11
Apr
08

Papa Ion..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Beberapa hari yang lalu seorang teman protes kepadaku.. “Kog, kamu dipanggil Papa sih Dan, sama keponakanmu??” Aku cuma tersenyum kecil aja. Jujur nih, ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya yang pernah kuterima, kira-kira ini adalah yang ke seribu tujuh ratus enam puluh dua (saking seringnya kale…).

Yupe, Papa Ion memang adalah panggilan semua keponakanku kepadaku. Sebetulnya ide menggunakan panggilan Papa dan Mama di keluarga kami oleh para keponakan kepada kami para paman dan bibi alias om dan tante mereka, terjadi sekitar tahun 1997, ketika keponakan pertamaku, Azka “Dewa” Rizky Gunawan dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kami sekeluarga bersepakat untuk menggunakan panggilan Mama dan Papa bagi Dewa. Jadilah mulai hari itu terminologi, Mama Era, Mama Imel, Papa Zul dan Papa Ion mulai santer terdengar di keluarga kami hingga hari ini, hehehe…

Kalau ada pertanyaan kenapa harus menggunakan sebutan-sebutan tersebut.. Sebetulnya sederhana sekali, karena kami menginginkan tidak ada jarak sama sekali diantara keluarga kami. Misalnya, jikalau Dewa menginginkan sesuatu, maka ia tak perlu harus memanggil kedua orang tuanya, tapi cukup meminta kepada kami para Papa dan Mama-nya saja.

Masih inget kalo Dewa meminta sesuatu kepadaku lewat telfon: “Pa, Dewa minta dibeliin buku Ensiklopedia Islam yang terbaru ya??” trus apalagi ya?? RPUL juga ya Pa, jangan lupa…” Makasih Papa…”

atau kalimatnya Daffa, keponakanku yang ketiga dengan lidahnya yang masih sedikit pelo; “BU.. Daffa mandinya sama Papa aja ya??”…. Hayooo, gimana rasanya?? Kayak anak kandung kan??

atau masih inged sekali, bagaimana di hari Sabtu (di UMY biasanya Sabtu nggak ada jam kantor dan aktifitas akademik) aku harus rapat dengan Dekan dan beberapa dosen lainnya, sembari menggendong Arya yang tak mau lepas dan akhirnya tertidur di bahuku, karena kebetulan Kakakku ada tamu penting di jurusannya…

Alhamdulillah, semua memang berjalan sebagaimana yang kita inginkan… Saat ini aku memiliki 4 orang keponakan, lelaki semua (kapan ya punya ponakan perempuan, hehehe..), yaitu: Azka Dewa Rizky Gunawan, Azka Rajawaly Gunawan, Muhammad Aryabhima Bagaskhara dan Muhammad Daffa Aulia Riezky Onielda.

Semua sangat akrab dengan kami, semua menganggap bahwa paman dan bibi adalah juga orang tua kandung mereka, jadi tak perlu repot repot teriak.. Ayah.. Ibu atau Papi.. Mami.. untuk meminta sesuatu, jikalau sudah ada kami, para Papa dan Mama di dekat mereka.

Sebagai wujud rasa sayang, kami selalu menyebut keponakan kami dengan sebutan “Nak”, mau tak mau.. semua anak insya Allah sangat merasa nyaman dengan sebutan itu… Oiya, buat yang juga pernah protes kalo aku sering sekali memanggil anak-anak Indonesia kecil di Taiwan ini dengan sebutan “Nak” (hehehehehe…), semata-mata juga karena aku merasa seperti paman mereka sendiri…

Untuk yang pernah bertanya atau bahkan mungkin protes kepadaku.. itulah jawaban lengkapnya. Nah, khusus untuk yang siap jadi pendampingku (amin… segerakan ya Allah…) siap-siap deh dipanggil Mama, hehehehehe….

Salam sayang buat Dewa, Raja, Arya dan Daffa..


2 Responses to “Papa Ion..”


  1. 1 Daffa Auliarizky
    April 15, 2008 at 12:25 pm

    I Love U Papa Ion…

    Mmmmuaaahhh….

  2. 2 yordangunawan
    April 15, 2008 at 2:49 pm

    Love You too Daffa sayang…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: