Archive for April, 2008

11
Apr
08

Papa Ion..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Beberapa hari yang lalu seorang teman protes kepadaku.. “Kog, kamu dipanggil Papa sih Dan, sama keponakanmu??” Aku cuma tersenyum kecil aja. Jujur nih, ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya yang pernah kuterima, kira-kira ini adalah yang ke seribu tujuh ratus enam puluh dua (saking seringnya kale…).

Yupe, Papa Ion memang adalah panggilan semua keponakanku kepadaku. Sebetulnya ide menggunakan panggilan Papa dan Mama di keluarga kami oleh para keponakan kepada kami para paman dan bibi alias om dan tante mereka, terjadi sekitar tahun 1997, ketika keponakan pertamaku, Azka “Dewa” Rizky Gunawan dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kami sekeluarga bersepakat untuk menggunakan panggilan Mama dan Papa bagi Dewa. Jadilah mulai hari itu terminologi, Mama Era, Mama Imel, Papa Zul dan Papa Ion mulai santer terdengar di keluarga kami hingga hari ini, hehehe…

Kalau ada pertanyaan kenapa harus menggunakan sebutan-sebutan tersebut.. Sebetulnya sederhana sekali, karena kami menginginkan tidak ada jarak sama sekali diantara keluarga kami. Misalnya, jikalau Dewa menginginkan sesuatu, maka ia tak perlu harus memanggil kedua orang tuanya, tapi cukup meminta kepada kami para Papa dan Mama-nya saja.

Masih inget kalo Dewa meminta sesuatu kepadaku lewat telfon: “Pa, Dewa minta dibeliin buku Ensiklopedia Islam yang terbaru ya??” trus apalagi ya?? RPUL juga ya Pa, jangan lupa…” Makasih Papa…”

atau kalimatnya Daffa, keponakanku yang ketiga dengan lidahnya yang masih sedikit pelo; “BU.. Daffa mandinya sama Papa aja ya??”…. Hayooo, gimana rasanya?? Kayak anak kandung kan??

atau masih inged sekali, bagaimana di hari Sabtu (di UMY biasanya Sabtu nggak ada jam kantor dan aktifitas akademik) aku harus rapat dengan Dekan dan beberapa dosen lainnya, sembari menggendong Arya yang tak mau lepas dan akhirnya tertidur di bahuku, karena kebetulan Kakakku ada tamu penting di jurusannya…

Alhamdulillah, semua memang berjalan sebagaimana yang kita inginkan… Saat ini aku memiliki 4 orang keponakan, lelaki semua (kapan ya punya ponakan perempuan, hehehe..), yaitu: Azka Dewa Rizky Gunawan, Azka Rajawaly Gunawan, Muhammad Aryabhima Bagaskhara dan Muhammad Daffa Aulia Riezky Onielda.

Semua sangat akrab dengan kami, semua menganggap bahwa paman dan bibi adalah juga orang tua kandung mereka, jadi tak perlu repot repot teriak.. Ayah.. Ibu atau Papi.. Mami.. untuk meminta sesuatu, jikalau sudah ada kami, para Papa dan Mama di dekat mereka.

Sebagai wujud rasa sayang, kami selalu menyebut keponakan kami dengan sebutan “Nak”, mau tak mau.. semua anak insya Allah sangat merasa nyaman dengan sebutan itu… Oiya, buat yang juga pernah protes kalo aku sering sekali memanggil anak-anak Indonesia kecil di Taiwan ini dengan sebutan “Nak” (hehehehehe…), semata-mata juga karena aku merasa seperti paman mereka sendiri…

Untuk yang pernah bertanya atau bahkan mungkin protes kepadaku.. itulah jawaban lengkapnya. Nah, khusus untuk yang siap jadi pendampingku (amin… segerakan ya Allah…) siap-siap deh dipanggil Mama, hehehehehe….

Salam sayang buat Dewa, Raja, Arya dan Daffa..

Advertisements
09
Apr
08

Khusus Para Lelaki…

Saya pernah ditanya tentang bagaimana cara mengidentifikasi akhawat yang “asli” di zaman sekarang? Karena kini banyak akhawat berjilbab panjang namun kok masih titik-titik. Padahal ikhwah aktivis da’wah yang haraki inginkan pendamping yang haraki pula.


Nah, disinilah manfaat ta’aruf, agar kita tidak terjebak pada ghurur. Ta’aruf bukan sekedar formalitas saja namun benar-benar dilaksanakan untuk saling mengenal, mencari informasi akhlak, kondisi keluarga, saling menimbang, dsb. Permasalahan sesungguhnya bukanlah pada akhawat “yang asli” atau “tidak asli” namun terkait kepada pemahaman kita bahwa hanya Allah sajalah yang mengetahui kadar keimanan seseorang, terlepas dari penampilannya. Walau pemakaian jilbab adalah juga cermin keimanan.

Pemahaman
Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….”(QS. An Nuur [24]: 26)

Ayat di atas adalah janji Allah kepada hamba-hamba-Nya. Berdasarkan ayat tersebut, Allah swt telah menetapkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, demikian pula sebaliknya. Jadi kita tak perlu khawatir akan mendapatkan pendamping yang tak sekufu agamanya karena sesungguhnya semuanya bermula dari diri kita sendiri. Sudahkah kita beragama dengan baik? Bagaimana kadar keimanan kita?

Identifikasi
1. Akhlak

Akhawat berjilbab panjang dan lebar belum tentu lebih baik dari yang berjilbab biasa-biasa saja. (maksudnya, “biasa-biasa “ tapi tetap mencukupi kriteria syar’i jilbab). Menilai baik tidaknya agama seseorang tidak bisa dilihat dari panjangnya jilbab, tidak bisa dilihat dari banyaknya shalat, rajinnya puasa, gelar hajjah, dan sebagainya. Karena banyak orang yang rajin shalat tapi suka ghibah, berpuasa tapi durhaka pada orang tua, bergelar hajjah tapi tidak amanah.

Agama bukan pula diidentifikasikaan dari luasnya pengetahuan agama (tsaqofah). Karena banyak missionaris yang pengetahuan agamanya lebih luas dibandingkan umat Islam sendiri. Agama bukan pula dilihat dari banyaknya hafalan Al Qur’an karena Snouck Hongruje pun, khatam hafalan Qur’an.

Ukuran agama adalah akhlak. Iman itu adanya di dalam hati. Dan tentu saja tak ada yang mengetahuinya kecuali Allah namun iman yang benar-benar menyala di dalam hati, cahayanya pasti akan memancar keluar, yaitu dalam bentuk akhlak. Pancaran cahaya keimanan inilah yang harus kita cari. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya seorang hamba yang berakhlak baik akan mencapai derajat dan kedudukan yg tinggi di akhirat, walaupun ibadahnya sedikit“.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda mengenai wanita ahli ibadah yang masuk neraka karena menyiksa seekor kucing hingga mati. Dan di hadits lainnya, ada wanita pelacur yang masuk surga karena memberi minum seekor anjing yg kehausan. Ini menandakan bahwa tak ada yang mengetahui kebaikan hakiki seseorang karena taqwa itu adanya di sini (di hati). Umat Nabi Muhammad itu seperti air hujan yang tak dapat diketahui mana yang lebih baik, awalnya atau akhirnya.

Ingatlah kisah Nabi Daud ketika sedang bersama murid-muridnya dalam sebuah halaqah dan kemudian datang seorang laki-laki yang baik pakaiannya, terlihat sangat sholeh hingga membuat murid-murid Nabi Daud bersimpati dan kagum. Namun ternyata ia adalah seorang munafiq dan Nabi Daud mengetahui hal itu dari akhlaknya saat orang tersebut memasuki masjid dengan kaki kiri, tangisannya di depan umum, dan ucapan salamnya kepada halaqah yang sudah dimulai.

2. Hati yg Lembut.

Salah satu ciri jundullah adalah, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yg murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang mu’min, bersikap keras terhadap orang-orang kafir…

Kepada saudaranya yang mu’min ia akan berkasih sayang, saling menasehati dan tidak akan merendahkan saudaranya seiman. Hati yang lembut dapat terlihat dari keridhoannya menerima kebenaran (Al Haq). Ia akan mudah untuk menerima nasehat dan segera memperbaiki kesalahannya. Hati yang keras tidak akan rela untuk menerima nasehat dan terus berkubang dalam kesalahan. Hati yang lembut dapat mencegah mulut dan tangannya dari menzalimi orang lain.

Syarat Seorang Informan

Untuk mengetahui akhlak akhawat/ikhwan, tentu kita harus menanyakannya kepada orang lain. Ini dikarenakan kita tidak mengenal baik akhawat/ikhwan tersebut. Lalu kepada siapakah kita bertanya? Tanyakanlah kepada orang-orang terdekatnya. Namun orang yang terdekat ini bukanlah sembarang orang. Di bawah ini adalah tips dari Umar bin Khattab untuk mengetahui apakah orang tersebut benar-benar mengenal akhwat/ikhwan yang dimaksud. Yaitu:

Ia sudah melakukan mabit atau safar dengan akhwat tersebut sehingga mengetahui persis akhlaknya.

Ia sudah melakukan hubungan finance (muamalah) dengan akhwat tersebut sehingga dapat terlihat apakah ia amanah.

Ia sudah menyaksikan akhwat tersebut menahan amarah karena ketika orang marah akhlak aslinya akan terlihat, baik ataukah buruk.

Niat Mempengaruhi Keberkahan

Wanita dinikahi karena empat perkara : Kecantikan, nasab, harta, agama. Namun pilihlah karena agamanya agar berkah kedua tanganmu. Tidaklah salah bila para ikhwan menentukan standar atau kriteria calonnya. Namun hendaknya kriteria tersebut proporsional, tidak muluk dan jangan mempersulit diri sendiri. Mengharapkan sosok yang sempurna dan super ideal sangatlah jarang bahkan mungkin tidak ada. Dan bila sampai kesempurnaan yg dicari tidak ditemukan pada sosok sang kekasih, maka akan menimbulkan kekecewaan. Sesungguhnya ketidaksempurnaan adalah wujud kesempurnaan. Syukurilah karunia-Nya, jangan terlalu banyak menuntut. Jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. Bukankah pernikahan itu seperti pakaian yang saling melindungi dan menutupi kekurangan. Saling menerima kelebihan dan kekurangan. “Sesungguhnya amal dinilai berdasarkan niatnya.“

Asy Syahid Imad Aqil, mujahid Palestina pernah berkata : “ Riya lebih aku takuti dari tentara-tentara Israel.“ Dan pepatah mengatakan “ Tentara terdepanmu adalah keikhlasan. “

Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena ingin menutupi farjinya dan mempererat silaturahmi maka Allah akan memberikan barakah-Nya kepada keduanya (suami isteri )

Istikharah
Jangan lupa istikharah untuk mendapatkan kemantapan. Seperti sebuah bait puisi, “Bariskan harapan pada istikharah sepenuh hati ikhlas. Relakan Allah pilihkan untukmu. Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah. Mungkin kebaikan itu bukan pada orang yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat orang-orang beriman memberi semua cinta dan menerima cinta.”

Dipetik dari: http://www.tony.web.id/?pilih=lihat&id=9

03
Apr
08

Menuju Keluarga Sakinah

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Menikah, kalimat sakti yang belakangan ini paling sering aku dengar dan akan dipertanyakan banyak orang, jikalau pertama kali bertemu aku, yah.. dijawab sambil senyum ajalah.. atau kalau udah agak capek jawabnya.. cukup kubalas dengan kata-kata, “Alhamdulillah sudah ditentukan tanggalnya”… biasanya yang mendengar bakal bilang.. “wah, Alhamdulillah ya, trus kapan ni…” Padahalkan aku belum selesai.. ada tambahannya.. “Tanggal telah ditentukan, tapi calonnya belum ada…” hehehehe.. Yah, itulah sekelumit cerita para bujangan, hehehehe…

Menurutku.. sekali lagi menurutku lo.. (dilarang protes!!! hehehehe)… Sebenarnya, menikah itu sendiri menurutku sebuah hal yang tidak cukup ringan untuk dijalani, karena pernikahan sendiri adalah sebuah ikatan yang sangat kuat antara suami dan istri untuk dapat melaksanakan kewajibannya untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah.. Tapi sesulit apapun, semua haruslah dijalani dengan ikhlas, tabah dengan senantiasa berada di jalan Allah SWT.

Pernikahan adalah sebuah proses belajar namun sebelum memasuki proses belajar ini, tentunya segala sesuatu harus disiapkan dengan matang. Seorang saudara pernah mengatakan kepadaku.. “Saya ingin sekali menikah, agar semakin taat kepada Allah… Subhanallah…

Berikut slide mengenai keluarga sakinah, di dalamnya terdapat berbagai macam hal yang berkaitan dengan pernikahan, seperti kewajiban suami terhadap istri dan sebaliknya. Meskipun general ulasannya, namun insya Allah mampu memberikan semangat dan pencerahan bagi kita semua, baik yang telah, akan dan segera menikah

02
Apr
08

Training Advokasi With Munarman…

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Advokasi.. kata yang sering banged kudengar sejak masih kuliah di Fakultas Hukum, nah terminologi ini muncul kembali seiring dengan akan diadakannya Training Advokasi bagi para mahasiswa dan juga pekerja di Taiwan, penyelenggaranya adalah Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan.. Nah, yang dihadirkan sebagai trainer adalah Pak Munarman.. Beliau cukup terkenal di Indonesia, terutama ketika bergabung dengan YLBHI, Kontras dan terakhir di Tim Pengacara Muslim Indonesia.

Jujur saja, yang namanya pelatihan sampe dengan in House Training dalam bidang advokasi sudah segambreng yang aku ikuti, kira-kira sekitar 10 kali deh kalo nggak salah, hehehehe… Mulai dari yang sehari, tiga hari, sampe yang seminggu-pun pernah aku jalani, ketika menjadi mahasiswa maupun setelah bekerja.

Tapi, di Taiwan ini memang menarik sekali, karena kita harus mengenal legal system-nya Taiwan, yang setelah aku fahami, nggak jelas juga masuk ke area mana?? Apakah Common ataukah Civil?? Untuk itulah aku sangat bersemangat sekali mengikuti acara ini. Pak Munarman juga salah satu lawyer yang cukup aku kagumi kog..

Sebetulnya acara dimulai dengan kunjungan Pak Munarman ke Taipei, mengunjungi penjara di Taipei untuk melihat kondisi pekerja yang berada di dalam penjara. Acara selanjutnya adalah mengisi pengajian di Tainan yang di siarkan secara langsung melalui Radio FORMMIT. Alhamdulillah, aku bersama Pak Ely diminta oleh Panitia pusat untuk menyambut beliau.

Setelah menunggu cukup lama di halte bus depan Stasiun Kereta, akhirnya keliatan juga Pak Munarman dan rombongan, turun dari bis… Kami segera menuju ke arah Warung Tegal miliknya warga Indonesia yang memang sering dijadikan tempat transit untuk para tamu undangan yang datang ke Tainan. Yang lucu, ketika diperjalanan menuju warung Indo.. Pak Munarman yang tau aku adalah anak Palembang (sebetulnya Jogja sih, weee ngaku-ngaku) mengajak aku untuk menggunakan bahasa Palembang.. Jadilah kita serasa di tepi sungai musi, hehehe… (Kasian deh Wetra, maaf.. maaf… hehe..)

img_0375.jpg

Akhirnya sampe juga nih, di warung Indo, Alhamdulillah sudah banyak yang menunggu, selain teman-teman dari Tainan, ada juga yang dari panitia pusat dan eh.. ada Pak Mantan Presiden Formmit juga, hehehe.. Setelah menikmati nasi goreng khasnya Mas Fendy, dengan menumpang mobilnya Mas Fendy juga, kami pun meluncur ke dormitory untuk selanjutnya mengadakan kajian untuk Radio Formmit. Sebelum radio mengudara, kamipun memulai acara dengan perkenalan…

Kajian mengenai Islam yang Kaffah ini berakhir juga, tapi yang tak pernah terlupakan adalah tradisi foto memoto di kalangan ummat Tainan, hehehe.. Jeprat.. Jepret.. Jadilah salah satu dokumentasi lagi buat warga Tainan…

img_0374.jpg

Tepat jam 10.15 kami berdelapan (4 dari panitia pusat plus si kecil Muadz, aku, Pak Hendro dan Pak Munarman sendiri) segera bergegas menuju ke Kaohsiung, tempat dimana besoknya akan diadakan acara Training Advokasi. Dengan menaiki kereta regional (alias lambat dan murah, tapi jangan dibandingin ma kereta di Indo.. ini mah udah keren banged sodara-sodara, udah ah mengurangi rasa nasionalisme, hehehe….. Beberapa kali ponselku berbunyi.. Mas Taufik (Ketua IWAMIT) sudah menanti kami sejak lama di masjid.. Continue reading ‘Training Advokasi With Munarman…’

01
Apr
08

Cerita Sedih dan Bahagia Muktamar Formmit..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Mukatamar Formmit kali ini banyak sekali menyisakan kenangan manis buatku… Kerinduan akan semua saudara seagama terasa begitu terobati.. Bisa bermain dengan keponakan-keponakan yang lucu.. Tapi sekaligus juga harus kehilangan orang yang dihormati dan dikagumi.. Mulai dari Ikhsan dan Aisyah Hasymi, Aya Rahadian, Muadz Kusumawardhana, Pak Hendro dan Pak Tya, sampe Pak Agus Muntohar..

Namanya Ikhsan, Putra Pak Zulhendri Hasymi dan Bu Yessi.. Subhanallah anak ini akrab sekali denganku ketika berada di Muktamar.. Anaknya mudah lengket dengan orang lain, cerdas dan ganteng, hehehe.. Jadi pengen punya anak (halah Dan.. calon emaknya aja belom dapet, hihiihii jadi malu…). Ikhsan kuanggap selayaknya keponakanku sendiri selama di Mukatamar. Sebetulnya putri Pak Zul juga yang bernama Aisyah akrab denganku.. wuuhhh, gemesnya liat anak itu, cantik dan periang.. bahagia banged deket mereka..

img_2374.jpg

Aya.. aya wae.. Itulah panggilan putri Taiwan buah cinta Pak Mungky dan Bu Anna ini, sebetulnya sih, sudah sangat akrab denganku, karena sering ku gendong ketika bertemu, terutama kalo sedang sholat Jum’at di Masjid, pasti rebutan ma anak-anak yang lain, yeee.. maunya ama Om Yordan ya nak??. Aya juga punya sifat mudah akrab dengan orang lain.. so.. aku anggap kayak anakku juga.. Persis seperti aku menyayangi 4 keponakanku di Indonesia; Dewa, Raja, Arya dan Daffa..

sl370317.jpg

Nah, yang selanjutnya adalah Muadz, anaknya Mas Irdham Kusumawardhana. Wah, kalo yang ini udah kugendong.. Abi sama Uminya pun bakal ditolak, hahaha.. Muadz sangatlah aktif, ceria dan selalu ingin beraktifitas.. Gemes, kalo udah diajak jalan, trus duduk.. eh dia malah marah dan minta jalan lagi.. Muadz.. Muadz.. Capek, nak, hehehe…

100_2484.jpg

Selain bertemu anak-anak yang lucu, aku juga betemu dengan dua Presiden yang juga lucu-lucu (hehehe.. piss Bapak-Bapak) tapi yakin deh, kapabilitas dan kapasitas beliau berdua dalam keilmuan dan dalam menjalankan amanah.. hm.. jangan di ragukan sodara-sodara.. Pak Hendro Nurhadi, sang Dosen ITS.. (coba aja di lawan.. bakal dimarahin pake bahasa Jerman lo, hehehe..) dan Pak Setyabudi Indartono, sang Dosen UNY (Mo nyoba ngerjain?? bakal mati ketawa, karna balik dikerjain, hehehehe)

sl371124.jpg

Yang terakhir ini.. Pak Agus Setyo Muntohar, Ph. D. Dosen Jurusan Teknik Sipil UMY yang sangat baik.. Kampus beliau memang jauh dari kotaku saat ini, tapi beliau sangat memperhatikan perkembanganku, masih inget ketika beliau bilang.. “Bu Mutia pesan kepada saya untuk menjaga the Promising Scholar (antum)“.. Subhanallah, beliau tidak hanya sekedar punya perhatian, tapi juga punya jasa besar mengharumkan nama Indonesia, nama Islam, dan terutama nama UMY dengan lulus Doktor hanya dalam waktu 2,4 tahun.. dan penelitian beliau mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Republic of China.. Masih lekang di kepalaku, ketika semua media massa di Taiwan memuat foto ujian terbuka beliau untuk mempertahankan gelar Ph. D…

Tak hanya ini sebenarnya achievement yang beliau miliki, karena sesungguhnya beliau adalah salah seorang pendiri FORMMIT dan juga sekaligus pencetus ide PPI di Taiwan… Kemaren, ketika di Muktamar Formmit, beliau memberikan statemen perpisahan untuk kami semua, karena beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan program Post Doctoralnya dan akan segera meninggalkan negeri Formosa ini untuk kembali ke Indonesia.. Selamat Pak Agus.. Saya adalah salah seorang yang kehilangan sosok panutan seperti Pak Agus..

img_4084.jpg

dsc05965.jpg
01
Apr
08

Muktamar FORMMIT (Episode II)

Rasanya baru aja mejemin mata, tiba-tiba si Iman -dengan gayanya yang tanpa dosa membangunkan aku- ”Bang.. bangun.. bangun.. acara mau dimulai lho, jam 9.00..whats??? baru jam 8.50 sodara-sodara, artinya aku baru tidur selama 20 menit… Dengan mata masih tertutup aku bilang.. “Acaranya ditunda, jadi mulai jam 10…” . Fiuh, akhirnya aku bangun juga, gak bisa tidur lagi Om… mataku dah kayak ketusuk-tusuk lidi, saking perihnya, dengan gontai aku menuju ke kamar mandi.. mandi… mandi.. biar lebih ganteng, kan udah ganteng (hahahaha.. kata Emakku lo.. kalo kirim SMS biasanya beliau bilang.. ”iya anakku yang ganteng”.. we… hayoooo…)

Selanjutnya aku pun segera menuju ke ruang bawah, rame rupanya.. sayup-sayup kudengar pasukan dari Tainan sudah pada hadir.. Pak Feri melambaikan tangan dengan senyum khasnya… Ciye, pemimpin pasukan ”para dara dari Tainan” yang juga Dosen Teladan UNS ini memang luar biasa, hehehe…

Akhirnya, setelah makan pagi, acara pembukaanpun dimulai.. MC sudah membacakan susunan acara… Yang pertama sih, biasa sambutan.. sambutan….

Nah, memasuki acara selanjutnya, sarasehan (bukan yang artis lo.. itu Sarah Sechan) tiba-tiba mucullah gerombolan.. eh rombongan Taipei (piss.. piss) .. Asli.. bahagia banged ketemu ketemu MR BAD, si Rizky dan (kuda nilnya, kekekeke), Jaya, dan.. au ah males nyebutin satu-satu.. pokoknya rame deh…

Nah, tiba-tiba ketika acara mau mulai, sang Sekretaris Jenderal, Mas Suyanto, meminta aku jadi salah satu Pimpinan Sidang.. weleh.. weleh.. pekerjaan kayak gini mah sudah lama sekali kutinggalkan.. Awalnya aku agak menolak, tapi kemudian aku dipasangkan dengan Pak Mungky dan Mas Yusuf Wibisono.. Lumayan juga sih.. Pengalaman ngurus organisasi sejak SD sampe ketika kuliah S1, membuat aku insya Allah faham sekali apa yang harus dilakukan… Tapi Muktamar Formmit ini memang rada beda, karena Musyawarahnya dihiasi dengan persaudaraan yang sangat hangat.. Ya Allah, sempatkanlah aku bertemu dengan peristiwa yang sama di masa yang akan datang…

Muktamar yang penuh tawa, senyum, gurauan, tapi real hasilnya.. Jadi inget kalo rapat OSIS waktu SMA atau pengalaman di BEM Fakultas maupun MPM universitas.. fiuh, ampe bangku melayang, kantor BEM kebakar karena dilempar bom molotov, mahasiswa dipukulin, ampe PUSHAM UII ikut turun tangan segala menuntut penyelesaian masalah.. mmm.. jadi ngeri ya?? But, skip it lah.. itu pengalaman masa muda, hehehe…

img_3998.jpg

Continue reading ‘Muktamar FORMMIT (Episode II)’

01
Apr
08

Muktamar FORMMIT (Episode I)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

formmit.jpg

 

Hari Ahad, 23 Maret 2008, adalah hari yang sangat aku tunggu, insya Allah semua saudara-saudara Muslim yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan alias FORMMIT juga merasakan hal yang sama. Ya, aku menunggu untuk bertemu dengan saudara-saudara seiman dan seagama.. Kerinduan yang lama sekali berkumpul dengan para ikhwah di Taiwan…. Muktamar FORMMIT adalah salah satu jalan untuk memenuhi kerinduan itu… Subhanallah…

