Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
Advokasi.. kata yang sering banged kudengar sejak masih kuliah di Fakultas Hukum, nah terminologi ini muncul kembali seiring dengan akan diadakannya Training Advokasi bagi para mahasiswa dan juga pekerja di Taiwan, penyelenggaranya adalah Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan.. Nah, yang dihadirkan sebagai trainer adalah Pak Munarman.. Beliau cukup terkenal di Indonesia, terutama ketika bergabung dengan YLBHI, Kontras dan terakhir di Tim Pengacara Muslim Indonesia.
Jujur saja, yang namanya pelatihan sampe dengan in House Training dalam bidang advokasi sudah segambreng yang aku ikuti, kira-kira sekitar 10 kali deh kalo nggak salah, hehehehe… Mulai dari yang sehari, tiga hari, sampe yang seminggu-pun pernah aku jalani, ketika menjadi mahasiswa maupun setelah bekerja.
Tapi, di Taiwan ini memang menarik sekali, karena kita harus mengenal legal system-nya Taiwan, yang setelah aku fahami, nggak jelas juga masuk ke area mana?? Apakah Common ataukah Civil?? Untuk itulah aku sangat bersemangat sekali mengikuti acara ini. Pak Munarman juga salah satu lawyer yang cukup aku kagumi kog..
Sebetulnya acara dimulai dengan kunjungan Pak Munarman ke Taipei, mengunjungi penjara di Taipei untuk melihat kondisi pekerja yang berada di dalam penjara. Acara selanjutnya adalah mengisi pengajian di Tainan yang di siarkan secara langsung melalui Radio FORMMIT. Alhamdulillah, aku bersama Pak Ely diminta oleh Panitia pusat untuk menyambut beliau.
Setelah menunggu cukup lama di halte bus depan Stasiun Kereta, akhirnya keliatan juga Pak Munarman dan rombongan, turun dari bis… Kami segera menuju ke arah Warung Tegal miliknya warga Indonesia yang memang sering dijadikan tempat transit untuk para tamu undangan yang datang ke Tainan. Yang lucu, ketika diperjalanan menuju warung Indo.. Pak Munarman yang tau aku adalah anak Palembang (sebetulnya Jogja sih, weee ngaku-ngaku) mengajak aku untuk menggunakan bahasa Palembang.. Jadilah kita serasa di tepi sungai musi, hehehe… (Kasian deh Wetra, maaf.. maaf… hehe..)
Akhirnya sampe juga nih, di warung Indo, Alhamdulillah sudah banyak yang menunggu, selain teman-teman dari Tainan, ada juga yang dari panitia pusat dan eh.. ada Pak Mantan Presiden Formmit juga, hehehe.. Setelah menikmati nasi goreng khasnya Mas Fendy, dengan menumpang mobilnya Mas Fendy juga, kami pun meluncur ke dormitory untuk selanjutnya mengadakan kajian untuk Radio Formmit. Sebelum radio mengudara, kamipun memulai acara dengan perkenalan…
Kajian mengenai Islam yang Kaffah ini berakhir juga, tapi yang tak pernah terlupakan adalah tradisi foto memoto di kalangan ummat Tainan, hehehe.. Jeprat.. Jepret.. Jadilah salah satu dokumentasi lagi buat warga Tainan…
Tepat jam 10.15 kami berdelapan (4 dari panitia pusat plus si kecil Muadz, aku, Pak Hendro dan Pak Munarman sendiri) segera bergegas menuju ke Kaohsiung, tempat dimana besoknya akan diadakan acara Training Advokasi. Dengan menaiki kereta regional (alias lambat dan murah, tapi jangan dibandingin ma kereta di Indo.. ini mah udah keren banged sodara-sodara, udah ah mengurangi rasa nasionalisme, hehehe….. Beberapa kali ponselku berbunyi.. Mas Taufik (Ketua IWAMIT) sudah menanti kami sejak lama di masjid.. Continue reading ‘Training Advokasi With Munarman…’




Recent Comments