Archive for November, 2007

30
Nov
07

Musim Dingin Telah Tiba

Brrrrr…. Dinginnya.. Cuaca menunjukkan 15 derajat celcius.. Kali ini, cuaca benar-benar nggak bersahabat di Taiwan.. Nggak cuma di luar ruangan saja yang dinginnya menusuk kulit, di dalam kamarpun -semua orang di sekitar tempatku beraktifitas- menggunakan baju yang berlapis lapis, atau minimal jaket tebal yang mampu menghangatkan badan..

snc13072.jpg

Continue reading ‘Musim Dingin Telah Tiba’

30
Nov
07

Ustadz Masuk Konser…

Ustadz Masuk Konser.. Judul ini aku petik dari celetukan salah satu mahasiswa Indonesia yang rada “kaget” ketika tau kami akan mengikuti acara International Student Festival 2007…

Alhamdulillah.. Subhanallah… Pada acara yang yang banyak menampilkan atraksi para mahasiswa dari berbagai negara di dunia itu.. pada tanggal 25 November yang lalu, kami (Aku, Iman, dan Azman) ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan sebuah lagu Nasyid.. Ide ini tiba-tiba saja muncul di kepala kita ketika sedang mengerjakan tugas bersama di kamarku… Alhamdulillah, di sela-sela waktu yang sangat mendesak, kami tetap mengadakan latihan, walaupun hanya dalam waktu dua hari saja…

snc12975.jpg

Continue reading ‘Ustadz Masuk Konser…’

26
Nov
07

Agama Istimewa Bagi Umat Yang Teristimewa..

Jum’at pagi kemaren, tepat jam 5 subuh aku sudah bangun, seperti biasa insya Allah…. tapi kalau biasa setelah sholat Subuh dilanjutkan tidur, kali ini beda!! Apanya yang beda ya?? Aku langsung mandi… Walaupun terdengar rada tumben, tapi, kali ini aku dan teman2 akan mengikuti Plan Tour ke Ford Lio Ho, di Taoyouan dan kemudian dilanjutkan dengan Trip ke Taipei sampai dengan Sabtu malam.

Berrrrr… udara dingin kayak gini, mudah-mudahan air panas masih tersisa, aku langsung menuju kamar mandi, ow… ternyata di kamar mandi sudah ada suara dua orang “artis dari Filiphina” yang sedang menyanyi… di pagi buta si Anthon dan Rocky mendendangkan lagu Falling in Love oi, hahahaha…

Alhamdulillah, air panasnya mengucur deras dari shower, bayangin aja kalo sampe keabisan, maaak udah cuaca 17 derajat, tambah lagi air dingin… Continue reading ‘Agama Istimewa Bagi Umat Yang Teristimewa..’

21
Nov
07

AMAL-AMAL SHALIH YANG KEKAL

AMAL-AMAL SHALIH YANG KEKAL

§ MENJAWAB ADZAN

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa ketika mendengar adzan mengucapkan,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التاَّمَّةِ وَالصَّلاَةِ الَقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا اْلوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْداً الَّذِي وَعَدْتَهُ

[Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al-Wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan], maka ia akan mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat..” (HR. al-Bukhari)

§ SHALAT DUA RAKA’AT SETELAH WUDHU

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang berwudhu, dengan menyempurnakannya, lalu melaksanakan shalat dua raka’at dan ia melaksanakannya dengan hati dan wajahnya (konsentrasi), melainkan telah pasti (wajib) baginya surga.” (HR. Muslim) Continue reading ‘AMAL-AMAL SHALIH YANG KEKAL’

21
Nov
07

Bunga Istimewa untuk Yang Istimewa Pula

Bunga adalah simbol kesegaran, keceriaan, dan kebahagiaan. Bisa jadi ada makna yang lebih dalam dari penamaan Rasulullah atas putri tercintanya, Fatimah Az-Zahra. Az-Zahra sendiri berarti “bunga”. Tidaklah mengherankan jika Fatimah menjadi anak yang paling disayang dibanding saudara-saudara Fatimah lainnya. Hal itu terlihat dari ungkapan Rasulullah, “Siapa yang membuatnya sedih, berarti juga membuat aku sedih, dan barang siapa menyenangkannya, berarti menyenangkanku pula.” Continue reading ‘Bunga Istimewa untuk Yang Istimewa Pula’

18
Nov
07

Proposal Pernikahanku…

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. AminIbunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati.. sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya. . Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).Ibunda dan Ayahanda tercinta.. melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, di kepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan, belum cukup siap untuk berumah tangga, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam. Ibunda dan Ayahanda tersayang.. bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Ibunda dan Ayahanda.. inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah. Continue reading ‘Proposal Pernikahanku…’

16
Nov
07

Tesco: Everyday Low-Price Guarantee Strategy

Abstract

The UK retail grocery market is widely recognized as being oligopolistic. The retailers often advertise that they will not be undersold. Some firms promise to match any lower price offered by a competitor on the same item (price-matching guarantee), while others promise to beat any competitor’s lower price on the same item by some percentage of the difference (price-beating guarantee). One of the most interesting examples about using low-price guarantee strategy in oligopoly is Tesco, the supermarket with the largest market share in UK. In this paper, we will try to answer several questions, namely: Does Tesco use this pricing strategy to meet or beat a competitor’s price? Why does Tesco success by using low-price guarantee? And can Tesco avoid cutting price war? Also, another interesting point is that while Tesco’s performance in UK is excellent, its new business strategy is to enter US retailing market and to challenge Wal-mart, the top1 US retailer. Wal-Mart can even undercut supermarket prices by as much as 20 percent but is still able to generate considerable profit because of its enormous volume and huge buying power. It is very interesting to research why Tesco decided to compete in such a high competitive market.

Continue reading ‘Tesco: Everyday Low-Price Guarantee Strategy’

16
Nov
07

Perjanjian Negara Baru dalam HI

A. Pendahuluan

Hubungan antar negara menyangkut berbagai aspek dalam kehidupan. Termasuk dengan berkembangnya diberbagai bidang kehidupan, namun dalam perkembangannya hampir setiap bidang mempunyai nuansa internasional dan disentuh oleh hukum internasional. Kemudian dengan perkembangan tersebut akan menentukan kebijaksanaan yang akan dibuat. Salah satunya kebijaksanaan dari negara-negara baru, dan juga dinyatakan mengikat terhadap wilayah-wilayah jajahan negara lain. Sehingga hal tersebutlah yang akan menentukan hubungan hukum dan akibat hukum untuk hubungan internasional kedepannya. Continue reading ‘Perjanjian Negara Baru dalam HI’

09
Nov
07

HUMAN RIGHTS in Western and Islamic Perspective (an Introduction…)

The term of human rights is mostly associated to western civilization as if it is only belonged by them. The Universal Declaration of Human Rights, even though it is called “Universal”, articulates the Western trends rather than Islamic or another perspective.

            The consequence of this situation is the term of “human rights” has become an integral part of secular terms universally. In fact, it is frequently assumed, as well as stated, by many advocates of human rights, in both Western and non- Western (including many Muslim) countries, those human rights can exist only within a secular context and not within the framework of religion.

            In today’s discourse, scholars and political experts from many countries realized that human rights term as developed is not compatible to “the real” universal values. Moreover, it can provoke vandalism, social turmoil and global chaos as the global reaction of Prophet Muhammad caricature.

Some proponent of the world politics (politicians), including the secretary general of UN, asserted that there is no the real freedom. Freedom as a part of people’s human rights is limited by another people’s human rights also. By this context, the term of human rights actually should run together with a social responsible and accommodate another perspective outside western world. Continue reading ‘HUMAN RIGHTS in Western and Islamic Perspective (an Introduction…)’

07
Nov
07

‘Perda Syariah’ V.S. Constitution

The Study of the Implementation of Perda Syariah

(Sharia Byelaw) in Indonesia


by

Yordan Gunawan

(Presented in International Islamic Seminar)

397890777l1.jpg

Abstract

The spirit of Muslims in Indonesia to live under Sharia increases during the last five years. The presence of the Local Government Act 2004 (Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah) gives the authority to the local governments to manage their regions on their own wisdom under the principle of autonomy. In several regions such as Bulukumba, Padang, Cianjur, Tangerang, and Banten this great opportunity has been employed by the local governments to promulgate byelaws concerning sharia-related issues. These byelaws are politically known as Perda Syariah.

The subject matter governed by what so called Perda Syariah covers several issues. In Bulukumba for example, it governs the obligation to wear the Islamic dress for men and women, the obligation to be able to read the Qur’an for elementary students intending to continue their study at high school as well as for those who want to get married, and the obligation to pay Zakat, Infaq, and Shadaqah. Besides, some kinds of punishment (‘Uqubah) known under Islamic Criminal Law (Jinayat), have also been introduced for several offences. Amazingly, the presence of Sharia Ordinance (Perda Sharia) in the District of Bulukumba-South Sulawesi has effectively reduced the number of crimes in that region. The case of theft for instance, has drastically decreased from 78 cases in last year to zero case nowadays. The same phenomenon has also happened in the case of rape, which has decreased from 41 cases to zero case recently.

It is undeniable that the application of what so called Perda Syariah in Bulukumba constitutes strong evidence to prove that the non-criminal society can come into reality, not just a dream. This great success has influenced other districts to follow it. Recently, around 37 districts in Indonesia are in the preparation of promulgating the same byelaws. However, the emergence of what so called Perda Syariah in several regions in Indonesia has invited attacks and criticisms. The objection basically to be referred to reasoning that it contradicts to the State Ideology (Pancasila), Constitution, and legislations of higher level. The position of byelaw is hierarchically subordinate against statute. According to the Law Making Procedure Act 2004 (Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Prosedur Pembuatan Peraturan Perundang-undangan) the position of byelaw (Perda) is on the bottom comparing to statute. The law determines that the rule of the lower level should not be in contradiction with the upper level one. There is a legal maxim relating to this issue; lex superiory derogate legi inferiori.

This paper tries to analyze whether the existence of the Sharia Byelaws (Perda Sharia) contravenes the State Ideology (Pancasila) and the Constitution or conversely they are inline with them.

Keywords: Sharia byelaw, Autonomy, Constitution Continue reading ‘‘Perda Syariah’ V.S. Constitution’




Blog Stats

  • 49,702 hits

 

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930