01
Apr
08

Muktamar FORMMIT (Episode I)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

formmit.jpg

 

Hari Ahad, 23 Maret 2008, adalah hari yang sangat aku tunggu, insya Allah semua saudara-saudara Muslim yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan alias FORMMIT juga merasakan hal yang sama. Ya, aku menunggu untuk bertemu dengan saudara-saudara seiman dan seagama.. Kerinduan yang lama sekali berkumpul dengan para ikhwah di Taiwan…. Muktamar FORMMIT adalah salah satu jalan untuk memenuhi kerinduan itu… Subhanallah…

Sejak Sabtu memang sebenarnya aku sudah meninggalkan Kota Tainan menuju Kaohsiung untuk mengunjungi para pekerja di Kota Indutstri ini. Tepat Jam 12 malam waktu Kaohsiung, aku, Iman, dan dua orang pekerja yaitu Mas Taufik dan Mas Maryono, beliau mereka berdua adalah perwakilan IWAMIT (nah lo, inilah hebatnya kalo di Taiwan, memang organisasinya kebanyakan pake IT IT, mulai dari FORMMIT, IWAWIT, IMIT, KMIT, dan IT IT yang lainnya, hehehehe…) menuju ke Taichung, kota dimana akan diselenggarakan perhelatan akbar untuk Mahasiswa Muslim di Taiwan ini…

Alhamdulillah, dengan menaiki bus kota, sampe juga kita di terminal Kota Taichung tepat pukul 4 pagi… Aku bersyukur sekali, bisa sampai di kota ini (sebenarnya sih, lebih bersyukur lagi, karena bisnya dibayarin ma Mas Taufik, hihihihi… Makasih Mas Taufik, besok lagi gimana??)

Selanjutnya, dengan menumpang taxi dan dibawah guyuran hujan, kamipun menuju ke Masjid Taichung.. (catatan: taxinya dibayarin lagi sodara-sodara!!) Sampe juga ya Allah.. ini Masjid luar biasa gedenya… Mas Taufik pun tiba-tiba berujar, waduh pagarnya terkunci nih?? Saya hubungi salah satu panitia aja ya??”.. ah, kayaknya Mas Taufik lupa ya, kalau sedang barengan putra kelahiran Palembang, kalo masalah buka membuka pagar, menyelinap, nyuri, rampok (ye… berlebihan) serahkan pada diriku, heheh.. Dengan sedikit guyon aku bilang.. “tenang Mas, aku coba buka..” Alhamdulillah, sebenarnya gembok pagarnya nggak terkunci hanya karena di pasang dari dalam, sehingga tampak dikunci…

img_3953.jpg

Setengah capek.. sebenarnya dah teler siy, hehehe.. kami memasuki masjid ini, gelap.. tapi sayup-sayup aku mendengar suara orang berbincang.. o.. ternyata ada dua orang (laki-laki dan perempuan setengah baya) yang sedang berada di dapur… Aku sapa mereka dan bertanya, dimanakah panitia berada?? O.. ternyata di ruang bawah.. Akupun segera bergegas mengajak teman-temanku untuk menuju ke bawah.. hmmm… ada beberapa orang yang tampak sekali sibuk mengurusi segala sesuatunya di ruangan ini, tampak jelas ruangan ini telah tertata rapi, penuh dengan kursi dan seolah-olah sudah sangat siap menerima para peserta Muktamar dari seluruh wilayah Taiwan.

Yah.. ruangan ini menjadi sangat menarik.. Tapi yang lebih menarik adalah salah seorang dari mereka yang menyabut dengan senyum khasnya.. Presiden FORMMIT yang besoknya mau di lengserkan, hehehehe.. Pak Hendro.. Subhanallah, aku sampe kangen sekali dengan Staf Edukasi ITS lulusan Jerman ini, entah apa (tapi aku yakin, inilah persaudaraan yang ditambatkan Allah SWT di hati kami) yang membuat aku sampe begitu gembiranya bertemu dengan beliau, jujur aku sampe menangis ketika bertemu beliau, gembiranya ya Allah…. Selain Pak Hendro, di ruangan ini juga ada sejumlah teman-teman lainnya… Ada gank ASIAU… hmmm.. Dedi (makin gemuk aje ni orang, hehehe), Halim, Hakim, de es te.. de es te.. (Catatan: sebetulnya gak perlu ke Taiwan si kalo cuma mau ketemu mereka bertiga.. ngabisin ongkos, di Jogja juga bisa ketemu, hehehe…) Piss Men..

Nah, setelah cerita panjang lebar.. Aku lupa apa ya tema yang dibicarakan?? Ngantuks soalnya (ini sengaja pake “s”, karena ngantuknya plural, nggak cuma ngantuk biasa, hehehe). Kayaknya Pak Hendro tau ni, kalo selain ngantuk, kami juga dah kelaperan, selanjutnya beliau menawarkan kami untuk menikmati makanan yang kayaknya untuk panitia deh (huh, tapi emang dasar pada laper, cuek mode on, hehehehe..). Nah, inilah hebatnya aku, kalo dah makan, ngantuknya hilang… Akhirnya kamipun menuju ruangan masjid yang berada di atas ruang pertemuan.. Kulihat banyak juga nih yang sudah pada tidur, dari suara-suara ”aneh” (baca: ngorok, hehehehe..) yang muncul dari tidur mereka, aku yakin mereka semua tertidur dengan sangat nyenyaknya… Duh, bahagianya bisa tidur, aku mah nggak bisa melihat siapa aja yang ada, karena lampu ruangan masjid ini di matikan dan suasana pencahayaan di masjid hanya remang-remang saja…

Beberapa dari mereka, tampaknya sudah mulai bangun dan mengmbil air wudhu, luar biasa agama Allah ini.. disela-sela kantuk, beberapa orang bangkit menuju toilet dan selanjutnya melakukan sholat Tahajjud.. Subhanallah…

Aku melihat ketiga teman yang berbarengan denganku sudah mulai merebahkan badannya, tapi.. kayaknya sesaat lagi sholat Subuh, ku lihat jam waktu sholat, yang terpampang di depan ruangan sholat.. ”hmm, 15 menit lagi ujarku dalam hati

Waktu sedang masuk kembali ke masjid, tiba-tiba ada yang menghidupkan lampu.. o.. baru keliatan deh, siapa aja yang berada di dalam Masjid.. Salah duanya adalah Pak Tya dan Pak “Doktor” Agus Muntohar (sengaja Pak Agus, hehehe). Setelah ku salami, kupeluk mereka berdua… Bahagia sekali rasanya..

Nah, tepat pukul 5.00 waktu Taiwan, akupun mengumandangkan adzan di masjid ini, hehehe.. Adzan memang menjadi penyemangat buatku supaya nggak ngantuk lagi, hehehe… Jadi ingat kata Dosenku, Pak Iwan Satriawan, yang mengatakan, ”kalo meneriakkan nama Allah dengan segenap hati kita, insya Allah nagntuk dan capek hilang, Dan.. tapi kenapa aku masih ngantuk juga ya, Pak ??

Then, sholat Subuhpun berlangsung, setelah Iqomah ku kumandangkan.. hmmm.. selesai Sholat, ada yang melanjutkan aktifitas sebelumnya alias tidur, hehehe.. tapi kalo yang ini beda.. ada sebuah lingkaran yang sengaja dibentuk… Yah, ketemu semua deh dengan para Mahasiswa Indonesia yang ada, rame.. Kita bercerita sampe jam 7 pagi, fiuh, tertawa memang membuat kantuk jadi hilang ya??

Tepat jam 7, aku coba merebahkan badanku, kulihat yang lain sudah mulai melakukan hal yang sama, tapi.. kog mata ini susah sekali terpejam ya?? Kulihat jam menunjukkan pukul 8, beberapa diantara teman-teman sudah melakukan ritual lainnya, mandi.. mandi… biar keliatan ganteng, hehehehe…

Akhirnya aku tertidur juga tepat jam 8.30 pagi… bubuy… nantikan episode ke dua…


1 Response to “Muktamar FORMMIT (Episode I)”


  1. 1 anna_nantou
    June 8, 2008 at 8:05 am

    ass.
    Gabung nih
    wah dapat cerita gini aq jadi seneng deh, kerinduanqu dengan taiwan dan kumpul2 dengan temen2 senasib di negeri taiwan agak terobati, meskipun setelah pulang ke indonesia aq susah nemuin temen2 aktifis imit 2001-2003. Karena tepatnya 5 tahun lalu dah ku tinggalkan taiwan, meskipun februari aq sempat ke taiwan walau hanya 5 hari tapi tidak sempat bersilaturahmi masjid taichung maupun taipe ataupun kaoshiung, karena hanya menjalankan tugas gitu deh….disana tapi subhanallah sangat berkesan deh.
    salam to rekan2 yang masih berjuang disana ya…
    chong
    anajokja@yahoo.com
    exs.Nanyun Hospital Nantou


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: