28
Aug
08

Servis…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Selasa kemaren, aku kembali menemui Miss Lin, ingat kan siapa beliau, di serial insiden keselelo, hehehe.. Aku kembali menemui sang Resident Counselor ini, karena ada mahasiswa Muslimah tahun kedua yang meminta kepadaku agar mengusahakan dipindah ke kamar lainnya, karena merasa tak nyaman ketika beribadah, hal ini disebabkan oleh perbedaan agama dengan dua orang roomate-nya. Yah, begitulah kalau hidap di negeri Muslim minoritas, harus berjuang dan berjuang untuk tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Sabar ya Ukhti..

Kuangkat gagang telfon kamarku, kuhubungi nomor ekstensi ruangan Miss Lin.. Can I speak with Miss Lin?? Itulah kalimat yang kuajaukan ketika ada petugas di office yang bertanya tentang keperluanku.. Setelah berbicara dan meminta waktu akhirnya aku menuju ke Lantai 3, Gedung Yunping itu.

Miss Lin dengan sigap menyediakan kursi bagiku untuk duduk dan membantu beliau dalam meng-arrange kamar bagai mahasiswa Internasional. Bayangkan oi, dormitory yang jumlahnya sekitar 10 gedung, tiap gedung 10 tingkat, setiap lantai berisi 11 kamar, semua berada di data basenya Miss Lin. Aku bisa sangat berempati dengan beliau, ketika tahun lalu aku yang baru saja datang ke NCKU, tiba tiba di masukkan di kamar yang telah dihuni oleh orang India. To be honest, ada beberapa hal yang membuat aku akhirnya memaksa Miss Lin untuk memindahkan aku dari kamar itu.. Baunya uei.. hehehe.. tapi Miss Lin waktu itu bersikeras, untuk tetap tidak memindahkanku dari kamar itu…

Alhamdulillah, Pak Mungki yang dulunya tinggal di kamar sebelah, saat itu berada di apartemen beserta istrinya, sehingga kamar beliau kosong… Selama beberapa bulan, aku berada di kamar beliau, hehehe.. Jazakallah Pak Mungki.

kembali ke Miss Lin, beliau bertanya… kenapa dia mau pindah Dan?? Akupun sedikit bercerita, bahwa flat tersebut seringkali dimasuki oleh laki laki, sehingga sang Muslimah ini, merasa sangat tidak nyaman. Miss Lin lalu bertanya tentang mengapa Muslimah harus menggunakan jilbab, kujelaskan satu persatu alasannya dengan beliau. Beliau mengangguk anggukan kepalanya. Tapi ada satu pertanyaan yang membuat aku sedikit tertawa.. Miss Lin berkata begini, “Saya heran, dan.. kalau tidur susah ya Muslimah itu?? Ntar kalo kepala atau mukanya kena jarum dijilbabnya gimana??” hihihihi.. Kujelaskan kembali kepada beliau mengenai hal tersebut.

Sekitar 30 menit, kami mengurusi masalah data base mahasiswa Muslim Indonesia, terutama kamar untuk sang Muslimah ini. “Ada tiga alternatif kamar, dua kamar di lantai 10 dan satu kamar di lantai 8, tepatnya 809“, ujar Miss Lin. “Tapi, kamar itu sebenarnya saya siapkan untuk transit mahasiswa baru yang kemalaman sampe di dormnya, mungkin akhir September baru bisa ditempati“, lanjut Miss Lin. Hmm.. oke, nanti aku bicarakan dulu kepada anak anaknya.. Belum selesai aku menjelaskan maksudku…Tiba-tiba ada seorang mahasiswa lokal, sepertinya undergraduate, yang datang dan mendekati Miss Lin, aku lihat dia menggunakan alat bantu pendengaran. Miss Lin berucap, “sebentar ya Dan??” Akupun mengangguk tanda setuju.

Miss Lin pun bertanya dengan sangat ramah dengan anak tersebut, dan ternyata anak tersebut membawa secarik kertas yang sudah ditulis mengenai keinginannya. Miss Linpun menjawab, namun sepertinya si anak ini sulit sekali menangkap suara… Miss Lin mengambil secarik kertas dan menuliskan jawabannya, lalu sang mahasiswa kembali menuliskan kalimatnya di kertas, terkadang sang mahasiswa bertanya langsung, dan kembali.. Miss Lin dengan sangat sabar menorehkan kalimat demi kalimat di kertas tersebut dan itu berulang ulang terjadi selama hampir setengah jam… Lalu setelah selesai, si Anak tadi keluar dengan muka yang kelihatan gembira sekali.

Luar biasa fikirku, kalau aku jadi Miss Lin belum tentu sesabar itu… Ketika kutanyakan beliau menjawab, “menservis mahasiswa itu adalah bagian dari keungggulan sebuah universitas, Dan..” Aku sedikit terkagum juga dengan kalimat beliau ini.

Belum selesai kami berbincang, datang lagi Sanchita Panja, classmate ku yang berasal dari India. Karena baru saja operasi maka Sanchita meminta kepada beliau untuk dicarikan kamar khusus baginya. Lagi lagi Miss Lin melayani dengan tersenyum. Baru saja Sanchita keluar, seorang mahasiswa asal Inggris, tiba tiba masuk dan meminta bantuan beliau. Dan beliaupun segera menyelesaikan masalah cewek berambut pirang tersebut.

Hebat!!! gumamku dalam hati. Begitu besar perhatian mereka akan arti kata servis. masih ingat juga dikepalaku, ketika beberapa hari yang lalu, aku membantu Mbak Dini, mahasiswa baru di jurusan Teknik Lingkungan, untuk mencarikan data Professor di jurusannya. Kemudian ku ajak dia ke IMBA Office, untuk meminjam telefon guna menghubungi jurusan yang dia tuju tersebut. Baru saja masuk ke ruangan IMBA, Tiffany yang melihat Mbak Dini langsung berujar, “Yordan, would you like to make a cup of tea for your friend?”, aku agak kaget juga, aku kan belum memperkenalkan Mbak Dini, gumamku dalam hati, tapi langsung aja aku buatkan secangkir teh panas buat Mbak Dini, hehehe…

Kembali ke ruangan Miss Lin, selagi Miss Lin melayani tiga orang tadi, sebenarnya aku melihat lihat data base yang aad di komputer beliau. Setelah melihat lihat ada beberapa mahasiswa Muslim yang belum tercantum di raungan yang diinginkan, akupun langsung meminta beliau memasukkan nama-nama mahasiswa baru Muslim untuk ditempatkan di kamar para mahasiswa Indonesia lainnya, terutama yang satu agama. Tercatat nama Mas Ely, Mas Bayu dan beberapa mahasiswa Muslim lainnya belum ada dalam data base beliau dan ditempatkan di sembarangan kamar….

Alhamdulillah selesai juga.. Diakhir.. Tiba-tiba tiba Miss Lin bilang.. “Dan, boleh tanya?? kamu dibayar berapa sih ngurusin yang beginian, kog mau susah ngurusin orang lain??” Akupun hanya tersenyum dan mengatakan… “Inilah hebatnya agama Islam Miss Lin?? Jikalau saya tau bahwa seseorang itu Muslim, dia akui Allah sebagai tuhannya, maka dia adalah saudara saya?? dan saya wajib membantu saudara saya yang memang mebutuhkan bantuan, diminta ataupun tidak diminta..” Beliau berujar..“wow.. interesting.. how wonderfull your religion, Islam!! There is no religion like yours…” Yeah, like that, gumamku..

“Oke Miss Lin, Thank you very much“, ujarku beranjak dari kursi.. “wait.. Wait Yordan!! “This is for you, what is that??“, kataku cepat.. Ini Sun Moon Cake, khusus saya kasih untukmu lah, karena kamu sudah membantu saya dalam menangani masalah kamar yang complicated ini, seharusnya tiap negara punya perwakilan seperti kamu yang mau berjuang demi teman temannya, take it.. Akhirnya, kuambil juga tu kue.. lumayan eui.. di toko toko mah mahal, Alhamdulillah… Di kamar kumakan tu kue dan huuuuu, uenaaaakkk rekkk…

Nah.. dari cerita di atas.. Ibroh yang bisa kuambil hari Selasa kemaren adalah “Servise”, itulah memang kata kunci yang aku pelajari selama kuliah di Taiwan ini. Orang-orang Taiwan ini benar benar menservis mahasiswa dengan sangat baik, mereka juga berusaha menampilkan image yang berkesan bagi para mahasiswa Internasional.

Professor di tempatku kuliah juga sangatlah sederhana dan akrab dengan para mahasiswanya. Padahal mereka semua adalah Ph.D lulusan USA san UK, tapi mereka benar benar menjaga kedekatan dengan para mahasiswanya, Masih kuingat ketika pulang kuliah Managerial Accounting, aku langsung menuju ke parkiran sepeda, aku menengok disebelahku, Professor Wu Tsing-Tzai, sedang membuka gembok sepedanya.

Ph.D lulusan USA yang punya segambreng gelar sertifikasi dunia dalam bidang akunting itu (mulai dari CPA, CMA, CIA, CBA, CFSA dan teman temannya, haha,.. Kepanjanganne cari dewe yo?? Males, hehehe…), dengan santainya berucap..“See you every body” sambil mengayuh sepeda beliau.. hoohh… Serasa terbang!!!! Padahalkan biasa aja kale, hehehe… Iya sih, kalau di sapa Professor mah biasa disini, tapi kalau di sapa Professor sambil naek sepeda?? Jarang jarang ueii, haha… Keramahan seorang Professor kan bagian dari servis universitas juga, Bung??

Aku sempat berfikir, kalau prinsip getok tular di jawa kan luar biasa untuk menarik minat konsumen. Nah, mungkin prinsip itu jugalah yang dilakukan oleh Miss Lin dan officer di Taiwan ini untuk mendapatkan simpati dari para konsumen internasionalnya, yaitu kami para mahasiswa internasional dari 33 negara….

SERVIS…


1 Response to “Servis…”


  1. 1 ratno
    September 3, 2008 at 5:39 am

    betul, sangat setuju bahwasanya servis itu penting. dan patut disadari ini adalah salah satu kelemahan kita. padahal pada akhirnya sevis yang baik akan menguntungkan kita. apalagi dengan sistem yang ada saat ini.

    bayangkan bila servis kita jelek, seperti menyentuh net atau bahkan tidak menyangkut di net, maka poin lawan akan bertambah!! dan bila kita sedang dalam posisi kritis maka hampir dipastikan kekalahan berada dalam genggaman (eh, ini ngomongin servis bulutangkis kan?)

    btw, sebenarnya banyak hal lain yang pengen dikomentarin (seperti apakah miss lin itu single atau double? kalau double, mix atau ladies double?) tapi saya takut dikira fansnya bapak dosen padahal saya ngefansnya sama ibu dosen, hihihi

    (kabur mode on)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: