22
Aug
08

Insiden Keseleo

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Klotak.. Au.. setengah berteriak aku menahan sakit di pergelangan kaki dan pahaku. Tiba tiba saja kakiku tergelincir dari tangga di ruang depan gedung Utama Kampus alias Yunping Building…

Dengan meringis tetap ku usahakan untuk tertatih tatih menuju elevator, karena Miss Lin, Resident Canselour sudah menungguku di ruangan beliau di lantai 3. Akibat dari insiden ini masih terus kurasakan sampai dengan saat ini, walaupun sudah agak mulai berkurang rasa sakitnya.

Semua ini dimulai dengan aktifitasku di hari rabu yang lalu. Sekitar pukul 11 siang aku mengaktifkan Yahoo Messenger ku.. Fiuh, banyak juga email yang masuk hari ini. Ada dua email yang paling menarik hari ini, yang pertama dari salah seorang mahasiswa UI yang curahat bahwa diterima sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Taiwan, tapi jutsru dia menjadi Back Up di universitasku (sekedar informasi saja kalau Departemenku membuat para applicant yang memiliki potensi sebagai back up untuk diterima, jikalau ada applicant yang diterima namun mengundurkan diri). Yang kedua.. RAHASIA DONG!! PENGEN TEU AJA, hehehe…

Kembali ke mahasiswa UI… Kuhubungi Azman dan Alhamdulillah, aku punya jalannya (sebetulnya kejadian seperti ini sudah pernah terjadi terjadi, kebetulan aku jugalah yang mendatangi Direktur Program untuk meminta bantuan beliau membereskan masalah itu. Nah kali ini aku sudah tau bagaimana jalannya, hehehe). Kami (AKu, HAfidz sang alumni UI dan Azman) pun akhirnya ber-conference ria membahas masalah tersebut. Setelah sholat zuhur aku pun segera meluncur ke lantai 2 alias IIMBA Office, kuprint sebuah surat yang ditandatangai oleh Direktur Program, yaitu Professor Wu, dan surat ini  ditujukan untuk Perwakilan Negara Taiwan (TETO) di Indonesia. (Note: Alhamdulilah, kamis kemaren surat suratnya sudah ditandatangani dah aku Fax kepada Chairman-nya TETO di Jakarta, selain itu juga surat itupun aku kirim via email kepada pimpinan TETO sendiri.)

Selesai juga nih, fikirku dalam hati, secepat kilat akupun segera menuju ke ruangan Professor Wu, lantai 6 di gedung depan IIMBA. Ku ketuk pintu ruangan sekretaris beliau. Sekretarisnyapun bilang kalau Professor Wu ada acara di luar kampus. Yah, agak kecewa juga.. Lalu si sekretaris inipun bertanya tentang keperluanku. Akhirnya si sekretaris bilang, kalau begitu kamu print saja menggunakan kertas kop, ini isinya dah bagus kog, biar nanti Professor Wu tinggal tanda tangan. Sumringah euiiii, aku bilang aja.. “Oke deh, 15 menit lagi aku balik kesini, hehehe..”

“Mindy… kog kertas kop gak ada sih??” Mindy langsung menjawab.. “kamu cari di tumpukan amplop tuh.. Pusing nggak ketemu ketemu juga”, finally Mindy bilang.. “Kayaknya di ruangan sebelah ada deh, perlu berapa??” Cukup dua aku bilang.. Thanks Mindy ucapku.. Setelah aku print dengan kertas kop, akhirnya aku kembali menyerahkan surat itu kepada Sekretaris Professor Wu. “oiya, tulis pesen tuh buat Professor, selanjutnya kamu tunggu ya sampe pukul 6, kalo nggak ada telfon dariku berarti Professor gak balik”.. Wokeh ucapku lirih..

Baru aja kembali ke IIMBA Office, aku bercerita dengan Azman yang saat itu sedang bekerja. Terima Kasih Cinta-nya Afgan, tiba tiba berkumandang di ponselku.. karena nomor asing.. Ku jawab saja.. We, nihao?? (gaya banged ya?? haha..) Dari ujung telefon, tiba tiba menyapa.. “Good afternoon Yordan, this is Miss Lin, Resident Conselour, I would like to talk to you concerning the letter that you put in my table“.

Yupe, kebetulan beberapa hari yang lalu, aku meletakkan sebuah surat di mejanya beliau, surat itu berisi tentang permohonan bagi beberapa mahasiswa Muslim dari Indoensia untuk ditempatkan dalam satu kamar yang sama. Selain itu Iman dan Mas Badri yang baru saja berpindah kamar, ternyata tidak tercatat sebagai penghuni kamar tersebut. Weikkk, kamar mereka malah terisi mahasiswa asal Vietnam, hehehe..

Miss Lin lalu menjelaskan kalau dia sudah membaca suratku dan memahami bahwa telah terjadi kekeliruan di kamarnya Iman dan Mas Badri, namun dia akan tetap memasukkan mahasiswa Vietnam tersebut bertiga dengan mereka berdua. Akupun sempat meminta kepada Miss Lin untuk mencari kemungkinan bagi mahasiswa Vietnam itu untuk dipindah ke kamar lain. Miss Linpun bilang, oke saya usahakan. Alhamdulillah, fikirku…

“Then, Mr. Kaburuan OK in 209,” lanjut Miss Lin. Nah, itu juga menggembirakan… Bang Emil yang juga mahasiswa Indonesia juga akhirnya ditempatkan sesuai kamar yang diminta. “Selanjutnya.. ini ada masalah kata Miss Lin, kamar 202 itu masih ada mahasiswa Vietnamnya, jadi tak mungkin kalau dua orang mahasiswa Indoensia bisa masuk ke sana”. yang dimaksud adalah Nandho dan Yoke yang merupakan alumni dari ITS Surabaya. Kujawab dengan pasti, bahwa si Khan, Vietnamese itu akan segera berpindah ke apartemen barunya, awal September ini. Miss Lin menjawab bahwa dia belum menerima konfirmasinya dan selanjutnya beliau memintaku menunggu kembali sekitar 10 menit untuk mengecek kamar 311 yang telah ku apply atas nama Iman dan Mas Badri, serta 202  untuk Bang Ezra, Yoke dan Nandho.

Oiya, apartemennya Bang Emil harus segera dibayarkan nih ujarku dalam hati. Kuhubungi nomor pemilik apartemen tersebut melalui nomor IIMBA Office, tentu saja setelah izin dengan Silvia dan Mindy. Mereka cuma jawab. Just, use it. Berulang kali aku hubungi si Monika, sang pemilik apartemen, telefonnya masih saja tak aktif and finally setelah kutelfon sebanyak lima kali.. Nyambung euii.. AKu katakan bahwa aku adalah temannya Bang Emil yang akan melakukan pembayaran apartemen yang akan dia tempati tanggal 4 September bulan depan.. Selesai cerita macem macem, akhirnya kami sepakat untuk bertemu di MC D di dekat alamat yang dituju, tepat hari Kamis pukul 12 siang.

Baru menutup telefon.. Afgan nyanyi lagi (hehehehe..) “ya, Miss Lin, this is Yordan”, ucapku singkat. “Setelah dicek, Kamar Iman dan Badri itu bisa digantikan orang lain, Muslim dari Indonesia, tapi sedang menunggu konfirmasi dari dia, jikalau tidak masih ada satu lagi kog“, begitulah kata Miss Lin. “Kalau masalah 202, difficult Yordan?? “Lalu aku katakan Miss Lin, biar jelas, sebaiknya aku datang ke ruangan belaiau saja. OK, ucapnya. Dengan bersemangat aku menuju ke Lantai tiga Yunping Building, setibanya ditangga itulah insiden keseleo terjadi.. Maaaak, sakit banged. Alhamdulillah, setelah bicara lama dengan Miss Lin, kamar Iman dan Mas Badri ditambahkan satu orang mahasiswa Muslim asal ITB, hanya saja aku harus mengkonfirmasi masalah kamar Yoke dan Nandho, yang sampe sekarang tak jelas apakah dua penghuni lamanya, yaitu Rizal dari Malaysia dan Khan sang Vietnamese akan tetap bertahan di sana.

Kembali ke IIMBA Office, aku sedikit mengeluh rasa sakit di kakiku ke Azman.. Jawaban Azman sederhana.. “Antum memudahkan urusan orang, ikhlas.. Allah pasti memudahkan urusan antum…”. wah, semangat deh, hehe.. Thanks Bro..

Weiiks, baru inget, kalo Dika anak UI yang kuliah di STUT, jam 5 ini ngajak berenang di Swimming Pool-nya dorm. Biasa, di kampusnya kagak ade bos, hehehehe.. Pisss Diks.. Setelah meminjam kartu mahasiswa Azman, biar Dikanya nggak bayar mahal, hihihihi.. Dasar selundupan, akhirnya akupun segera menuju ke  dormitory.. Buuttt, mendingan cek surat ke sekretarisnya Professor Wu.. Belom dateng nih, itulah kalimatnya sekretaris yang berkaca mata ini.

Fiuh, dengan mengayuh sepedaku tercinta.. sampe juga ni di dorm.. rupanya Dika sudah nongol ditemenin sama Pak Bode dan pak Fery. Jujur aja, kakiku itu swakit sekali, boro boro renang, jalan aja susah, tapi karena tak mau mengecewakan Dika, willy nily.. Setelah sholat kamipun segera menuju ke swimming pool…

Jujur, kakiku saakiiitttt banged, kukatakan dengan Dika.. Tapi Dika bilang, “ente gerakin tuh, jangan sampe didiemin..” Kucoba satu putaran, nyerinya luar biasa, dua kali.. kekeke, masih sakit juga.. gua yang bego ya, namanya juga keseleo.. Tiga kali.. empat kali.. Iya ya?? Kog sakitnya berkurang.. Alhamdulillah, setelah berenang selama kurang lebih 1jam, nyeri kakiku langsung sekejap berkurang.. Nyaman deh.. ya agak sakit sakit dikit, tapi minimal dipake jalan udah beres, hehehe..

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas rasa sakit yang luar biasa itu, sakit yang tak sebanding dengan bertrilyun trilyun nikmat yang KAU berikan kepadaku ya Robbi…

Akhukum Doif..

22 Agustus 2008

Pagi hari, dikala sebagian besar penghuni dorm baru menuju pembaringan…


2 Responses to “Insiden Keseleo”


  1. 1 ratno
    August 28, 2008 at 5:57 am

    yang kedua pasti dari debt collector😛 makanya pake dirahasiain segala, hehe

  2. 2 yordangunawan
    August 28, 2008 at 6:14 am

    hahaha.. Teu aja ne Om Ratno.. Iya, debt collectornya nagihin tagihan kartu kredit semester kemaren ni, kekekeke..

    Gimana mau bayar? Beasiswa di rapel sampe September Om, hiks.. hiks…

    Oke deh Om, gimana kalo kita jual aja tuh buku aplikasi komputernya?? haha.. Jangan lupa dengan HAKI saya, hahahaha apa hubungannya ya??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: