01
Apr
08

Muktamar FORMMIT (Episode II)

Rasanya baru aja mejemin mata, tiba-tiba si Iman -dengan gayanya yang tanpa dosa membangunkan aku- ”Bang.. bangun.. bangun.. acara mau dimulai lho, jam 9.00..whats??? baru jam 8.50 sodara-sodara, artinya aku baru tidur selama 20 menit… Dengan mata masih tertutup aku bilang.. “Acaranya ditunda, jadi mulai jam 10…” . Fiuh, akhirnya aku bangun juga, gak bisa tidur lagi Om… mataku dah kayak ketusuk-tusuk lidi, saking perihnya, dengan gontai aku menuju ke kamar mandi.. mandi… mandi.. biar lebih ganteng, kan udah ganteng (hahahaha.. kata Emakku lo.. kalo kirim SMS biasanya beliau bilang.. ”iya anakku yang ganteng”.. we… hayoooo…)

Selanjutnya aku pun segera menuju ke ruang bawah, rame rupanya.. sayup-sayup kudengar pasukan dari Tainan sudah pada hadir.. Pak Feri melambaikan tangan dengan senyum khasnya… Ciye, pemimpin pasukan ”para dara dari Tainan” yang juga Dosen Teladan UNS ini memang luar biasa, hehehe…

Akhirnya, setelah makan pagi, acara pembukaanpun dimulai.. MC sudah membacakan susunan acara… Yang pertama sih, biasa sambutan.. sambutan….

Nah, memasuki acara selanjutnya, sarasehan (bukan yang artis lo.. itu Sarah Sechan) tiba-tiba mucullah gerombolan.. eh rombongan Taipei (piss.. piss) .. Asli.. bahagia banged ketemu ketemu MR BAD, si Rizky dan (kuda nilnya, kekekeke), Jaya, dan.. au ah males nyebutin satu-satu.. pokoknya rame deh…

Nah, tiba-tiba ketika acara mau mulai, sang Sekretaris Jenderal, Mas Suyanto, meminta aku jadi salah satu Pimpinan Sidang.. weleh.. weleh.. pekerjaan kayak gini mah sudah lama sekali kutinggalkan.. Awalnya aku agak menolak, tapi kemudian aku dipasangkan dengan Pak Mungky dan Mas Yusuf Wibisono.. Lumayan juga sih.. Pengalaman ngurus organisasi sejak SD sampe ketika kuliah S1, membuat aku insya Allah faham sekali apa yang harus dilakukan… Tapi Muktamar Formmit ini memang rada beda, karena Musyawarahnya dihiasi dengan persaudaraan yang sangat hangat.. Ya Allah, sempatkanlah aku bertemu dengan peristiwa yang sama di masa yang akan datang…

Muktamar yang penuh tawa, senyum, gurauan, tapi real hasilnya.. Jadi inget kalo rapat OSIS waktu SMA atau pengalaman di BEM Fakultas maupun MPM universitas.. fiuh, ampe bangku melayang, kantor BEM kebakar karena dilempar bom molotov, mahasiswa dipukulin, ampe PUSHAM UII ikut turun tangan segala menuntut penyelesaian masalah.. mmm.. jadi ngeri ya?? But, skip it lah.. itu pengalaman masa muda, hehehe…

img_3998.jpg

Emmm.. kalo diceritain runtut, kayaknya panjang deh.. (Mulai sejak perkenalan semua pasukan, hehehe.. Sampe dengan acara Laporan Pertanggungjwaban yang Alhamdulillah di terima..) Kita mulai masuk pemilihan aja ya?? Setelah Sholat Dzuhur, sudah banyak nih tim kampanye yang mengedarkan kertas2 dukungan, yang paling santer adalah dari tim CYMSC (au ah gelep kepanjangannnya apaan, hehehe…). Mereka professional banged membuat semacam booklet.. Luar biasa.. two thumbs deh untuk Tim CYMSC.. Semua peserta Muktamar dapet lo.. tapi aku sangat kaget sekali di halaman ke lima ada struktur yang di dalamnya udah ada nama2 pengurusnya.. Judulnya the Dream Team.. (Ciye… nama gua di calonin jadi Ketua Wilayah Selatan, sodara.. sodara…agak nyombong dikit nih, hehehe…). Cuma satu yang aku ucapkan dalam hati ”Alhamdulillah, jikalau orang percaya, tapi tujuanku datang ke Muktamar ini semata-mata karena kerinduan pada ikhwah fillah semuanya..”

Memasuki saat pemilihan, dimulai dengan syarat calon yang diajukan.. syarat-syarat yang umum sih banyak.. tapi yang paling menakutkan dan bikit para calon yang dicalonkan keder, termasuk aku (hehehehe) adalah HAFAL JUZ 30… Al hasil, hanya 2 orang yang paling siap dengan persyaratan tersebut, yaitu Pak Tya (Setyabudi Indartono) dan Mas Muhammad Aziz Bisri..

Pemilihan pun dimulai.. Inilah hebatnya Islam, terus diupayakan untuk bermusyarawah mufakat.. jikalau belum juga bertemu hasilnya, diadakan lobi lobi untuk menyatukan pendapat.. Finally, setelah kami –para pimpinan sidang- meminta adanya musyawarah kembali, dan hasilnya tetap sama.. Kami meminta persetujuan untuk voting terbuka, dengan menggunakan tangan (tau caranya kan?? nggak perlu dipraktikkan, hehehe??) …

Namun, demi menjaga hubungan baik pemilih dan yang dipilih, forum bersepakat, agar kedua calon tidak melihat proses voting terbuka ini. Finally, dengan jumlah suara 42, Pak Tya mengungguli Mas Aziz yang hanya mendapatkan suara sebanyak 15 saja dan sisanya abstain.

img_4073.jpg

img_4074.jpg

Terakhir, acara dilanjutkan dengan pemilihan Formatur.. dari tiap wilayah, dicalonkanlah perwakilan masing-masing.. Dari wilayah Tengah dan Selatan muncul empat nama, padahal yang diharapkan untuk mewakili masing-masing wilayah adalah 1 orang saja.. Wilayah Selatan, diusulkan namaku dan nama Azman.. dan Wilayah Tengah adalah Aziz Bisri dan Mas Budi Handoyo..

Ketika ada penawaran kesediaan.. aku langsung mengundurkan diri, karena aku sangat berharap Formmit bisa lebih baik, jikalau ada Azman, aku tau betul kapabilitas putra Aceh ini di atas rata-rata, semua orang waras harus jujur dan sepakat, kalau dia adalah orang yang paling qualified untuk mengurusi organisasi, terutama jika melihat pengalamannya sebagai Ketua BEM UI… Sementara wilayah tengah menyisakan Aziz Bisri, karena Mas Budi lebih memilih mundur dari arena..

Finally, Formaturpun terbentuk dengan formasi: Pak Setyabudi Indratono (ex. Officio), Pak Zulhendi Hasymi, Akh Azman Muammar, Yusuf Wibisono, dan Mas Aziz Bisri. Tugas mereka adalah membentuk struktur dan memperbaiki AD ART Organisasi dalam waktu 7 kali 24 jam.. Alhamdulillah.. Selamat bekerja para tim Formatur..




0 Responses to “Muktamar FORMMIT (Episode II)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: