27
Jul
08

I can not change your score!!!!!

Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

“I can not change your score”… Itulah kalimat terakhir yang tertulis di email yang di kirim oleh Professor Chen, aggrgrgrgrgrgrg… rasanya gimana gitu… Aku ngerasa kecewa sekali, tapi yah sudahlah.. “Sabar.. Sabar, kamu kan dah usaha, Dan..” Itulah kalimat yang muncul dari bibir semua teman-teman yang aku ajak diskusi tentang masalahku ini. Yupe, mereka benar.. harus SABAR!!!

Cerita ini sebenarnya bermula dari Spring Semester yang lalu, ketika aku “nekad” mengambil 5 Mata Kuliah, disela sela menemukan topik riset untuk thesisku nanti. Kenapa “nekad“? Karena rata-rata mahasiswa hanya kuat dengan maksimal 4 Mata Kuliah saja.. Nah, salah satu mata kuliah yang kuambil adalah Business Ethics and Information Security (BEIS), sebuah mata kuliah yang sangat menarik, karena membahas masalah Etika berbisnis dan juga teknologi informasi…

Mata kuliah ini diinstrukturi oleh Professor Victor Chen, yang merupakan Ph.D lulusan Hawaii, USA. Terus terang, aku sangat tertarik dengan mata kuliah  ini, aku selalu menampakkan mukaku dalam kelas, berdiskusi di dalam kelas dan semua tugas kukerjakan dengan sangat baik, karena memang persyaratan untuk mendapatkan nilai baik dari mata kuliah ini adalah Proposal riset, presentasi proposal, presensi dan aktifitas kelas serta presentasi hasil riset. Research project kukerjakan dengan baik  bersama Pablo (Bolivia), Fili (Israel) dan Khan (Vietnam).

Dalam bayanganku, minimal aku akan mendapatkan nilai di atas rata-rata, karena insya Allah semua prasyarat sudah kulalui dengan sangat baik, minimal 85-an keatas lah.. Itu yang muncul dalam otakku…

Dua minggu yang lalu, aku tanpa sengaja sedang mengurus sesuatu di IMBA Office, dan mataku tertuju pada sebuah pengumuman nilai… BEIS, hmmm.. langsung aja kucari nomor mahasiswaku.. Whats??? Cuma dapet dibawah 80???? Kulihat lagi satu persatu nilai yang lain… hmmm, ini nggak fair.. seruku dalam hati.. lulus sih lulus Bung (catatan: syarat lulus di IMBA minimal mendapatkan score 70), tapi… banyak mahasiswa senior yang nampakin batang hidungnya aja nggak pernah, bisa dapet nilai di atas 83?? bahkan ada yang cuma dateng, diem, duduk manis, senyam senyum, trus minggat waktu break, juga dapet 85??? hmmm…

Akupun langsung menuju ruangan Professor Chen di lantai 4, di gedung yang berbeda.. Kuketok pintunya sampe beberapa kali, tapi tak ada jawaban…

Akhirnya aku meninggalkan ruangan tersebut dengan rasa “gondok” luar biasa.. Astagfirullahal’adzim… Saking keselnya, hehe… (kesel kog, haha hehe, ya??)

Akupun menuju Research Room yang ternyata sedang rame sekali, ada Pak Badri, Pak Mungki, Mbak Dita, Mbak Ana serta kedua putra dan putri pasangan tersebut. Akupun bercerita mengenai masalahku tersebut dan merekapun hanya memberikan saran hal apa sebaiknya yang sebaiknya aku lakukan..

Siang itu juga kukirim email protes kepada sang Professor sebanyak dua kali dan aku minta untuk bertemu beliau, tapi sampe besok pagi belum juga ada jawabannya. Akhirnya, kuforward semua emailku itu kepada Silvia, IMBA Office Assistant yang biasa membantu mahasiswa untuk bertemu dengan Professor.. Alhamdulillah , Silvia banyak membantu dan akhirnya akupun bisa bertemu dengan sang Professor…

Take a sit.. Itulah kalimat pertama beliau kepadaku.. Kemudian Professor ini langsung mengambil lembar nilai dan menunjukkan kepadaku semua kriteria penilaian.. “Semua nilaimu sangat baik, namun ada hal yang membuatnya berkurang signifikan..” kuperhatikan satu persatu, kolom kolom penilaian itu.. Professor Chen pun menyambung pembicaraan dengan kalimat “presensimu nggak penuh”… tapi kemudian akupun langsung menyangkal bahwa aku selalu hadir di kelas dan selalu mengikuti diskusi“, tapi Professor bersikeras  bahwa ia hanya berpatokan pada laporan yang diberikan oleh Teaching Assistant, walaupun di belakang kalimatnya, dia  pun mengatakan.. “aku kenal siapa kau, kau sangat aktif di kelas, tapi faktanya..” atau mungkin kau lupa untuk sign attandance…” May be, Professor”, jawabku lirih…

Aku bertanya pada sang Professor, apakah jikalau aku mendapatkan bukti dari TA bahwa aku hadir dalam setiap pertemuan, maka Professor akan merubah nilaiku?? Dengan sigap si Professor ini menjawab: “tidak bisa!!! karena sudah diumukan dan telah masuk dalam data base penilaian universitas, dan regulasi di universitas, sekali nilai keluar pantang untuk diubah…”

To be honest, aku sangat kecewa, karena sebetulnya, kalau saja presensi itu lengkap, maka nilaiku akan mencapai 91.. Astagfirullah… Dengan gontai.. aku menuju keluar ruangan, dan mengucapkan terima kasih pada Professor Chen…

Keluar ruangan, aku langsung bertemu Iman, saudaraku yang akrab kupanggil Aam, yang kebetulan sejak tadi menungguiku di depan lift.. Aku cuma bilang.. “I really really don’t understand… So dissapointed, Am..” sembari menceritakan hasil pertemuanku dengan Professor itu…

Diperjalanan menuju dorm.. Wait.. aku tiba tiba teringat, kalau ada Professor yang diprotes oleh para students, karena tidak meluluskan lebih dari setengah kelas.. Yah, Professor Yang Yungnane, beliau mengajar Organizational  Behavior alias OB dan lebih dari setengah kelas tak lulus, kemudian beliau dipanggil Direktur Program untuk menjelaskan semuanya… Yang aku dengar sih, akan ada pertimbangan lain dari beliau untuk merubah nilai para students yang failed itu (walau kabar terakhir yang tersiar, permintaan untuk mengubah nilai itu, ditolak universitas).. hmmm, setelah sampai di kamar, secepat kilat aku menuliskan email kepada Pak Badri guna minta pertimbangan.. Alhamdulillah, responnya cukup baik dan ada beberapa saran yang bisa aku pertimbangkan..

Lalu kukirim juga email untuk Silvia dan menjelaskan segala sesuatunya.. dan Silvia menjanjikan untuk berdiskusi dengan professor Wu, yang juga adalah Direktur Program.. dan hasilnya.. No!!!! OB is so different case, Yordan..

Langkah terakhir… Kukirim kembali email untuk Professor Chen.. dan jawaban akhirnya adalah judul dari kisah ini… hoohhh!!! Beginilah kalau kuliah di luar negeri, tak ada tawar menawarnya… Regulasi.. ya regulasi… hehehee… Yaw dah, ngapain sedih… dah terjadi!!! Mending lupakan dan kerjakan tugas lainnya…

Benar kata Aam, “sudahlah Bang, kita ini calon orang tua, calon suami, calon pemimpin rumah tangga… MASAK KARENA BEGINIAN HARUS SEDIH.. KITA HARUS SABAR MENJALANI APAPUN, SEMUA PASTI ADA HIKMAHNYA…”

LAST SENTENCE: JAZAKALLAH FOR THE ADVISE, BRO…


0 Responses to “I can not change your score!!!!!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: