18
Nov
07

Proposal Pernikahanku…

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. AminIbunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati.. sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya. . Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).Ibunda dan Ayahanda tercinta.. melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan, belum cukup siap untuk berumah tangga, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam. Ibunda dan Ayahanda tersayang.. bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Ibunda dan Ayahanda.. inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Quran dan Al Hadits :

1.      “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

2.      “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3.      Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Qs. Yaa Siin (36) : 36).

4.      Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5.      Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

6.      Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7.      Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya,
kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang
banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1)

Latar BelakangIbunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. AminIbunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati.. sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya. . Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).Ibunda dan Ayahanda tercinta.. melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan, belum cukup siap untuk berumah tangga, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang.. bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Ibunda dan Ayahanda.. inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar PemikiranDari Al Quran dan Al Hadits :1.      “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).2.      “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).3.      Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Qs. Yaa Siin (36) : 36).4.      Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).5.      Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21). 6.      Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).7.      Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya,
kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang
banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1)
8.      Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik
untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka
ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
9.      Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,
atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil,
maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi
perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan
suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan
mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka
sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab
(33) : 36).
11.  Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW
bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan
golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
12.  Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih
sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
13.  Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya
mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu (HR.
Hakim dan Abu
Dawud).
14.  Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti
hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah
SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah,
sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.
Dan hendaklah bertaqwa
kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
15.  Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
16.  “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi,
Ibnu Hibban dan Hakim) : a.Orang yang berjihad / berperang di jalan
Allah. b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.Pemuda / i yang
menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
17.  “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah
hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan
lebih terpelihara. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
18.  Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.
Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak
(HR. Abu Dawud).
19.  Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan
perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya
jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
20. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih
baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)
(HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
21.  Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang
tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak
menikah” (HR. Bukhari).
22. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,
dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang
memilih hidup membujang (HR. Abu Ya�&# 65533;la dan Thabrani).
23. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau
bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah
dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif) .
24. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih
sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak,
meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan1.      Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.2.      Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.3.      Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.4.      Mendapatkan cinta dan kasih sayang.5.      Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan
diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
6.      Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).7.      Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi/ menguatkan
ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi
1.      Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah
istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : Man Jadda Wa Jadda (Siapa yang
bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
2.      Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum)3.      Termasuk tathhir (mensucikan diri).4.      Secara materi, Insya Allah siap. Hendaklah orang yang mampu memberi
nafkah menurut kemampuannya (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan·        Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.·        Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.·        Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi
ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
·        Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya
kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
·        Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak
didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah
syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu
ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita
yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)..
Astaghfirullahaladz im.. Na’udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :·        Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang
disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
·        Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan
kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
·        Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.·        Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal
justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang
haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :Innamal a’malu binniyat…. … Niat adalah kebangkitan jiwa dan
kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang
dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih PendampingRasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena
silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka
tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi
seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja
kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena
harta/tahtanya mungkin saja harta/tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab
(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya)
(Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, �� Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses PernikahanMasalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus
menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.
Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. Telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya. ” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan
mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah
perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan
Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.
Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses
dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah..
Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang
pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah,
tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;
misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak
berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan
dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari,
padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),
Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a :
Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir..
(Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada
kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara
berlebihan (“Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya
jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),Meraih Pernikahan RuhaniJika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada
Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya.
Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika
berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan,
pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah
seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,
yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling
mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan
untuk Allah.
indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan
merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang
meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah
yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS& #65533; PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang
dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas,
karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs.
Al Maidaah (5) : 87). Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).  Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya
cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya
tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami
keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya
ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku
ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah
apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku
menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA..
Amiin”

============ ========= ========= ======
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni
“hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak
di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa.. Robbi kudengar
panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari
hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”
============ ========= ========= ======

Maraji / Referensi :1.      Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 19952.      Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru
Algesindo.
3.      Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.4.      Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.5.      Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1,
Jakarta, Gema Insani Press.
6.      Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.7.      Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah
Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
8.      Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1,
Jakarta, Gema Insani Press
9.      Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah,
No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
 8.      Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik
untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka
ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
9.      Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,
atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil,
maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi
perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan
suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan
mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka
sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab
(33) : 36).
11.  Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW
bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan
golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
12.  Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih
sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
13.  Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya
mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu (HR.
Hakim dan Abu
Dawud).
14.  Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti
hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah
SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda
Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah,
sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.
Dan hendaklah bertaqwa
kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
15.  Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
16.  “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi,
Ibnu Hibban dan Hakim) : a.Orang yang berjihad / berperang di jalan
Allah. b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.Pemuda / i yang
menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
17.  “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah
hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan
lebih terpelihara. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
18.  Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.
Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak
(HR. Abu Dawud).
19.  Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan
perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya
jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
20. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih
baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)
(HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
21.  Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang
tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak
menikah” (HR. Bukhari).
22. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,
dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang
memilih hidup membujang (HR. Abu Ya�&# 65533;la dan Thabrani).
23. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau
bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah
dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif) .
24. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih
sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak,
meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan1.      Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.2.      Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.3.      Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.4.      Mendapatkan cinta dan kasih sayang.5.      Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan
diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
6.      Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).7.      Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi/ menguatkan
ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi
1.      Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah
istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : Man Jadda Wa Jadda (Siapa yang
bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
2.      Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum)3.      Termasuk tathhir (mensucikan diri).4.      Secara materi, Insya Allah siap. Hendaklah orang yang mampu memberi
nafkah menurut kemampuannya (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan·        Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.·        Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.·        Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi
ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
·        Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya
kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
·        Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak
didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah
syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu
ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita
yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)..
Astaghfirullahaladz im.. Na’udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :·        Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang
disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
·        Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan
kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
·        Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.·        Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal
justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang
haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :Innamal a’malu binniyat…. … Niat adalah kebangkitan jiwa dan
kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang
dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena
silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka
tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi
seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja
kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena
harta/tahtanya mungkin saja harta/tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab
(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya)
(Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, �� Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses PernikahanMasalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus
menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.
Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. Telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya. ” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan
mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah
perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.
Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses
dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah..
Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang
pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah,
tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;
misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak
berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan
dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari,
padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),
Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a :
Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir..
(Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada
kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara
berlebihan (“Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya
jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),Meraih Pernikahan RuhaniJika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada
Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya.
Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika
berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan,
pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah
seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,
yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling
mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan
untuk Allah.
indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan
merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang
meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah
yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS& #65533; PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang
dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas,
karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs.
Al Maidaah (5) : 87). Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).  Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya
cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya
tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami
keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya
ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku
ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah
apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku
menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA..
Amiin”============ ========= ========= ======
Dedicated to : My inspiration …. yang pernah singgah dan menghuni
“hati” …Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak
di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa.. Robbi kudengar
panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari
hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi..

” Saat Cinta dan Rindu� tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”
============ ========= ========= ======
Maraji / Referensi :1.      Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 19952.      Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru
Algesindo.
3.      Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.4.      Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.5.      Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1,
Jakarta, Gema Insani Press.
6.      Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.7.      Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah
Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
8.      Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1,
Jakarta, Gema Insani Press
9.      Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah,
No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.
 


11 Responses to “Proposal Pernikahanku…”


  1. November 18, 2007 at 2:21 pm

    Wah.. kayaknya ga lama lagi nih..🙂

    ane doakan yang terbaik buatmu saudaraqu..😀

  2. 2 amilah
    January 4, 2008 at 4:27 am

    semoga lekas ketemu sama bidadari impiannya

  3. 3 Rina
    February 10, 2008 at 7:24 am

    proposalnya dikirim kemana Dan?

  4. 4 eka haryani
    February 21, 2008 at 4:57 am

    Abang Yordan…Ni Eka adek klas di UMY, Lama tak jumpa pa kbr, hmmm…ngomong-ngomong sdh nkh belum, kpn ya ktm kita curhat lagi!!!

  5. 5 eka haryani
    February 21, 2008 at 5:04 am

    Abang Yordan skr di mana? mash di Taiwan atau di Jogja, jika ada waktu mainlah ke Bandung, Alhamdulillah Eka sekarang ambil S2 di UNPAD, semoga Allah mempertemukan kita lagi, Amin….

  6. 6 yordangunawan
    February 25, 2008 at 4:57 pm

    Eka.. Apa kabar nih Dik?? Semoga selalu sehat ya??

    Kemaren saya baru aja dari liburan ke Indonesia, sempat ke Palembang, Jakarta, trus ke Jogja lumayan lama.. sekitar 2 mingguan..

    Sukses ya buat Dik Eka selalu, Semoga gelar M.H.-nya cepet segera di sandang..

  7. 7 qiconx
    February 29, 2008 at 1:58 am

    assalamualaikum…
    he…nggak kenal sama saya pasti. mira, mahasiswa sebuah universitas di semarang. tapi tenang….cuma pengen kenal aja. mira tertarik sama tulisan2 mas yordan, terutama masalah nikah2. ups…jangan salah sangka dulu. mira bukan mau nglamar seperti siti khodijah yang waktu itu melamar rosul, bukan itu. em…soalnya mira insyaAllah dah mantap pada seseorang. tulisan mas seakan2 memberi pesan buat saya. makasih ya mas yordan…kalau mu balas ke email saya aja ya, he…pede ya. nggak papa kan, menambah saudara. ira_3124@yahoo.com. mira tunggu.

  8. 8 sigit F.R
    March 1, 2008 at 7:36 am

    assalamualaikum…assalamualaikum…

    Bang gimana kabarya? Oya kemarin kamis tgl 28 Feb 2008 Yudi/bajuri di terima jadi PNS,

    Ni Email AQ, sigit2fr@yahoo.com
    Aq Tunggu Balasanya OK

  9. October 8, 2008 at 5:20 am

    Jazakallah atas smsnya…
    Obit ucapkan pula ‘taqabbalallahu minna wa minkum’,
    ‘taqabbalallahu du’akum lizzawaaj ma’a habiibatikum’,hehe…
    tenang bro, Innallahu ‘inda dzonny ‘abdi, jika antum berprasangka baik terhadap Allah, maka Allah akan memudahkan jalan antum.
    Salam buat seorang akhwat yang nantinya akan dihalalkan untukmu, insyaAllah.

    Where there’s a will, there’s a way…
    Keep fighting…!!

  10. 10 Muslim_tainan
    October 29, 2008 at 3:13 pm

    Wah baru tau klo untuk nikah itu harus buat proposal segala….hehe…
    pantesan ente ke research room terus… tapi kok tesisnya gak progress.. Hmmm jadi ini tokh hasilnya haha…

    InsyaAllah saya gembira klo ada teman yg akan bergembira juga… semoga dilancarkan oleh Allah Swt atas segala usahanya. amin.

  11. August 12, 2009 at 1:09 pm

    wah.. bisa ne jadi refrensi bg


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: