16
Oct
08

Alhamdulillah saya jadi TA (3)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Jadi TA memang senang, sedih, bahagia, marah, sebel, haha.. Pokoknya nano nano deh rasanya.. Ini terjadi ketika Idul Fitri. Aku dengan sangat terpaksa harus menghilangkan keinginanku untuk mengikuti sholat Ied, karena harus “menemani” sang Professor tercinta di dalam kelas.

Yah, nasib, hehehe.. Gak bisa kumpul-kumpul di masjid dan juga saudara saudara Muslim lainnya di masjid. awalnya si aku meminta Hoang, anak Ph.D dari Vietnam untuk menggantikan posisiku pada hari itu, karena Hoang adalah TA Professor Yang juga (untuk MK yang berbeda), tapi apa hendak dikata.. Hoang juga tak memilki waktu untuk itu dan lagi aku ingat pesannya Ustadz Ikhsan dan Pak Endrio yang pernah menasehatiku tahun lalu, sholat itu sunnah.. yang wajib itu kerja atau kuliah… Antum pilih kuliahlah!! Siap Ustadz, hehehe…

Setelah kuliah kelas Rabu pagi sampai dengan jam 12 siang, akhirnya aku bisa bebas mengirimkan SMS atau menelfon keluarga dan lain sebagianya di kamar asrama, kebetulan memang roomateku, Pak Fery sedang pulang ke indonesia, menengok keluarga. Jadi bebas deh, nelfon Emak, nelfon kakak, ponakan, mertua (weitsss, sapa pula ini, entah mertua dari mana ya??, haha..)

Aje gile, SMS di ponsel yang masuk hari itu luar biasa banyak, sampe sampe diinbox tertulis 408, seneng seneng aja sih nerima SMS ucapan segitu, artinya banyak yang perhatin ama orang ganteng ini (glekkkk…). Yang jadi masalah adalah KAGAK ADA PULSA BUAT NGEBALASNYA????, hua… nasib nasib…

Selanjutnya, di kelas Kamis malam, aku kembali menduduki tahta TA yang berada di pojok kelas itu, persentasipun di mulai… kali ini materinya adalah tentang “Determinant of bank efficiency during unstable macroeconmics environtment: Empirical evidence from Malaysia” dan presenternya adalah John Qubti yang merupakan warga Canada berdarah Mesir. dalam presentasinya John Q (panggilan akrabnya) memeparkan tentang adanya future research dari article yang di presentasikannya, yaitu mengenai adanya perbandingan Islamic Syariah Banking dengan Sistem Konvensional yang saat ini berlaku di seluruh dunia.

Beberapa orang tampak kebingungan dengan masalah Islamic Banking System ini, aku yang sedang duduk memperhatkan diskuisi tiba tiba dikagetkan dengan kalimat Professor Yang, “TA do you have any opinion?? or.. would you like to explain about the Islamic Banking System and how is the situation in your country??”

Wawawawa, ini mah bukan kerjaan mudah Om.. menjelaskan Islamic banking System.. Untunglah, sejak kuliah dan bekerja di UMY, aku selalu mendapatkan materi tentang Syariah Banking and Law. Kalo mau urusan yang beginian, Doktor Ikhsan ahlinya oi… belum lagi berbagai pelatihan pelatihan yang aku terima, sejak kuliah dulu, bahkan aku pernah menjadi Liasion Officer untuk seorang Professor dari Bangladesh yang menjadi pembicara dalam International Seminar in Islamic Banking…

Setelah sekitar 15 menit menjelaskan, aku fikir selesai… Ternyata… oh… Semua angkat tangan, semua mahasiswa bertanya… wawawawa… Mulai dari kenapa bunga bank haram, apa itu bagi hasil, bagaimana regulasinya… haha.. Kalo itu mah masih bisa dijawab jawab dikit, tapi waktu ada yang tanya apa itu murobahah, mudharobah, nah lo… rupanya si mahasiswa ini langsung mencari tentang Islamic Banking System di internet, ketika pembahasan masalah itu.. Alhamdulillah, semua lancar lancar saja ketika ku jelaskan dan mereka tampak memahami apa yang ku kemukakan.

Masalahnya adalah, bukan si John lagi yang presentasi, tapi 45 menit, semua pandangan ditujukan kepada TA yang berhati baik ini (haha, ge er mode on)…

21.30 tepat kelas berakhir, tapi ada satu mahasiswa yang sejak tadi belom keluar keluar juga seh, arep bali Om, wis malem.. Eh tiba tiba, Vito, mahasiswa asal US itu mendekati dan bertanya mengenai Islam.. semua hal ditanyakannya sampai dengan hal hal terkecil, terutama mengenai Syariah Law.

Vito sampe berucap, “oh.. beda ya dengan yang kudengar selama ini..” Alhamdulillah sekitar 1 jam kami berbincang bincang mengenai Islam, dia tampak kagum sekali dengan system yang memang luar biasa itu.

Kesimpulannya… jadi TA kali ini sedihnya tak bisa ikut sholat Ied, tapi gembiranya jauh berlipat lipat, karena bisa menjelaskan keindahan agama Islam…

Alhamdulillah.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…


1 Response to “Alhamdulillah saya jadi TA (3)”


  1. 1 dhita
    November 5, 2008 at 4:43 am

    subhanallah, cerita2nya memang banyak memotivasi. terimakasih. ditunggu cerita2 berikutnya, kok lama belum ada yang baru dibulan november …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: