Archive for December, 2007

15
Dec
07

I Had a Wonderful Fourteen Years of Life with You, Pap…

4 hari lagi Bulan Desember ini akan segera beranjak ke hitungan ke 19..

19 Desember… hari kelahiran seorang laki-laki yang telah begitu berjasa dalam hidupku, yang telah memberikan banyak ilmu, pengalaman, contoh dan segalanya selama kurang lebih 14 tahun bersama…

Yah, laki-laki itu adalah almarhum Papi yang sangat aku cintai, beliau adalah orang yang selalu memberikan keteladanan kepada anak-anaknya, beliau juga orang yang selalu berusaha menghindarkan diri dari konflik dan menjauh dari permusuhan. Masih lekang di kepalaku, tahun 1996 yang lalu, ketika beliau wafat, lebih dari 60 deretan mobil pelayat yang mengantarkan kepulangan beliau dari rumah menuju ke pemakaman… Begitu banyaknya deretan pengantar dan begitu banyak pelayat yang datang bukan semata-mata dikarenakan beliau mantan pejabat, tapi karena beliau adalah orang yang selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain…

Papi terlahir di sebuah kota kecil di Palembang, meskipun menyandang gelar raden dan memiliki darah biru, serta besar di rumah Limas (rumah pemimpin adat khas Sumatera Selatan dan ada di setiap daerah), tapi beliau menjalani hidupnya dengan sederhana dan simple. Hal ini disebabkan karena beliau banyak menghabiskan masa mudanya dengan menimba ilmu di berbagai tempat, beliau juga termasuk orang yang selalu haus akan ilmu, tak salah jika beliau menguasai 4 macam bahasa di dunia dengan sangat baik…

Papi juga selalu memberikan pamahaman agama dengan sangat baik kepada anak-anaknya, beliau juga selalu menanamkan dengan kuat mengenai betapa bermanfaatnya penguasaan bahasa asing, dan karena didikan keras beliau, nilai Bahasa Inggris di raporku sejak SMP dan SMA tidak pernah jauh dari angka 9, tanpa harus belajar di lembaga kursus, seperti teman-teman yang lain…

Setiap hari, Papi juga selalu memberikan contoh betapa bermanfaatnya membaca. Kadang jikalau melihat tumpukan koran, maka aku langsung teringat Papi yang setiap hari minimal membaca 5 jenis koran baik lokal maupun nasional (Kompas, Republika, Sriwijaya Post, Sumatera Ekspress dan the Jakarta Post) dan hebatnya semua bagian yang penting selalu beliau beri underline dengan Parker hitamnya, agar pembaca selanjutnya bisa dengan cepat memahami apa yang terkandung dalam artikel di koran tersebut..

Papi… seorang pejabat yang sangat sederhana dan jujur, sampai-sampai tidak ada peninggalan beliau yang berupa harta berlimpah kepada kami anak-anaknya, kecuali tumpukan buku (yang paling kuingat adalah buku besar 50 Tahun Indonesia Merdeka dengan belasan seri), berbagai kamus bahasa (salah satu yang terus kupelajari sampai Juli 2007 yang lalu adalah Kamus Indonesia-Arab Al-Munawwir) dan majalah yang sudah usang (Tempo sebelum di bredel) di atas sebuah meja kerja berwarna putih plus kursi busa merah, ditemani lampu baca berwarna kuning dan mesin ketik putih yang selalu membantu tangan-tangan beliau mengaitkan kata demi kata hingga menjadi sebuah artikel untuk dimuat di berbagai kolom surat kabar…

Papi yang karena kesederhanaan dan kejujurannya, terlalu sering mengusir orang yang beberapa kali mencoba menyuap beliau dengan tumpukan uang, demi sebuah jabatan. Papi selalu bilang, harta hilang sangat mudah dicari, tapi kejujuran yang hilang, tak kan mudah diperoleh lagi… Mungkin kesederhanaan dan kejujuran beliau, dibentuk dari pola pendidikan yang sejak muda Papi dapatkan sebagai seorang santri di berbagai pesantren (ah.. pesantren.. tempat yang selalu menjadi impianku…)

Papi… pengagum Sukarno dan Margaret Thatcher, begitu menyukai Berita Malam, Dunia dalam Berita dan Laporan Khusus yang mungkin dulu ketika aku masih kecil, aku selalu berfikir.. berita lagi.. berita lagi .. tapi Alhamdulillah, ternyata apa yang beliau tanamkan sangatlah bermanfaat kepadaku sampai saat ini, kebiasaanku yang selalu haus untuk menonton dan mencari berita adalah hasil yang dibuat oleh Papi untukku…

Hal lain yang selalu ditanamkan adalah kejujuran dan berani berkata benar… dua hal yang selalu kuingat dari beliau jikalau beliau menasehati kami anak-anaknya…

Hmmmmm… Aku selalu ingat pesan Papi kepada Mami dikala beliau akan berpulang: “Jadikanlah anak-anak kita masak serumpun”… Yah, kalimat sederhana dengan maksud agar Mamiku bisa menyelesaikan tugas beliau untuk menjadikan anak-anaknya menacapai gelar sarjana… Papi..

Alhamdulillah.. Bukan sekedar masak serumpun menjadi Sarjana, Master bahkan Doktor, tapi 3 dari 5 orang anak-anak Papi sudah menjadi orang tua dengan 4 orang cucu Papi yang pintar-pintar dan lucu-lucu… Alhamdulillah juga berkat didikan keras Papi… Semua anak-anak Papi sudah mapan dan bekerja di bidangnya masing-masing, tanpa harus merepotkan Mami yang memang sudah saatnya bahagia…

Semoga Allah selalu merahmati Papi dan meletakkan Papi selalu di Jannah-NYA.. Amin ya robbal ’alamin…

TUHAN TOLONGLAH SAMPAIKAN SEJUTA SAYANGKU UNTUKNYA, KU TRUS BERJANJI TAK KAN HIANATI PINTANYA… AYAH DENGARLAH… BETAPA SESUNGGUHNYA KUMENCINTAIMU… KAN KUBUKTIKAN KU MAMPU PENUHI MAUMU……

Advertisements
13
Dec
07

Manfaat Sholat..

13
Dec
07

Muhammad Ya Rasulullah…

11
Dec
07

Lagi-Lagi Malaysia…

Pagi buta, kubuka lap topku, sekedar ingin tau ada berita apa yang masuk di dalam emailku yang memang sudah overload itu, hehehe.. Ada belasan email yang masuk, padahal aku baru saja menutup emailku 2 jam yang lalu.

Ada sebuah judul yang menarik di antara beberapa email yang masuk “Masih Ingat Malaysia??” Itulah judulnya, email ini dikirim Pak Hendro Nurhadi, Ketua Umum Formitt yang juga Dosen ITS. Sejenak aku baca.. ehm… “ternyata bercerita tentang adanya konflik perbatasan Indonesia dan Malaysia lagi“, gumamku dalam hati..

Wah, tiba-tiba sense Hukum Internasionalku muncul dan sangat tergelitik untuk mengomentari masalah itu. Sejenak, kuingat beberapa artikel yang pernah aku tulis mengenai kajian ini. Alhamdulillah, aku berhasil menemukan salah satunya… Lima menit kemudian akupun memposting artikel ini dengan sukses, hehehe..

Aku sengaja memposting tulisan ini, semata-mata guna menghindari kalimat-kalimat ganyang Malaysia lah, usir orang Malaysia lah, Malingsia lah.. Pokoknya banyak sumpah serapah yang muncul dari mulut orang Indonesia (Muslim pula).. Hah, ketimbang sumpah serapah… akan jauh lebih baik, jikalau kita bisa terlebih dahulu introspeksi dan bermuhasabah akan apa yang kurang dari negara kita saat ini… Bukankah kejahatan juga terjadi karena adanya kesempatan (itu kata Bang Napi) Yah.. kemana-mana lagi, tapi ada satu catatan penting bahwa aku tetap punya nasionalisme yang tinggi kog, hehehehehe…

Oiya, artikelku ini adalah salah satu artikel yang dimuat di kolom Teropong Hukum, SKH Kedaulatan Rakyat, 12 April 2005, ketika terjadi persiteruan masalah Blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia. Semoga bisa menjadi renungan dan referensi untuk kita semua:

 

Ambalat dan NKRI

oleh: Yordan Gunawan

(Pengajar International Law pada International Class HI FISIPOL UMY)

 

uncls.jpg“Setelah kasus sipadan Ligitan, Indonesia kembali berurusan dengan Malaysia, hal ini disebabkan karena adanya polemik tentang kepemilikan pulau yang diperkirakan mengandung minyak tersebut…. dst…… (maaf saya potong, kepanjangan)…

Persiteruan ini terus memanas, terutama sejak adanya statemen Perdana Menteri Abdullan Ahmad Badawi, yang mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah yang dipimpinnya dengan merujuk pada Peta Negeri Jiran yang dibuat pada tahun 1979, sementara Indonesia bersikukuh bahwa kawasan tersebut berada dalam kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jikalau dalam kasus Sipadan-Ligitan, Malaysia berhasil menjadi “pemenang” dan memperoleh kedua pulau tersebut secara kadaluarsa atau prescription, maka pada kasus ini Malaysia mempermasalahkan penarikan garis pangkal (Base line drawing) untuk menentukan batas wilayah laut territorialnya.

Konvensi Jenewa tentang Laut Wilayah dan Zona Tambahan dan The United Nation Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang mulai berlaku sejak 16 November 1994, karena telah diratifikasi oleh 60 negara, termasuk Malaysia dan Indonesia memberikan sejumlah petunjuk dan pengaturan mengenai penarikan garis pangkal yang tentunya akan mampu menyelesaikan masalah perbatasan di berbagai belahan dunia, termasuk dalam kasus ini, dengan catatan jikalau diikuti secara konsisten. Continue reading ‘Lagi-Lagi Malaysia…’

08
Dec
07

Hukum Internasional (lanjut..)

Bicara masalah Terorisme dan Globalisasi adalah hal yang agak sulit juga ya?? Terutama jika harus dihubungkan dengan fungsi dari Hukum Internasional… Tapi bagaimanakah Hukum Internasional mengatur keduanya?? Melalui bimbingan dan kesabaran Pak Sigit Riyanto (Dosen FH UGM, Legal Advisor UNHCR dan WHO PBB) aku membuat beberapa slide berikut ini… (Jazakallah Khoir, Pak Sigit…)

Setiap Jum’at, sejak jam 8.00 sampai jam jam 11.00 pagi, selama 6 bulan lebih, aku selalu berkunjung ke library pribadi beliau, guna belajar, berdiskusi dan mendalami materi Hukum Internasional, terutama kedua materi di atas (lumayan, kapan lagi bisa dapet kuliah gratis dari pakar Hukum Internasional UGM, hehehe…)

Setelah Jum’at kuliah gratis dengan Pak Sigit, hari Senin adalah giliranku memberikan kuliah kepada mahasiswa… Viel Erfolg!!!

 

08
Dec
07

Beberapa Kasus dalam Ujian…

Ini adalah contoh kasus yang biasa aku berikan kepada mahasiswa ketika mereka ujian, baik mid-semester, maupun di ujian akhir… Maklum, karena mereka berlatar belakang politik.. Jawabannya pun diberikan atas dasar dua analisa… Hukum dan Politik…

Finally, setiap semester pekerjaanku adalah mencari kasus-kasus hukum internasional terbaru yang berrelasi dengan bahan ajar alias yang up to date, then kupilih satu kasus terbaru… Untuk yang terakhir di 2007 (sebelum berangkat ke ROC) adalah kasus Massacre in Virginia Tech

08
Dec
07

Pengantar Hukum Internasional

Nah, kalau yang ini.. Beberapa slide ketika saya mengajar Mata Kuliah Hukum Internasional di International Class, Jurusan Hubungan Internasional, FISIPOL UMY, selama kurang lebih 3,5 tahun… (beberapa lho?? Kalo semua dimasukin, ntar pembaca malah kuliah gratis lagi, hahahaha kidding…)

Slide pertama ini dibuat, karena yang diajar adalah anak-anak HI yang punya background politik, karena setiap tahun pertanyaan mereka sama.. International Law (IL) v.s. International Political Practice (IPP) = IPP alias Powermaka kemudian lebih baik dijawab.. sebelum ditanyakan kan??? hehehehe...

Slide yang lain saya buat dengan beberapa pendekatan politik, terutama jika menjelaskan di depan para mahasiswa…

Continue reading ‘Pengantar Hukum Internasional’