Sejak Sabtu memang sebenarnya aku sudah meninggalkan Kota Tainan menuju Kaohsiung untuk mengunjungi para pekerja di Kota Indutstri ini. Tepat Jam 12 malam waktu Kaohsiung, aku, Iman, dan dua orang pekerja yaitu Mas Taufik dan Mas Maryono, beliau mereka berdua adalah perwakilan IWAMIT (nah lo, inilah hebatnya kalo di Taiwan, memang organisasinya kebanyakan pake IT IT, mulai dari FORMMIT, IWAWIT, IMIT, KMIT, dan IT IT yang lainnya, hehehehe…) menuju ke Taichung, kota dimana akan diselenggarakan perhelatan akbar untuk Mahasiswa Muslim di Taiwan ini…

Alhamdulillah, dengan menaiki bus kota, sampe juga kita di terminal Kota Taichung tepat pukul 4 pagi… Aku bersyukur sekali, bisa sampai di kota ini (sebenarnya sih, lebih bersyukur lagi, karena bisnya dibayarin ma Mas Taufik, hihihihi… Makasih Mas Taufik, besok lagi gimana??)

Selanjutnya, dengan menumpang taxi dan dibawah guyuran hujan, kamipun menuju ke Masjid Taichung.. (catatan: taxinya dibayarin lagi sodara-sodara!!) Sampe juga ya Allah.. ini Masjid luar biasa gedenya… Mas Taufik pun tiba-tiba berujar, waduh pagarnya terkunci nih?? Saya hubungi salah satu panitia aja ya??”.. ah, kayaknya Mas Taufik lupa ya, kalau sedang barengan putra kelahiran Palembang, kalo masalah buka membuka pagar, menyelinap, nyuri, rampok (ye… berlebihan) serahkan pada diriku, heheh.. Dengan sedikit guyon aku bilang.. “tenang Mas, aku coba buka..” Alhamdulillah, sebenarnya gembok pagarnya nggak terkunci hanya karena di pasang dari dalam, sehingga tampak dikunci…

img_3953.jpg

Setengah capek.. sebenarnya dah teler siy, hehehe.. kami memasuki masjid ini, gelap.. tapi sayup-sayup aku mendengar suara orang berbincang.. o.. ternyata ada dua orang (laki-laki dan perempuan setengah baya) yang sedang berada di dapur… Aku sapa mereka dan bertanya, dimanakah panitia berada?? O.. ternyata di ruang bawah.. Akupun segera bergegas mengajak teman-temanku untuk menuju ke bawah.. hmmm… ada beberapa orang yang tampak sekali sibuk mengurusi segala sesuatunya di ruangan ini, tampak jelas ruangan ini telah tertata rapi, penuh dengan kursi dan seolah-olah sudah sangat siap menerima para peserta Muktamar dari seluruh wilayah Taiwan.

Yah.. ruangan ini menjadi sangat menarik.. Tapi yang lebih menarik adalah salah seorang dari mereka yang menyabut dengan senyum khasnya.. Presiden FORMMIT yang besoknya mau di lengserkan, hehehehe.. Pak Hendro.. Subhanallah, aku sampe kangen sekali dengan Staf Edukasi ITS lulusan Jerman ini, entah apa (tapi aku yakin, inilah persaudaraan yang ditambatkan Allah SWT di hati kami) yang membuat aku sampe begitu gembiranya bertemu dengan beliau, jujur aku sampe menangis ketika bertemu beliau, gembiranya ya Allah…. Selain Pak Hendro, di ruangan ini juga ada sejumlah teman-teman lainnya… Ada gank ASIAU… hmmm.. Dedi (makin gemuk aje ni orang, hehehe), Halim, Hakim, de es te.. de es te.. (Catatan: sebetulnya gak perlu ke Taiwan si kalo cuma mau ketemu mereka bertiga.. ngabisin ongkos, di Jogja juga bisa ketemu, hehehe…) Piss Men.. Continue reading ‘Muktamar FORMMIT (Episode I)’




Blog Stats

  • 177,304 hits
April 2008
M T W T F S S
« Mar   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Tentang Aku..

  • None