yang masing masing telah kami bawa.. Subhanallah, inilah ukhuwah, semua makanan itu dibagi bagi semua, yang tak membawa makananpun tak jadi soal, masjidpun mempersilahkan kami untuk memasak apapun bahan makanan yang ada di dapur masjid, jadi tak bakal ada yang kelaparan, hehe.. Alhamdulillah.. Allahu Akbar!!

Setelah Sholat Subuh, semua melanjutkan membaca Al-Qur’an masing masing dan untuk selanjutnya merebahkan diri di pojok masjid, tidur bertumpuk tumpuk dah, hehe..

Tapi anehnya sekuat aku memejamkan mata, sekuat itu pula, aku nggak bisa tidur.. Kulihat sahabat-sahabat yang lain sudah tertidur dengan pulasnya. Iman yang disebelahku saja, sudah lelap sekali tidurnya.. Subhanallah, kenikmatan tidurpun bahkan harus diyukuri bagi semua makhluk di dunia ini, terutama yang mengalami insomnia, hehe..

Tepat jam 8 pagi setelah membereskan segala sesuatunya, termasuk mematikan AC masjid, kamipun bergegas menuju kampus masing-masing. Aku, Iman dan Tsulusun harus mengendarai sepeda untuk menuju kampus yang jaraknya kira kira 45 menit melaju dengan sepeda.

Fiuh, sampe juga di kamar oi, setelah mandi aku pun bergegas mengaktifkan komputerku untuk mengecek email yang masuk, maklum.. Professor biasanya ngirim perintah inilah itulah, haha.. resiko jadi TA, Om.. Klik.. klik.. Bener khan.. Professor Yang meminta aku untuk mengikuti Training Belajar Mengajar yang akan diselenggarakan pada hari Selasa ini.. Sejak pukul 8 sampai dengan pukul 5 sore.. waaaaaaa…. Tapi ya Alhamdulillah, berarti kan bakal nambah ilmu, ya nggak seh, hehe…

Ternyata kalau soal email ke TA, nggak cuma Professor yang menuh menuhin… mahasiswa rameeeee banged yang tanyalah skejullah, yang mau drop lah, yang mau add lah, yang nggak liat link bahan paperlah, yang mau order buku lah.. pokoke ramai deh, hehehe.. Tapi ada banyak yang kalimat yang semuanya serempak dan satu suara.. “Please relpy my email, ASAP”, yaaaaaa…

Sampai juga waktunya Zuhur, setalah sholat Zuhur, Mbak DWW mulai ngebuzz… Dan, ayo neng KHH, piye tho?? Pak Tya ki bengang bengong neng Mesjid. Kujawab aja”, aku urung turu Mbak Yu, jam 2 ya??

Setelah kurang puas tidur selama 45 menit, akupun segera berbenah mempersiapkan keberangkatan ke Masjid Kaohsiung, bersama Mustofa (Gambia) dan juga Azman, kami menumpang kereta lambat yang murah selama kurang lebih 45 menit dan dilanjutkan dengan membayar taksi sebesar NTD 180 (konversi dewe neng rupiah, ra sah tekon tekon, males jawabe, haha). Alhamdulillah, sampai juga di masjid, dan ternyata sampai di ruang sidang, Pak Tya, sang Presiden FORMMIT sedang memberikan tausiyah pembuka bagi para peserta rapat. Sudah ada Rizki, Jaya, Pak Zul, Om Ratno, Pak Yusuf, Alief, Chipta, Mbak DWW dan haduh lupa gua, sapa ya namanya Ketua Kemuslimahan tengah, haha.. anak ASIA U itu.. pokoknya itu lah, hehehe.. lupa oi..

sdc10388Baru saja rapat dimulai, buka bersamapun tiba.. Alhamdulillah, senangnya. Rizki yang di daulat jadi MC menyatakan bahwa acara akan dilanjutkan setelah Tarowih dan akan berbentuk komisi komisi kecil.

Setelah menikmati buka bersama dan dilanjutkan dengan Isya dan Tarowih, acara sidang yang luar biasa dan penuh kegembiraan.. Penuh tawa namun sangat serius. Sidang dilakukan sampai menjelang sahur, dan selanjutnya tepat jam 3, kamipun membantu para ahli ahli masak masjid yang sudah menyiapkan beranek ragam masakan yang wow luar biasa euii…

Nah, sahurpun dimulai, tapi ternyata setelah sahur, acara sidang berlanjut.. ya….. mati gua.. setelah mandi dan sholat subuh, aku pun bergegas kembali menuju ruang sidang yang sudah rame dengan gelak tawa, karena tak kuat menahan kantuk, akhirnya aku turun menuju basement dan di sana akupun langsung menuju ke kasur yang memang disediakan untuk beristirahat.. 1 jam berlalu.. Nikmatnya karunia tidur. Setelah itu, kembali aku menuju ke ruang sidang dan… sidang baru selesai tepat jam 11 siang. Allah, capeknya…

Tepat jam 3 kan aku janji untuk menghadiri buka bersama Forum Komunikasi Keluarga Besar Warga Indonesai di Taiwan (FKKBWIT) sekaligus menyampaikan ceramah pengantar buka puasa di kota Sanhua. Akhirnya, bertiga dengan Mbak DWW dan Mustofa, akupun sampai juga di Tainan.

Setelah Ashar, aku serta beberapa mahasiswa lainnya, harus berangkat ke Sanhua dengan kembali menggunakan kereta. Hari itu, Super Tyhpoon sedang mengunjungi kota kami, jadilah hujan badai sampai dengan angin ribut yang kencang menggoyang goyang tubuh kami, terasa seperti di tendang tendang orang dari belakang, hehe.. Wuih, kalau aja tau kondisinya di wilayah utara.. Typhoon ini betul betul meluluhlantakkan sebagian besar fasilitas umum, besi besi beterbangan, dan lain lain, pokoke rame deh, hehe… Tapi yang namanya buka bersama gretong dengan masakan ala Indonesia, yang namanya student ya tetep aja student, hahaha…

Jam 5 sore kami pun sampai di tujuan, tentunya dengan tetap berhujan hujan ria menggunakan mantel.. Payung?? Bisa patah mematah, Om.. Anginnya aja bisa menghantam badan sampe terasa babak belur, apalagi cuma sekedar payung, haha.. Ternyata lokasi yang disedikan panitia cukup lur biasa juga.. Semacam lapangan parkir, beratap, namun sudah diberi alas semacam plastik plastik jerigan besar yang cukup tinggi dari permukaan tanha, sehingga para peserta buka bersama tak kan kebasahan..

Karena badai terus menghantam, akhirnya acara baru dibuka tepat jam 5.30 sore.. Sambutan sambutan, qasidahan.. makan waktu juga deh sampai dengan buka bersama.. AKhirnya panitia memutuskan, bahwa tausiyah akan disampaikan setelah sholat magrib, setelah sholat berjamaah dengan kondisi angin yang ruar biasa mengerikan.

st831162

Setelah sholat akupun dipersilahkan memberikan tausiyah kepada para TKI TKI yang luar biasa ini. Sekitar 70 orang TKI sudah menikmati hidangan makanan



2 Responses to “Hari Hari Yang (Sebenarnya Tidak) Melelahkan…”


  1. 1 dhita
    November 11, 2008 at 7:57 am

    Assalamualaikum wr wb
    mau tanya nih, apa nggak pernah bosen denan rutinitas yang ada. klo pernah bagaimana caranya (bagi tipsnya ya) untuk membangkitkan kembali semangat itu, tuk mengobarkannya kembali. makasih. jzk …

  2. November 12, 2008 at 1:22 pm

    lupa apa lupa…….?

    hihihi👿


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: